
Acara selesai dan mereka bubar. Vechia turun dengan langkah gontainya, “Hei! Kenapa lagi? Aku lihat akhir-akhir ini kamu sering sekali lesu, apa ada masalah? Ayolah katakan saja padaku.”, Alice menggandeng tangannya. “Tidak, aku cuma lelah saja, lebih baik sana pulang duluan. Kamu ditunggu tuh.”, Vechia mendorong Alice kearah Carl yang sedang menyalakan mesin mobilnya. “Aku pulang ya.”, dengan riangnya Alice segera duduk di Samping Carl, merekapun meninggalkan Vechia. “Huh, lelahnya. Padahal aku tidak melakukan apa-apa.”, desah Vechia. “Vechiaa!”, seseorang memanggilnya dan ternyata itu adalah si ketua OSIS. “Yaa...”, sahut Vechia sekenanya. “Aku boleh minta tolong?”, “Minta tolong? Minta tolong apa?”.
***
Pagi yang cerah namun mendung masih menyelimuti hati Vechia . Hari ini dia harus bertugas di ruang OSIS, namun bukan mengurus keperluan siswa yang membuatnya keberatan tapi orang yang akan ditugaskan bersamanyalah yang membuatnya pusing. Dia harus bertugas bersama dengan Dante. Dante adalah pacaranya Zeffy, pria yang tampan dan cukup pintar. Dulunya Vechi a menyukai Dante namun sayang Dante lebih memilih Zeffy yang seratus kali lebih baik dari Vechia, menurut orang-orang. “Aku ke ruang OSIS dulu ya.”, Vechia pergi meninggalkan Alice yang sedang pusing mengerjakan tugas Kimia dari Mrs. Killer Aruan.
***