MY SYSTEM

MY SYSTEM
Chapter 10 - formulir pendaftaran sekolah baru (2)



~"Hah seterah lah yang penting aku akan berpikir untuk sekolah baru nanti" jawab Rangga dan tidak lama kemudian taxi online yang dipesan Rangga tiba.~


.


.


.


.


.


"Makasih Pak ini uangnya" dan menyerahkan selembar uang merah.


"Sama sama Mas ini kembaliannya" jawab sopir taxi online tersebut namun saat memberi uang sisanya Rangga, Rangga langsung menolaknya dan berkata,


"Buat Bapak saja saya ikhlas kok" sambil memberi isyarat tangan untuk menolak menerima uang sisanya.


"Terima kasih Mas semoga berkah dan rezeki Mas lancar" kelihatan sopir taxi online tersebut sangat senang sekali.


"Aminn, Pak saya pergi dulu ya Assalamualaikum" Rangga yang keluar dari taxi online tersebut.


"Waalaikumsalam hati hati Mas" jawab sopir taxi online tersebut dan meninggalkan Mall tersebut.


Saat Rangga masuk ke dalam Mall tersebut, Rangga langsung mencari toko baju sekolah lalu toko sepatu dan terakhir toko tas dan peralatan alat tulis sekolah.


Rangga membeli banyak kebutuhan sekolah untuknya karena selama ini ia dibatasi oleh panti asuhannya yang lama karena takut akan menimbulkan banyak biaya.


Tetapi saat Rangga mendatangi toko sepatu, ia mendapatkan kejadian yang tidak menyenangkan karena kurangnya pelayanan dari toko tersebut.


Flashback On!


"Baju seragam sudah sekarang beli sepatu dan juga tokonya pun dekat sekali" batin Rangga.


Rangga pun mendatangi toko sepatu terdekat dari posisinya sekarang, tetapi saat Rangga hendak masuk ia ditahan masuk karena penampilannya sekarang.


"Mohon maaf kami tidak menerima pengemis di toko kami" ketus pelayan toko tersebut karena ia melihat penampilan Rangga.


"Maaf Mbak saya kesini bukan mau mengemis, tetapi saya ingin melihat lihat sepatu disini" jawab Rangga dengan sabar.


"Hah kenapa begini lagi sih" keluh Rangga karena sudah dua kali dia bertemu orang semacam ini.


"Baiklah kalau begitu saya akan mencarinya sendiri disini" dan meninggalkan pelayan toko tersebut dan mencarinya sendiri.


Setelah sepuluh menit berlangsung, Rangga sudah memutuskan untuk membeli sepatu yang dia inginkan dan membawanya ke kasir.


Saat Rangga sudah berada di tempat kasir, Rangga mendapatkan pelayanan yang kurang baik lagi. Karena antrian mereka direbut oleh orang kaya dan membawa pacarnya yang terlihat sangat material.


"Eh orang kampungan minggir! Gue duluan yang dilayanin!" sambil mendorong Rangga ke belakang lalu menyerahkan barang belanjaannya ke kasir.


"Baik tuan saya akan lakukan dan memang orang itu tidak punya otak sama sekali disinj" jawab petugas kasir tersebut sekaligus menyindir.


Rangga sangat tidak terima sekali dengan pelayanan dan penghinaan disini. Rangga langsung membela dirinya.


"Kenapa pelayanan toko disini sangat buruk! Dari awal ku datang hingga pembayaran pembeli seperti aku tidak dilayanin sebaiknya".


"Heh! Orang seperti kamu tidak usah belagu sok kaya! Makan aja susah apalagi membeli barang disini! Tentu saja kami tidak akan melayani pembeli sepertimu!" jawab petugas kasir tadi.


Rangga pun semakin terbakar emosi karena perkataan petugas kasir dan berkata "Oh baiklah aku akan pergi tapi ingat! Besok toko ini akan pindah tangan kepadaku! Dan aku akan memecat karyawan sepertimu!" ancaman Rangga yang tidak menerima sama sekali dirinya dihina seperti ini.


"Hahahaha mana mungkin orang miskin dan kampungan sepertimu akan membeli toko ini! Jangan terlalu bermimpi heh" hina petugas kasir tersebut.


Rangga hanya tersenyum kecil lalu membalik badannya dan saat hendak meninggalkan tokk tersebut. "Baiklah liat saja nanti" jawab Rangga dan meninggalkan toko tersebut.


.


.


.


.


.


Yoo maaf kalau baru up karena gue sibuk ama urusan sekolah dan bari aja gw selesai uprak dan nanti kamis gue akan mengikuti UAS juga. Pasti mengertilah posisi di kls 12 sma yang di bulan ini sangat sibuk sekali bahkan super sibuk. Makasih yang sudah membaca karya gue dan menunggu karya ini up ok see you next time 👋🏻👋🏻