
~Rangga yang mendengar suara pun terkejut sekali tetapi karena kesadarannya menghilang setelah mendengar suara tersebut.~
...****************...
"Ugh"
Rangga yang mulai kesadarannya kembali walaupun masih remang remang. Ia perlahan lahan membuka matanya dan ia melihat ruangan bernuansa putih.
"Aku ada dimana" pikir Rangga lalu melihat keadaan sekitar.
"Ternyata aku di rumah sakit. Badanku sakit sekali dan susah digerakkan" pikir Rangga lalu ia melihat suster masuk ke ruangannya.
Suster yang melihat Rangga sudah sadar, langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Rangga.
Tidak butuh lama, dokter pun datang ke ruangan Rangga dan dengan segera memeriksa keadaan Rangga.
"Akhirnya kamu sadar nak, saat kamu datang kesini tubuhmu sangat memprihatinkan sekali" ucap dokter tersebut saat mengingat keadaan Rangga sebelumnya.
"Iya dok makasih telah merawat saya" jawab Rangga dengan tersenyum.
"Tetapi saya sangat terkejut dengan perkembanganmu. Sebelumnya kondisi mu sangat memprihatinkan tetapi sekarang sudah hampir sembuh total, harusnya itu akan membutuhkan 5 hari" dokter tersebut sangat terkejut dengan kesembuhan Rangga.
"Ah mana ada dok buktinya badan saya masih sakit" jawab Rangga dengan nada bercanda.
"Mungkin ini kebesaran Allah yang telah menolong Rangga".
Dokter pun setuju dengan jawaban Rangga. Lalu dokter pun berpamitan dengan Rangga karena masih banyak lagi pasien yang ia urus.
"Baiklah saya tinggal dulu ya. Kalau ada sesuatu bisa panggil suster untuk menolongmu" dan hendak meninggalkan Rangga.
"Makasih dok" jawab Rangga dan dokter pun keluar dari ruangan Rangga.
Saat di ruangan Rangga sudah sepi, Rangga pun mengingat kembali dengan kejadian kemarin.
"Kemarin itu suara apa yang ada di kepalaku" pikir Rangga dan tiba tiba...
[Ding... Itu saya tuan]
Rangga yang mendengar suara itu sangat terkejut karena suara tersebut terdengar kembali lagi oleh Rangga.
"Siapa itu? Keluar lah sekarang" teriak Rangga.
[Ding... Maaf tuan, saya sistem yang akan membantu tuan mulai saat ini. Tuan bisa berbicara dengan saya melalui pikiran tuan saja].
"Tunggu, sistem?! Mana ada begituan di dunia ini. Itu hanya ada di novel fantasi yang pernah kubaca!" teriak Rangga lewat pikirannya.
[Ding... Mungkin iya itu sangat mustahil, tetapi saya ada di kesadaran tuan sekarang. Mulai hari ini sistem akan membantu tuan dari segala kesulitan tuan].
"Lalu darimana kamu berasal? Tidak mungkin kan berasal dari sini?" tanya Rangga.
"Dan kamu memilih ku karena aku memenuhi persyaratan yang dibuat oleh penciptamu" Rangga yang bertanya lagi ke sistem.
[Ding... Iya tuan].
"Baiklah tapi, bisakah kau hilangkan suara 'Ding' itu? Itu sangat mengganggu sekali bagiku" Rangga yang tidak nyaman dengan suara tersebut.
[**Ding... Baiklah tuan].
[Ding... Mulai mengatur ulang sistem kembali].
[Mengulang sistem dimulai... 10%... 25%... 50%... 75%... 100%].
[Selesai].
[Tuan apakah ini cukup**?].
Rangga yang senang sekali dengan suara sistem baru tersebut.
"Apa aku boleh membuat nama untukmu? Akan sangat canggung bila memanggil mu dengan sistem saja?" Rangga yang sangat ingin sekali memberi nama untuk sistem yang ia dapatkan.
[Sangat boleh tuan. Saya akan sangat senang sekali dengan pemberian nama yang tuan berikan].
"Hmm dari sekarang aku akan memanggil mu Peter. Iya aku akan memanggil mu Peter. Apa kau senang Peter?" dan penuh harap akan menyukai nama yang ia berikan.
[Saya sangat senang sekali dengan pemberian nama tuan. Tapi apa saya boleh menanyakan sesuatu pada tuan?!].
"Tentu saja! Memangnya kau akan bertanya hal apa?" jawab Rangga dengan antusias.
[Kenapa tuan memberikan nama saya Peter?].
"Ahh aku memberi namamu Peter karena kamu mengingatkan ku dengan kartun yang dimana sebuah peri yang mengajak temannya ke tempat yang penuh keceriaan" jawab Rangga dengan ramah.
[Baik tuan saya mengerti].
Rangga pun langsung tersenyum dan ia merasa hari ini hanya mimpi baginya.
.
.
.
.
.
Akhirnya bisa update juga (/^▽^)/, makasih yg sudah baca karya gw saat ini ok see you next time 👋🏻👋🏻