NARENDRA

NARENDRA
6



BRUK.....


Naren yang sedang menggendong Nayya menabrak Bima.


"eh sorry gua ganggu" kata Bima


"TURUNIN GUA NARENDRA" ucap Nayya berteriak dikupin Naren.


"buset gausah teriak dikupin juga kali cabe" ucap Naren sambil menurunkan Nayya.


"eh nayyul lu abis dari mana aja sii pake madol segala lagi" ucap Rara


"inini gara gara si monyet ngajak ke rooftop" kata Nayya


"ohh jadi kalian..." kata Rara


"pj dong" teriak Bima membuat seisi kantin menoleh ke meja mereka berempat.


"BIMA LU YA BENER BENER.. MAU MATA LU GUA TUSUK PAKE GARPU" kata Nayya sambil mengacungkan garpu didepan mata Bima.


"ampun Nayy" ucap Bima.


Naren yang melihat Bima berdebat dengan Nayya hanya tertawa. sedangkan Rara dia asik bermain handphone.


Bel masuk pun berbunyi.


Mereka berempat segera masuk kekelas


"Nay tadi lu dicariin sama Yuda" kata Deni


"ha?Yuda?ngapain dia nyariin gua" tanya Nayya


"gatau deh,tadi sih dia bilang pas pulang sekolah dia mau kesini lagi mau nemuin lu" kata Deni.


"oh oke" jawab Nayya.


Naren yang mendengar itu hanya diam dan seolah olah tidak peduli.


"haredang haredang harendang panas panas panas" kata Bima sambil kipas kipas dengan buku dan melirik ke arah Naren.


"selalu selalu selalu panas dan haredang" lanjut Rara sambil menyenggol tangan Naren.


"kalian berdua jangan berisik gua mau tidur" kata Naren.


"ett galak amat bang" ucap Bima.


                                                ~~~


Bel pulang pun berbunyi..


"Eh nayy gua duluan yaa udah dijemput ni" pamit Rara.


"eh iya Ra ati ati yaa" kata Nayya.


"ayo pulang sama gua" ajak Naren


"gabisa ren.. Yuda mau ketemu gua pasti ada hal penting yang dia mau omongin deh" kata Nayya.


"yaudah terserah kalo lu kenapa napa gua gamau nolongin" ucap Naren sambil meninggalkan Nayya.


"Nayya" panggil Yuda


"gua cuma mau ngajak lu balik bareng hehe mau kan?" tawar Yuda.


"boleh dong lumayan tumpangan gratis" kata Nayya.


Nayya dan Yuda berjalan berdua dikoridor banyak siswi yang terkejut karena Nayya biasanya selalu dengan Naren tapi kali ini Nayya berjalan dengan Yuda.


Yuda lumayan famous disekolah ini,bukan karena prestasi,tapi karna sering membuat onar sama dengan Naren.


"eh Bim gua punya firasat gabaik deh kalo si Nayya balik sama Yuda" ucap Naren yang melihat Nayya dan Yuda yang berboncengan.


"halahh lu itu cuma cemburu ren percaya deh sama gua" ucap Bima meyakinkan Naren.


"hmm" jawab Naren. "eh gais gua balik duluan yaa" pamit Naren.


"tumben ren,sunset aja belom muncul" kata Farel teman Naren.


"hahhaa cape gua mau tidur" kata Naren sambil bergegas dari warbu (warung ibu). nanti yaa aku jelasin soal warbu sekarang kita fokus dulu ke NayRen.


Sementara Nayya sedang waswas karna Yuda membawanya bukan kerumah tapi entah kemana intinya jalan ini sangat sepi.


"Yud ini kita mau kemana sih,gua takut" kata Nayya.


"udah lu diem aja,gua mau main sebentar sama lu" ucap Yuda.


akhirnya Nayya pun ada ide untuh Shareloc ke Naren,karna saat itu difikirannya hanya ada Naren.


"Yud lu mau bawa gua kemana sih.. gua mau pulang" kata Nayya sambil menangis.


"diem Nayy kalo lu masih berisik gua bakal bertindak lebih" ancam Yuda.


Sampailah mereka dirumah tua tapi bersih dan rumah itu sangat besar.


"ini rumah siapa?" tanya Nayya.


"masuk Nayy" Yuda menyuruh Nayya masuk ke sebuah kamar.


"gausah Yud gua disini aja,gua mau cepet cepet pulang" kata Nayya.


"MASUK" teriak Yuda.


akhirnya Nayya pun masuk dan Yuda entah pergi kemana.


"halo ren tolongin gua plis liat chat gua lu kesini sekarang gua ada dikamar utama gua takut bgt Yuda bawa gua kesini dan rumah ini sepi bgt" ucap Nayya sambil menangis.


"oke gua otw lu tenang ya gausa nang...." ucapan Naren terhenti.


"oh lu telfon pahlawan lu itu ya,telfon aja karna dia gabakal tau kalo lu ada disini dan kalo dia tau,paling dia kesini lu udah tinggal nama" ucap Yuda sambil membawa sebilah pisau.


"lu..lu...m..mau..ngapain yud" ucap Nayya sambil mundur.


"gua mau ngapain?gua mau lu gaada didunia ini" kata Yuda sambil mengelap pisaunya.


"kenapa harus gua?" tanya Nayya sambil menangis.


"karna gua pengen aja,gua pengen pajang muka lu di sini kayanya cantik. biar cantik lu abadi." ucap Yuda.


"ga...ga.." kata Nayya


KOMEN YA GAIS