My Sugar Baby Wife

My Sugar Baby Wife
sayangnya mas bian



Tangisan kahiyang begitu pilu dan menusuk  sampai ke hati bian, ingin sekali rasanya bian membakar hidup hidup setiap orang yg menyakiti istri mungilnya ini, bian tidak memeluk kahiyang, ia hanya memgusap usap punggungnya kahiyang, ia ingin merasakan kesakitan yg iyang rasakan.... Dan ia bersumpah bahwa ini kali terakhir kahiyang menangis,Bian pun beranjak dari duduknya, dengan membawa kahiyang di pangkuannya, segera bian merebahkan kahiyang di ranjang,setelah itu bian ikut tidur miring menghadap kahiyang dengan tumpuan tangan kiri.... Tangan kanannya terus mengusap puncak kepala kahiyang dengan sorot mata yg saling bertatapan, sementara kahiyang menangis... Setelah lebih dari 15 menit kahiyang menangis, akhirnya tangisannya berhenti.


"Sayang, kamu ga usah dengerin kata kata yg di ucapkan tante rina" Ucap bian sambil menenangkan kahiyang.


"Tapi ucapan tante sama dengan ucapan ayah.... Jangan jangan mas tau lagi siapa iyang" Ucap kahiyang serak, bian hanya diam sambil menghela nafas...


"Tuh khn mas bian menyembunyikan sesuatu, iyang ga suka di bohongi mas" Ucap kahiyang dengan mata berkaca kaca...


"Aku ga bohong sayang, aku cuma ga mau kamu menderita dan tersakiti lagi sayang" Ucap bian yg berusaha menenangkan istrinya...


"Ya uda cerita, iyang mau tau siapa iyang" Ucap kahiyang merengek.... Lagi lagi kahiyang menghela nafas lalu...


"Ayah kamu dlu kerja jd penambang liar di batam, di satu waktu ayah kamu 2 tahun ga plng juga ga kirim uang, sehingga simpanan uang ibu kamu lama lama menipis lalu abis, tidak ada sanak famili yg membantu karena ayah dan ibu kamu sebatang kara.... Habisnya simpanan ibu kamu mengharuskan ia untuk bekerja, dan ia memilih jadi asisten rumah tangga" Ucap bian panjang lebar sambil mengusap usap rambut panjang sang istri.


"Kebetulan ada lowongan kerja jadi asisten rumah tangga, disebuah keluarga, yg naasnya ketika ibu kamu bekerja terjadi pelecehan padanya" Ucap bian menghela nafas sebentar lalu...


"Pelecehan...? " Tanya kahiyang...


"Ibu kamu diperkosa sebanyak 2 kali sampai ibu kamu hamil lalu dipecatlah ibu kamu dengan diberikan uang kompensasi uang, disaat plng ke rumah, ayah kamu juga plng dan langsung menuduh ibu kamu jual diri tanpa mendengarkan penjelasan yg diberikan ibu kamu" Ucap bian...


"Jadi aku bukan anak kandung ayah? " Tanya kahiyang.... Bian hanya mengangguk...


"Mas tau dr mana ? Mas ketemu dengan ayah biologis iyang? " Tanya kahiyang..


"Mas suruh ryan mencari latar belakang kamu, bidan yg membantu proses kelahiran kamu yg cerita kisah ini, kebetulan bidannya temen ibu kamu, dan ibu kamu cerita semuanya pada bidan itu, sesaat sebelum ibu kamu meninggal pasca melahirkan, tadinya kamu akan diadopsi oleh bidan, tp ayah kamu membawa kamu pergi" Ucap bian panjang lebar...


"Mas tau siapa ayah biologis aku? " Tanya kahiyang, bian hanya mengangguk


"Mas ga jijik sama aku? " Tanya kahiyang dengan nada sedih..


"Apa maksudnya kamu tanya gitu? " Tanya bian dengan nada sedikit kesal.


"Iyang hasil dari perkosaan,pantesan ayah selalu menyebut iyang anak haram ternyata betul" Ucap kahiyang dengan nada bergetar menahan tangis..


"Kamu jgn ngaco deh, jelas jelas aku yg perawanin kamu, mana ada aku jijik, klo aku jijik, ga bakalan aku tidurin kamu berkali kali juga selalu minta nambah" Ucap bian vulgar dan itu membuat hati kahiyang menghangat...


"Tidak ada yang namanya anak haram.. Yg haram itu perbuatan ayah biologis kamu,jangan pernah ada pikiran kayak gitu lagi "Ucap bian..


"Boleh ga iyang ketemu ayah biologis iyang? " Tanya kahiyang.


"Jangan sekarang sekarang ya sayang, emosi kamu blm stabil, mas ga mau liat kamu nangis lagi, mas ga mau liat kamu terluka, hati mas sakit banget liatnya, kayak diukir pake pisau tau ga" Ucap bian dengan nada sedih...


"Ih mas bian ngegombal.... " Ucap kahiyang malu.. Sekaligus terharu


"Mas serius sayang, ini terakhir kali kamu menangis dan bersedih ok.. Kedepannya apapun yg terjadi, sekecil apa pun masalah kamu, cerita sama mas, begitu juga mas akan cerita apapun itu" Ucap bian lembut.. Kahiyang pun mengangguk lalu mengecup bibir sang suami...


"Mas tadi masuk lewat mana? " Tanya kahiyang..


"Lewat atap, pake helikopter terus loncat ke balkon" Ucap bian


"Ih mas bian bahaya tau " Ucap kahiyang sebel, sambil memukul-mukul dada bian.


"Abis mas takut kamu kenapa kenapa takut kamu pergi lagi" Ucap bian dengan nada manja.


"Siapa yg mau pergi" Ucap kahiyang jengah...


"Mas masih takut, kamu bakalan pergi ninggalin mas lagi"ucap bian


Kahiyang memandangi kedua mata bian, terlihat jelas seberkas kesedihan yg mendalam ketika bian mengucapkan kalimat tersebut


Mendengar janji kahiyang, dengan seketika saja kedua mata bian berbinar dalam sekejap kahiyang sudah dalam kungkungannya kembali, bian menindihnya  dan mulai mencumbunya lagi.... Dan lagi... Meluapkan Rasa takut  kehilangan sang istri...(takut apa doyan om🤤🤤🤤)


"ma...mana om?"tanya tisa.


"tuh....lagi masak "jawab rachel sambil menunjuk ke arah dapur.


"tadi tisa masuk ke kamar om,liat iyang tidur tanpa baju ma.."ucap tisa sambil cekikikan.


"tumben om kamu masak,biasanya mana sempat masak,orang kadang makan aja terlewat"ucap rachel menjelaskan...


"kalian uda makan?"tanya bian.


"udah om...udah jam 9 mlm juga,yang blm iyang tuh om,td makan siang cuman makan salad aja"ucap tisa..


"iyang ga apa apa khan ka....tisa tadi cerita semuanya,tante rina keterlaluan"tanya rachel cemas.


"terus itu apa maksudnya tante rina ngomong gitu"ucap tisa kesal...bian pun menceritakan siapa diri kahiyang sebenarnya.


"iyang tau masalah ini kak?terus gimana reaksi iyang?"tanya rachel


"iyang sudah tau.....dia sempet nangis  tp skr uda tenang"ucap bian.


"tante rina sampai berani gitu sama kita....."ucap rachel.


"kaka curiga  dia terprovokasi oleh zaskia...secara dia adalah ponakannya raisa"ucap bian.


"kakak serius khan sayang sama iyang?"tanya rachel ragu.


"tentu kakak serius,klo ga...kenapa kaka terus menginginkan dia tiap saat...."ucap bian sewot.


"slow om.....mama cuman tanya doanx"ucap tisa.


"iya kak...akar permasalahannya di raisa,dia memutarbalikan fakta dan menjadikan dirinya sendiri menjadi objek penderita,kasian iyang ......kakak harus lakukan sesuatu"ucap rachel.


"saya sudah suruh ryan  mencari celah untuk menghancurkan zaskia juga raisa serta membuat malu keluarga om welly,mereka sudah mengusik ketenangan keluarga kita"ucap bian.


"permisi tuan makanan nya sudah mateng"ucap kepala pelayan.


"tolong sajikan di meja makan,saya mau bangunkan iyang dlu"ucap bian,


"baik tuan....."jawab kepala pelayan.


*** 15 menit kemudian  ***


"akhirnya lu turun juga,hewir tau gue td panggil panggil lu ga jawab,mana lu kunci pintunya,mana grendel pintu lu kunci juga,kayak anak perawan yg takut diintip tau gak"cerca tisa kesal..


"ih emang gue anak perawan..."ucap kahiyang sambil duduk di kursi makan.


"anak perawan dari mana,tiap hari,tiap saat lu ena ena  mulu sama om gue"ucap tisa,kahiyang hanya terkekeh sambil menyiapkan makan buat bian.


"udah udah...jangan berisik,biarin mereka makan"lerai rachel.


"iyah nih ganggu aja keponakan ku yg satu ini,tante kamu khan capek,lapar lagi"ucap kahiyang yg mulai lebay..


"amit amit lu.....tante dari hongkong,....eh iya ya lu tante gue ya...hadeuh hadeuh.....celaka 12 nih"ucap tisa sambil menepuk kening,kahiyang pun tertawa lepas,sementara bian dan rachel hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka