MY SYSTEM

MY SYSTEM
Chapter 9 - formulir pendaftaran sekolah baru (1)



~"Tidak akan. Saya tidak mau mempunyai karyawan sepertimu disini. Pak Diki tolong antar ke ruangan saya" perintah Rangga dan meninggalkan resepsionis tersebut disana.~


.


.


.


.


.


"Ini tuan Rangga, tolong diperiksa semua dokumen persetujuan kerjasama dari perusahaan lain dan menandatanganinya jika setuju" dan menyerahkan semua dokumen kepada Rangga.


Rangga sangat terkejut karena banyak sekali dokumen yang ia harus baca.


"Apa ini semuanya dokumen kerjasama dari perusahaan lain?" tanya Rangga.


"Iya tuan ini hanya sepertiga saja, masih banyak lagi dokumen di ruangan saya" jawab Pak Diki dengan sopan.


"Hah... Sepertinya sangat berat sekali menjabat di posisi ini" keluh Rangga dan memulai baca dokumen yang diberikan Pal Diki satu satu.


...****************...


"Akhirnya selesai juga" sambil merenggangkan badannya karena kaku.


"Selamat atas kerja kerasnya tuan ini silahkan diminum jusnya tuan" ucap Pak Diki dan memberikan segelas jus kepada Rangga.


"Makasih Pak Diki, oh ya tolong cari sekolah baru yang dekat dari sini dan daftarkan aku disana. Aku tidak bersekolah lagi di sekolah lama itu" ucap Rangga dan memberikan perintah ke Pak Diki.


"Tetapi kenapa tuan tidak bersekolah lagi disana? Bukannya kualitas sekolah disana sangat bagus?" tanya Pak Diki dengan keheranan.


"Itu hanya tampak luarnya saja tetapi beda di dalamnya" jawab Rangga lalu ia berdiri dan kursinya dan menyusun barang barang yang ada di atas mejanya.


Pak Diki masih kebingungan dengan dengan perkataan Rangga, dan saat itu Rangga langsung memberi perintah kepada Pak Diki. "Pak Diki semua dokumen yang tersisa di ruangan bapak, lebih baik saya bawa pulang dan saya baca di rumah nanti saya akan kasih bapak secepatnya".


"Baik tuan, akan saya ambilkan" dan langsung pergi dari ruangan Rangga untuk mengambil dokumen yang tersisa. Tidak butuh waktu lama Pak Diki datang kembali dengan membawa dokumen yang tersisa untuk ditandatangani.


"Ini tuan" dan menyerahkan dokumennya kepada Rangga.


"Terima kasih pak, saya tunggu tentang sekolahnya ya" dan hendak keluar dari ruangannya.


"Baik tuan saya akan mencarinya segera" jawab Pak Diki dan setelah itu Rangga keluar dari ruangannya dan hendak meninggalkan gedung perusahaan miliknya.


Saat sudah berada di depan pintu perusahaannya, Rangga memesan taxi online untuk ke mall dekat dari ini untuk membeli peralatan sekolah baru.


"Lebih baik aku membeli peralatan sekolah yang baru karena yang lama sudah keliatan sangat buruk, lagipula sekarang aku memiliki banyak sekali uang" pikir Rangga.


Lalu Rangga ingin melihat status dirinya sekarang dan mengucapkan "buka status".


...STATUS...


Nama : Rangga Rasendria


Kepintaran : level 2


Kekuatan : level 2


Kelincahan : level 2


Karisma : level 2


Lucky : level 2


Poin stat : 10.000


Poin utama : 12.000


Keahlian :


1.) Hacker tingkat master (level max)


Properti pribadi :


1.) Laptop tercanggih dengan RAM unlimited dan internet unlimited


2.) Pemilik perusahaan NS Group dan pemegang saham NS Group 100%


3.) Apartemen mewah di Jakarta


(Level akan naik jika tuan melaksanakan misi yang diberikan dengan baik)


"Tidak ada yang berubah" pikir Rangga.


[Tentu saja, karena hari ini tidak mendapatkan misi utama] jawab Peter.


"Eh kenapa?" tanya Rangga lewat pikiran.


[Memang aneh kenapa sangat suka sekali mendapatkan misi utama].


"Hah seterah lah yang penting aku akan berpikir untuk sekolah baru nanti" jawab Rangga dan tidak lama kemudian taxi online yang dipesan Rangga tiba.


.


.


.


.


.


Maaf ya kalo ini dibagi dua dan lanjutannya besok bakal up lagi (・∀・) makasih yang sudah baca karya gw oke see you next time 👋🏻👋🏻