NARENDRA

NARENDRA
3



"katanya jagoan masa cuma di bersihin aja lukanya kesakitan gitu" ucap Nayya.


"kan sakit be,namanya juga luka. sakit itu manusiawi" ucap Naren tak mau kalah.


"serah deh" Nayya ngalah karna dia sudah lelah berdebat dengan Naren hari ini.


Naren memperhatikan Nayya yang sedang membersihkan lukanya.


"kalo diliat dari deket cakep juga ni bocah" batin Naren.


"udah selesai. gua mau ke kantin nii lu mau ikut atau mau nitip?" tanya Nayya sambil membereskan kotak P3K.


"udah sana aja lu makan,gua mau tidur bentar. kepala gua pusing denger suara lu yang berisik bgt dikuping gua" ucap Naren sambil merebahkan tubuhnya.


Nayya pun meninggalkan Naren dan langsung menuju kantin.


"eh luka lu ga dikompres bim?" tanya Nayya ketika sudah sampai kantin.


"gua gapapa,besok juga udah ilang" jawab Bima enteng


"Bim tapi itu bahaya,mending ayo deh ke UKS biar gua kompres es batu,kalo ga minta es batu mang rahmat aja biar gua kompres disini" tawar Nayya.


"gausah Nayy gua gapapa suer deh. udah lu mending makan" kata Bima.


"yakin Bim?" tanya Nayya.


"iya Nayy" kekeh Bima.


Rara yang melihat perdebatan itu hanya menggelengkan kepalanya. Rara sendiri bingung kenapa Nayya bisa seperhatian itu kepada orang lain,apalagi lawan jenis. kan bisa saja orang itu mengartikan lebih.


"eh btw tadi Naren kenapa bisa ribut sama yuda?" tanya Rara kepo.


"biasa si Yuda yang duluan" jawab Bima sambil mengunyah bakso yang dia pesan.


"eh si Naren sekarang dimana Nayy?" tanya Bima.


"di UKS lagi tidur,katanya kepalanya pusing denger suara gua terus gatau deh". jawab Nayya tak acuh.


                                         ~~~


Bel pulang telah berbunyi,tapi Naren belum datang ke kelas.


"eh Nayy,temenin ke UKS yu bangunin Naren" ajak Bima.


"ck sendiri aja sih Bim gua mau pulang nih" kata Nayya.


"gua takut Nayy kalo sendiri" jawab Bima.


"yaudah ayo" kata Nayya sambil berjalan mendahului Bima.


jangan tanya kemana Rara,karna gadis itu sudah pulang duluan.


"woy monyet bagun lu" kata Nayya sambil mencubit lengan Naren.


"astagfirullah kaget gua be" ucap Naren sambil mengusap dadanya.


"hahaha gua ga ngagetin lu ya" kata Nayya.


"iyaiya gua tau itu" kata Naren sambil memakai sepatu.


"apa lu" kata Nayya.


"dih aneh" ledek Bima.


"udah ah gua mau balik bye" ujar Nayya sambil meninggalkan dua curut itu.


"nayy sini dulu sebentar" panggil Bima.


Nayya pun berbalik arah dan menghampiri Bima didepan UKS.


"apa?" tanya Nayya.


"ati ati hahahhaah" kata Bima sambil tertawa.


"monyet lu" kata Nayya sambil mencubit lengan Bima.


"ayo lu balik bareng gua aja" kata Naren sambil menarik lengan Nayya.


"ga ga ga. gua mau naik ojek online aja" tolak Nayya.


"udah simpen aja tu duit buat beli skincare biar lu ga buluk buluk amat" ledek Naren.


"heh kata siapa gua buluk? orang gua shinning,shimering,seplendid gini" kata Nayya sambil mengibaskan rambutnya.


"hiii" kata Bima bergidik


"gua tampar ya lu Bim" ancam Nayya.


"galak bgt si lu Nayy. makan apa sih lu kalo dirumah?" tanya Bima denga  jahil.


"makan ati" jawab Nayya asal.


"hahaha ternyata lo sad girl ya Nayy" ledek Naren.


"diem aja lu" kata Nayya.


                                          ~~~


"ayo naik" kata Naren.


"motor lu tinggi bgt ren,rok gua kependekan ni" kata Nayya.


"ni pake" kata Naren sambil melempar jaket miliknya. Nayya pun menerima jaket itu dan langsung mengikatnya dipinggang.


jalanan sore itu lumayan padat karna sudah jam pulang kantor jadi Naren membawa motornya cukup pelan.


"lu naek motor di kayuh ya Ren?" tanya Nayya.


"hahahah ini motor ada mode kayuhnya loh,mau coba?" tanya Naren.


Nayya pun mengeplak punggung Naren dan mereka berdua tertawa.




SEE U.