MY SYSTEM

MY SYSTEM
Chapter 8 - Pengemis?!



~"Makasih pak kalau gitu saya pergi dulu ya" jawab Rangga dan meninggalkan Pak Andi dan sekolah tersebut.~


.


.


.


.


.


Tidak lama juga, hp milik Rangga pun bergetar dan mendapatkan sebuah panggilan telepon dari seseorang. Rangga langsung mengambil hpnya dan mengangkat telepon itu.


"Halo dengan siapa ya?" tanya Rangga.


"Maaf tuan Rangga saya Diki" jawab dari telepon tersebut.


"Ah Pak Diki ternyata maaf saya belum menyimpan nomor bapak" jawab Rangga.


"Tidak apa apa tuan, apa tuan mempunyai waktu senggang nanti siang? Tuan harus menandatangani beberapa surat penting disini?" tanya Pak Diki melalui telepon.


"Bisa kok tinggal Pak Diki kirim alamatnya dan saya akan datang sekarang".


"Baik tuan saya akan kirim alamatnya" dan memutuskan sambungan teleponnya.


Setelah itu Rangga mendapatkan mendapatkan email dari Pak Diki yang berisi alamat yang akan didatangi oleh Rangga.


"Ternyata dekat dari sini. Lebih baik aku pergi kesana sekarang, setelah selesai urusan disana aku akan mengurusi urusan sekolahku" pikir Rangga dan Rangga pun langsung memesan ojek online untuk pergi kesana.


Setelah 5 menit menunggu tibalah jemputan ojek online yang dipesan oleh Rangga.


"Permisi dek apa adek yang bernama Rangga?" tanya ojek online tersebut.


"Iya bang saya sendiri" jawab Rangga dengan sopan.


"Silahkan naik dek dan ini helmnya" dan memberikan helm kepada Rangga.


Rangga langsung menerima helm tersebut dan langsung memakainya, setelah itu Rangga langsung menaiki motor tersebut dan jalan ke tempat tujuan.


Setelah sampai di tujuan, Rangga sangat terkejut dengan gedung perusahaan miliknya itu.


Bahkan ojek online pun bertanya kepada Rangga karena agak tidak percaya akan alamatnya.


"Maaf dek apa ini benar alamatnya?" tanya ojek online dengan terheran.


"Iya bang dan ini uangnya ya bang dan ambil aja kembaliannya buat abang" dan mengeluarkan uang untuk membayarnya.


"Makasih dek semoga tambah berkah ya" jawab ojek online tersebut dengan senang.


"Amin bang makasih ya bang saya puas dengan layanan abang".


"Kalau gitu saya pergi dulu ya dek Assalamualaikum" dan pergi meninggalkan Rangga.


"Waalaikumsalam" jawab Rangga dan berjalan masuk ke dalam gedung perusahaan tersebut.


Saat Rangga memasuki gedung perusahaan tersebut, Rangga sangat kagum sekali melihat interior ruangan disini dan tampak berbeda dengan keadaan diluar.


Setelah Rangga sudah cukup melihat kekaguman ruangan ini, Rangga langsung mendatangi tempat resepsionis disana dan meminta untuk memberitahu Pak Diki bahwa ia telah berada disini.


"Maaf mbak apa mbak bisa menolong saya sebentar?" tanya Rangga dengan sopan.


"Mau apa kamu apa disini? Disini tidak membuka lowongan kerja untukmu" jawab resepsionis tersebut dengan ketus.


"Ah bukan mbak saya disini ingin bertemu dengan Pak Diki saja" jawab Rangga dengan sabar walaupun tadi resepsionis tersebut sedang menghina dirinya.


"Apa? Mau bertemu dengan Pak Diki? Maaf ya memangnya siapa kamu? Kamu ini bukan siapa siapanya Pak Diki tau! Jangan mengemis disini dasar pengemis gak tau diri!" jawab resepsionis tersebut dengan menghina Rangga.


"Jadi begini kah sikap resepsionis disini yang sangat suka menghina orang lewat penampilannya saja" Rangga yang sudah tidak tahan dengan hanya sabar.


"Memangnya kenapa? Memang kamu tidak pantas untuk bertemu dengan Pak Diki" Resepsionis yang tidak suka dengan perkataan Rangga tadi.


"Aku tekan kan dalam 1 menit ini kau akan kehilangan pekerjaanmu sekarang" Rangga yang memberi perhatian keras terhadap resepsionis tersebut.


"Hah mana takut?! Yang ada kamu akan pergi dari sini" jawab resepsionis tersebut dengan percaya diri.


Rangga yang mendengarnya langsung mengambil hp miliknya dan menelpon seseorang disana.


"Aku tunggu di meja resepsionis depan dalam waktu 1 menit kalau tidak aku akan memecatmu sekarang juga!" perintah Rangga dengan tegas dan langsung memutuskan telepon tersebut.


"Heh sungguh pintar sekali aktingmu ini. Aku tidak percaya dengan ucapanmu tadi" jawab resepsionis tersebut yang masih dengan percaya diri.


Tidak lama kemudian turunlah Pak Diki beserta anak buahnya untuk menemui Rangga disini. Resepsionis yang melihat Pak Diki itu pun langsung memberi hormat dengan sigap.


"Selamat siang Pak Diki dan mohon maaf saya sedang mengurusi pengemis ini yang meminta untuk bertemu dengan bapak" penjelasan Resepsionis tersebut namun penjelasan resepsionis tersebut membuat Pak Diki marah karena penjelasannya.


"Apa maksudmu dia adalah pengemis?" tanya Pak Diki ke resepsionis tersebut.


"Tentu saja penampilannya pak. Mana mungkin pemuda penampilan tersebut ingin menemui bapak disini" jawab resepsionis tersebut dengan biasa saja.


Pak Diki yang mendengar itu pun langsung menampar pipi resepsionis hingga terjatuh. Pak Diki sangat marah sekali dengan perkataan resepsionis tadi.


"Pengemis yang kau bilang ini adalah yang mempunyai perusahaan disini! Saya hanya bekerja dengan saja tetapi kenapa kamu menghina Bos mu sendiri!" teriak Pak Diki.


"Degh" resepsionis tersebut dengan terkejut jika orang yang dihinanya merupakan pemilik bos di perusahaan ini.


"Aduh gimana nasibku ini sekarang" pikir resepsionis tersebut.


Saat Pak Diki sedang memarahi sikap resepsionis tersebut, Rangga langsung mengeluarkan suaranya untuk menghentikan kemarahan Pak Diki disana.


"Mohon tunggu sebentar Pak Diki. Karena saya tidak ingin mempunyai karyawan yang suka sekali menghina orang rendah, saya ingin bapak memecatnya dia dan pergi dari perusahaan ini" perintah Rangga.


"Baik tuan. Kamu sudah mendengarnya kan? Kemarin barangmu dan pergi dari sini! Saya akan membayar gajimu bulan ini juga" perintah Pak Diki.


Resepsionis tersebut terkejut dengan perintah Pak Diki dan langsung meminta maaf kepada Rangga untuk tidak memecatnya.


"Maaf tuan saya mohon jangan memecat saya dari pekerjaan ini" dengan nada memohon kepada Rangga.


"Tidak akan. Saya tidak mau mempunyai karyawan sepertimu disini. Pal Diki tolong antar ke ruangan saya" perintah Rangga dan meninggalkan resepsionis tersebut disana.


.


.


.


.


.


Maaf ya baru up karena sebulan ini penuh banget dengan kesibukan real life dan juga menjalankan PAS juga selama seminggu. Mungkin gw akan jarang up sampe tgl 17 karena tangg segitu aku tidak mempunyai kesibukan banget di real life kayak sekrang. Makasih yang sudah baca karya gw ok see you next time 👋🏻👋🏻