Once Again Become An Idol

Once Again Become An Idol
chapter 5



...----------------...


kepanikanku Benar benar menguasai tubuh ku, aku tidak bisa berfikir dengan jernih lagi aku terus meminta tolong entah kepada siapa. aku melihat luka luka ditubuh ku.


bingung dan panik itu yang aku rasakan sekarang, sensasi rasa sakit mengalir di sekujur tubuh ku.


"rayden...rayden..rayden!!!" aku tersadar karena bentakan seunghwan, apakah cuma mimpi? syukurlah.


"rayden ada apa? kau sakit? tubuhmu tiba tiba menegang dan kamu berkeringat sangat banyak" tanya nya panik


"aku tidak apa apa, hanya mimpi buruk. terimakasih telah menghawatirkanku"


aku mengganggap nya mimpi buruk, mimpi yang sangat buruk meskipun itu adalah kenyataan tapi bagaimana aku menjelaskannya? dia tidak akan percaya.


"apa kita tunda saja untuk kerumahku?"


tanyanya masih dengan ekspresi panik


"huhh? tidak usah...tidak usah,ini benar benar cuma mimpi buruk"


"yasudah, sebentar lagi kita akan sampai. niat ku tadi ingin membangunkan mu, tapi aku terkejut melihat kondisi mu sungguh itu membuat ku panik" jelasnya kepadaku


"maafkan aku membuat mu panik dan terimakasih sudah menghawatirkan ku"


"tidak masalah, mulai sekarang kalau ada apa apa kau bisa berbicara kepada ku tidak usah sungkan"


"hahaha, baiklah aku akan menyusahkan mu mulai sekarang"


...****************...


kami tepat di depan pintu rumah seunghwan sekarang, seunghwan tiba tiba mendadak diam dan hanya memperhatikan pintu rumahnya rumah dengan tiga lantai dan halaman yang super luas kami saja butuh diantar oleh petugas keamanan dengan mobil yang bisanya dipakai di tempat golf itu, gila apakah ini istana? benar benar orang kaya pikir ku.


"kenapa hanya memperhatikan pintunya? apakah kamu tidak ingin masuk kedalam?" tanyaku padanya


"uhh? tidak tidak, ayo masuk" dia berjalan mendahuluiku dengan sedikit keraguan


aku mengikutinya berjalan menuju pintu rumahnya yang menjulang tinggi itu. karena telah diberi kabar bahwa tuan muda mereka pulang kerumah pintu itu terbuka dengan sendirinya, tentu saja ada orang yang membuka kan nya dari dalam. kami berjalan masuk kedalam rumah dan menuju ruang tamu yang dikhususkan untuk keluarga, pekerja yang ada dirumahnya memberitahu bahwa orangtua seunghwan menunggu disana.


apa apaan ini menuju ruang tamu khusus keluarga saja harus melewati lorong lorong panjang ini? apakah sekarang aku sedang di negeri dongeng, rumah yang seluas istana tidak tidak ini lebih ke Mension yang sangat luas, lukisan besar menggantung di dinding dinding lorong pemandangan dari luar jendela menuju ke danau buatan? ada danau buatan di rumah seunghwan? aku pusing dengan hanya memikirkan kekayaan orang ini, dan aku selalu berlagak mentraktir Jajangmyeon untuknya mungkin dia bisa membeli pabrik Jajangmyeon itu kalau dirinya mau, kami sampai di pintu dengan nuansa kayu mahal, kelihatannya aku tidak terlalu mengerti dengan kemewahan ini.


setelah kami masuk kedalam ruangan itu, aku melihat orang tuanya telah menunggu kami di sebuah sofa yang ada di tengah tengah ruangan, ruangan dengan lukisan lukisan indah, pernak pernik rumah yang mewah, lampu gantung yang indah, aku tidak ingin memikirkan harganya.


aku pikir ibunya orang yang ramah sedari kami masuk kedalam ruangan ini, ibunya terus tersenyum kearah kami.


"pah, mah" seunghwan membuka pembicaraan sambil berjalan dan duduk kesalahan satu sofa yang berhadapan dengan ayahnya. ayahnya mengangguk dan menghadap ke ku dan memberikan gesture tangan untuk mempersilakanku duduk, aku tersenyum dan duduk di samping seunghwan dengan sedikit membungkukan badan ku sebentar sebelum duduk.


kesunyian melanda kami, suara jam besar itu terus menambah kesan ke canggung didalam ruangan ini.


"ekhm, Gimana nak kabar kamu?" ibunya bertanya kepada seunghwan dan memecah keheningan itu, memang dimana mana ibu itu yang terbaik.


"mamah baik baik saja, eh itu teman kamu ya?" ibunya bertanya dan mengarahkan pandangannya ke aku dengan senyuman yang sangat tulus


"ahh iya mah ini rayden" seunghwan menyenggol lengan ku, dia mengkode untuk aku memperkenalkan diri? sepertinya iya


"hallo tante, saya huang rayden, saya trainee dan teman seunghwan di perusahaan kami baru baru ini bertemu dan menjadi teman, salam kenal" aku memperkenalkan diriku dengan senyuman dan dengan seramah mungkin


"ahh begitu, terimakasih nak rayden sudah mau menjaga dan berteman dengan anak kami, dia memang sedikit pemalu tapi dia aslinya orang yang baik" balasnya masih dengan senyuman yang hangat itu


"hehe tidak tante, seunghwan malah banyak membantu ku di perusahaan"aku membalas perkataannya dan ibu seunghwan tersenyum hangat, sudah lama aku tidak merasakan suasana sehangat ini, sampai.


"seunghwan, papa minta kamu berhenti dari dunia entertainment mu itu dan menjalankan bisnis keluarga saja" tegas ayah nya tanpa basi basi, seunghwan sedikit kaget begitu pun aku.


ibunya yang mendengar itupun langsung memegang tangan suaminya dan berkata "sayang, kamu tidak boleh seperti itu. aku sudah bilang anak kita telah dewasa dia berhak memutuskan apa yang dia inginkan, kalaupun kamu tidak ingin anak kita masuk ke industri entertainment coba kamu jelaskan kepadanya dan berikan dia untuk menjalankan kembali keinginan nya.aku tau kamu khawatir kepada anak kita tapi kalau seperti ini kamu terlihat mengekang nya" kata ibunya dengan nada menjelaskan dan menenangkan suaminya dengan disertai senyumannya yang sangat hangat, aku jadi iri kepada seunghwan dan ayahnya yang memiliki ibu dan istri sebaik ini, dia menaikkan peran ibu sekaligus istri dengan sangat seimbang tanpa memihak siapapun, aku yakin dia menjadi penengah yang hebat di keluarga ini.


"maafkan papa, papa hanya tidak ingin kamu menyesal karna masuk ke industri entertainment. industri itu bukanlah sesuatu yang bisa kamu anggap enteng eunghwan banyak yang harus kamu pertimbangkan setelah kamu memulai karirmu sebagai idol hidup mu tidak akan sebebas dulu dan masih banyak lagi yang akan berubah setalah kamu memasuki industri itu" ahh aku mengerti sekarang ayahnya khawatir akan keselamatan anaknya, seunghwan selalu salah mengartikan kekhawatiran ini dan menyamakan nya seperti kekangan dan ayahnya juga tidak pandai dalam menyampaikan isi hatinya yang sebenarnya. tapi masih ada yang kurang kalau hanya ini bukanlah semuanya akan berjalan dengan baik kalau ada ibunya? aku masih bingung apa yang membuat kepribadian seunghwan berubah dikehidupan ku yang sebelumnya?


"maafkan aku pah, karna ego ku kita menjadi salah paham satu sama lain, seandainya aku mendengarkan papa terlebih dahulu dan tidak langsung pergi begitu saja" jawab seunghwan dengan penuh penyesalan akan ego yang dia miliki


"tidak apa apa papa juga salah, tapi apa keputusan kamu sekarang nak?" tanya ayah nya, aku hanya mendengar pembicaraan mereka tanpa niat ingin mengganggu pembicaraan antar keluarga ini.


"aku akan tetap mengejar impian ku pah, aku telah memikirkan konsekuensinya dan apa yang akan aku tanggung nantinya, tapi aku akan tetap maju dan berusaha untuk impian ku. aku sudah sangat yakin dengan hal ini dan juga sekarang aku mempunyai rayden yang akan membantu ku jadi aku tidak akan sendirian, tolong biarkan aku mengejar cita citaku pah. aku ingin bernyanyi dan aku ingin suara ku didengar oleh orang orang banyak" jawab seunghwan dengan penuh keyakinan,ayah nya yang mendengar itu lantas ada sedikit eskpresi kekhwatiran di wajahnya. aku sedikit kaget dan tidak tau harus bereaksi apa saat nama ku disebut itu terlalu tiba tiba


ayahnya yang mendengar itu menghela nafas dan berkata "baiklah, kejarlah impian mu anakku kami disini akan selalu mendukung mu, kau jangan pernah lupa bahwa kamu masih ada kami untuk mu pulang kapan saja" kata ayahnya dan tersenyum diakhiri suaranya


"terimakasih pah, aku akan berusaha keras untuk membanggakan papa dan mama, dan aku akan berusaha untuk meningkatkan lagi kemampuan ku agar tidak ada orang yang akan menyakiti ku dan tidak membuat papa dan mama khawatir" senyum yang sangat lebar seunghwan tampilkan untuk mengekpresikan kebahagiaan nya sekarang dia membalas ucapan ayahnya dengan mengatakan ucapan yang di ucapkan dengan sangat yakin.


ibunya tersenyum melihat keluarga kembali seperti yang seharusnya.


"baiklah anakku kamu bisa menggapai cita citamu, kami akan selalu mendukungmu. rayden tante menitipkan seunghwan kepadamu ya" kata ibunya dan beralih pandangan ke aku dan meminta agar menjaga anaknya untuk kedepannya.


"tenang saja om tante, aku dan seunghwan akan saling menjaga" aku tersenyum kearah mereka, "itu benar kami akan saling menjaga, papa dan mama tenang saja"


"haha baiklah baiklah hari akan mulai sore nak, kalian menginap lah disini dan pulang diesok hari ya?" kata ayahnya menawarkan kami untuk menginap karna hari akan segera gelap


seunghwan mengalihkan pandangannya kepadaku seperti meminta persetujuan dariku, aku menganggukkan kepalaku untuk menyetujuinya.


"iya pah aku dan rayden akan menginap"


jawab seunghwan setelah mendapat persetujuan dari ku


"kalau begitu rayden bisa tidur di kamar tamu, papa akan menyuruh orang untuk membersihkannya" dan ayah nya memanggil seseorang setelah itu menyuruhnya untuk membersihkan kamar tamu yang akan aku gunakan nanti.


kami menghabiskan waktu berbicang bincang dan kebanyakan mereka menanyakan tentang diriku, aku juga senang bisa berbincang dengan mereka suasana keluarga yang sangat hangat pikir ku, terlepas dari kemewahan dan kekayaan itu aku pikir mereka orang yang sangat baik dan terlihat seperti orang biasa pada umumnya. pemikiran ku tentang semua orang kaya selalu tidak memiliki empati dan sangat egois karena memiliki banyak harta ternyata salah dan salah besar, malahan kami bercerita banyak hal dan melupakan status sosial yang kami sandang, keluarga nya tidak jauh beda dengan keluarga ku aku jadi merindukan mereka.


...****************...