NARENDRA

NARENDRA
4



"ini kan rumah lu?" tanya Naren pada rumah tingkat yang bernuansa putih dan biru.


"yoi" jawab Nayya sambil turun.


"besok mau bareng ga?" tanya Naren.


"ga deh. besokkan ada pelajaran fisika pasti lu mau nyontek PR gua kan makannya lu dari tadi baik sama gua" ucap Nayya.


"yee gua niat baik malah lu tuduh dasar cabe." ucap Naren sambil pergi meninggalkan Nayya.


"dasar orgil" kata Nayya.


"assalamualaikum" kata Nayya sambil membuka pintu rumah.


"kamu tuu yang selingkuh tadi jelas jelas aku liat di handphone kamu ada telfon dan itu cewe pas aku angkat dia manggil kamu sayang. apa itu kurang jelas" ucap mama Nayya dikamarnya.


Nayya yang mendengar itu pun langsung kekamarnya dan mengunci pintu dan bergegas untuk tidur.


PRANGG ......


"pokoknya aku mau kita cerai aja" ucap papah Nayya sambil membanting gelas.


karna terkejut Nayya pun bangu dan segera menuju ke bawah.


"Nayya sayang,sekarang mamah tanya Nayya. Nayya mau ikut mamah atau papah?" tanya mamah Nayya sambil mengusap rambut Nayya.


"ikut kemana mah?" tanya Nayya bingung.


"kamu pilih mamah atau papah?" tanya papah nayya.


"aku mau pilih kalian berdua,cuma itu ga mungkin karna kalian berdua ribut terus dan Nayya gatau yang bener mana yang salah mana diantara kalian berdua,ohh atau malah kalian berdua sama sama selingkuh?. nayya gatau itu. tapi plis untuk kali ini Nayya mohon Nayya gapilih siapa siapa Nayya mau tinggal disini,dirumah Nenek Nayya. mending kalian berdua aja yang pergi biar Nayya disini sama Mbo ijah" ucap Nayya sambil menangis.


"yaudah kamu ikut papah aja" ucap papah Nayya.


"gabisa dong,dia ikut aku" kata mamah Nayya.


"NAYYA PILIH SENDIRI. DIRUMAH INI." ucap Nayya sedikit berteriak. "Nayya mau pergi sebentar,kalo Nanti Nayya pulang kalian masih ribut disini biar Nayya aja yang pergi. pergi selamanya." ucap Nayya sambil keluar rumah.


                                              ~~~


Nayya pergi keluar rumah tanpa tujuan,ia mengikuti arah kakinya saja. ia pergi dengan penampilan celana pendek sepaha,baju kaos biasa,dan mata sembap. orang orang dijalan banyak yang keheranan melihat Nayya dengan penampilan seperti itu.


karna Nayya sudah lelah dan lapar,ia pun duduk di halte bus.


"astaga Nayy lu kenapa?" tanya seorang laki laki.


"Bima?gua gapapa bim" ucap Nayya sambil menghapus bekas air matanya.


Bima langsung berdiri dan menelpon orang.


"tunggu bentar ya Nayy" ucap Bima.


Nayya hanya mengangguk padahal ia sendiri tidak mengerti.


tiba tiba seseorang datang dengan motor sport dan helm fullface.


"heyy kenapa?" tanya Naren. Yaa orang itu adalah Naren.


"keluarin semua Nayy,gua tunggu sampe lu lega" ucap Naren sambil mengusap rambut Nayya.


Bima pun langsung menepuk punggung Naren dan langsung bergegas pergi.


"gua benci hidup gua ren,gua benci mamah papah. kenapa sih tuhan gaadil bgt ngasih jalan hidup gua kaya gini" keluh Nayya sambil menangis.


mendengar itu Naren tersenyum dan ia melepas peluka Nayya dan mengusap air matanya.


"nayy buka mata lu,diluar sana masih banyak yang ga punya tempat tinggal dan kekurangan makanan. sedangkan lu,rumah lu enak,banyak orang yang sayang sama lu. udah yaa jangan sedih lagi" ucap Naren sambil tersenyum.


"mmmm naren... gua boleh peluk lu lagi?" tanya Nayya. Naren pun langsung merentakan tangannya dan Nayya langsung memeluk Naren.


"betah kan lu dipeluk gua" ucap Naren meledek.


"ga" Nayya langsung melepas pelukan Naren.


"makan yu,gua laper ni" ajak Naren.


"gaah gabawa duit" ucap Nayya.


"udah ayo pak duit gua,tapi berbunga ya" kata Naren


"najis rentenir" ledek Nayya.


"Nayy lu gasalah pake celana kan?" tanya Naren yang terkejut melihat celana Nayya.


"salah ren,tadi tu gua lepas control gitu terus gua langsung lari keluar rumah gitu aja" ucap Nayya.


"ni pake" kata Naren sambil melempar jaketnya.


"oh iya ren,jaket lu ada di gua satu" kata Nayya.


"simpen aja" ucap Naren


"besok deh gua balikin" kata Nayya.


"udah ayo naik,lama lu" kata Naren.


Mereka sudah sampai ditempat makan dan mereka makan dengan tenang tanpa keributan atau cekcok mulut.


"besok disekolah gua gamau liat lu murung atau sedih lagi" ucap Naren ketika berada didepan rumah Nayya.


"siap bos" kata Nayya sambil hormat.


"lu lucu kalo ga jadi cabe" kata Naren


"heh gua emang ga cabe yaa monyet" ucap Nayya.


"iyaiya,udah ya gua balik" kata Naren


"makasih ya ren,lu ati ati. see u tomorrow" kata Nayya sambil melambaikan tangannya.


"bye jangan kangen" kata Naren sambil mengacak acak rambut Nayya.


"gila" kata Nayya.