
"Saya mohon... Klo pun saya harus membayar, saya akan membayar dengan jumlah banyak.... " Ucap bian sambil bersujud dengan kedua tangan menyerahkan dokumen tentang raisa, alfin juga markas mereka yg di pelabuhan macau.....
Seorang pemimpin dr wijaksono bersujud.... Bersimpuh memohon pertolongan.....tak berdaya,semuanya ia lakukan demi keselamatan sang bayi dan istri. Bima sakti angkara mengambil dokumen yg berada di tangan bian lalu membaca nya.... Bian kemudian berdiri...
"Angga.... Siapkan 300 anak buah, kita akan menyerbu group kao long.... Dia menyandera darah daging bima sakti angkara. . Siapkan semua persenjataan kita... Saya kasih waktu 1 jam" Ucap bima.
"Baik bos..... " Ucap angga..
"Kalian ikut saya, kita harus siap siap untuk proses penyelamatan" Ucap bima. Bian dan yg lain mengikuti bima. ..
Sementara itu di salah satu gedung sekitar pelabuhan macau, raisa menyuruh orang untuk menyiram tisa dan kahiyang yg pingsan... Beberapa kali mereka menyiramnya sehingga pada akhirnya tisa dan kahiyang sadar. ...
"Tisa.... Kamu ga apa apa? " Tanya kahiyang sambil meringis, tisa hanya menggeleng lalu tisa teringat bayi yg ada di perut kahiyang...
"Ponakan gue...... " Ucap tisa terkejut dan baru sadar kalau kahiyang terus memegangi perut dengan mimik kesakitan...
"Lu apain kahiyang brengsek.... " Ucap tisa marah....
"Hanya terapi kehamilan aja.... " Ucap alfin sambil tersenyum sinis....
"Lu berani sentuh iyang dan bayinya.... Gue pastiin ini terakhir kali lu hidup" Ancam tisa marah....
"Ga akan ada yg selamatkan kalian, daerah ini diluar jangkauan bian.... kalian harus tau,bian tidak akan pernah bisa sentuh saya....dan satu lagi,saya ga akan bunuh kalian,saya hanya akan bunuh bayi yg berada di rahim kamu kahiyang" Ucap raisa tenang...
"jangan sentuh bayi saya...."teriak kahiyang lantang dengan kedua tangan memeluk perutnya...
"jangan macam macam kalian....."teriak tisa melindungi kahiyang....
lagi lagi alfin menyuruh partnernya menyeret dan memisahkan tisa, supaya alfin bisa dengan mudah menyakiti kahiyang,beberapa kali kahiyang ditampar,dijambak.. dan setiap alfin hendak memukul perut kahiyang, yg iyang lakukan mengkerutkan badannya sehingga pukulan alfin mengenai bahu....dengan terkekeh juga air mata berlinang,kahiyang berusaha bertahan,baginya ini adalah hal yg sudah biasa.
"ternyata kamu gila sayang......."ucap alfin
"dipukuli adalah makanan ku sejak kecil.....apa tenaga kau cuman segitu"ucap kahiyang sinis...
"iyang diem.........berisik...."ucap tisa menangis keras....tisa marah dan kasian melihat kahiyang disiksa tp ia tidak bisa melindungi sahabatnya.
"brengsek kamu......."teriak alfin sambil menampar kahiyang dengan sekuat tenaga sehingga tubuh kahiyang yg kecil terlempar cukup jauh.... lagi lagi yg kahiyang lakukan hanya memejamkan mata,kedua tangan yg berada di perut sambil membayangkan sang suami yg memeluknya...
"jangan... *******......"teriak tisa berontak....
sekuat tenaga kahiyang bangkit dan berdiri tegap dengan mimik muka meremehkan,tersenyum angkuh...
"perempuan sialan...tubuhnya masih bisa bertahan....."ucap raisa sinis
raisa mengambil balok dan lari menuju raisa dengan sekuat tenaga ia melemparkan balok besar ke arah kahiyang,disaat bersamaan ada yg memeluk kahiyang,dan mendekapnya erat....disaat itu kesadaran kahiyang melemah dan akhirnya pingsan.
"kalian..................."ucap bian sambil memeluk erat sang istri,beruntung ia segera menghindar sambil memeluk kahiyang jadi balok besarnya tidak mengenai sang istri maupun bian....
"apa yg kalian lakukan disini.....angkara....jangan ikut campur kamu,ingat perjanjian kita,jgn macam di wilayah saya"ucap kao long marah.
"kamu telah menyakiti dan menyiksa juga menyadera darah daging saya...."teriak bima sakti angkara....
"kalian sudah terkepung,kao long.....anak buah mu sebagian sudah saya lumpuhkan,sebaiknya kamu tidak ikut campur ,urusan ku cuman dengan mereka,jadi menyingkirlah"perintah bima..
karena adanya perjanjian diantara mereka,kao long pun akhirnya pergi beserta anak buahnya,tersisa raisa,alfin beserta ke 20 orang centengnya alfin....ke 300 anak buah bima mengelilingi alfin,raisa dan ke 20 orang centeng.....
"saya mau kedua orang itu dalam keadaan hidup om"ucap bian dengan nada bergetar.bima hanya mengangguk....hitungan detik mereka pun dapat dilumpuhkan ke 20 centeng mati seketika...
"sayang....bangun sayang,maaf masnya telat........sultan...."ucap bian bergetar menahan nangis dengan airmata yg mengalir....sultan yg sedang mendekap tisa langsung menyerahkan tisa ke ryan dan setelah itu sultan segera memeriksa kahiyang,keadaan kahiyang begitu menggenaskan banyak sekali luka yg terlihat...
"kita bawa skr,dia butuh cairan,saya takut bayinya kenapa napa,terjadi banyak benturan...."ucap sultan
"baik bos...."ucap angga...
dengan 50 anak buah ia pun mengamankan raisa dan alfin,sementara ke 250 anak buah bima mengawal proses evakuasi kahiyang dan tisa ke rumah sakit....dirumah sakit suasana mencekam,di ruang ICU...detak jantung kahiyang sempat berhenti,setelah menangani tisa,segera sultan ikut dalam proses penindakan kahiyang....
bian marah besar,ia berontak,ngamuk ketika detak jantung kahiyang tidak juga merespon,pdhl sultan dan tim dokter rumah sakit macau berusaha melakukan tindakan penyelamatan..... karena putus asa bian pun bersimpuh ....
wajah menunduk dan memanggil manggil kahiyang...bima yg melihatnya ikut sakit dan mengeluarkan air mata.....di usaha sultan yg terakhir membuahkan hasil....jantung kahiyang kembali berdetak.......dan kahiyang pun selamat,tp tidak dengan bayinya....setelah dicek ber ulang ulang,kahiyang kehilangan bayinya akibat benturan sangat keras.....
"om....saya mau ketemu alfin dan raisa....."ucap bian dingin.
"kamu jaga istri mu dlu saja, kamu harus tenang ,mereka sudah ada dimarkas...fokus dengan kahiyang dlu"ucap bima
"om bima bener bian.....tunggu kahiyang dlu...."ucap ryan....
"saya sudah tidak sabar menyiksa mereka...."ucap bian dingin.
"ayo kita siksa mereka...saya akan taruh 200 anak buah saya dsini untuk melindungi kahiyang...."ucap bima.
"ryan...tolong jaga kahiyang sebentar,klo sudah boleh keruangan,tolong satukan dengan tisa"ucap bian...
"pergilah....."ucap ryan....
"mark ayo,,,kita hukum mereka"ucap bian,mark pun mengangguk....mereka pergi mengikuti bima dan 50 anak buahnya....menuju markas bima.
# markas bima #
"mereka dimana?"tanya bima...
"didalam bos,pingsan,td mereka sempet berontak jadi saya pukul sampai pingsan,termasuk yg cewek"ucap angga
"bagus...."ucap bima puas....kemudian mereka masuk ke ruangan penyiksaan
"siram mereka sampai sadar..."ucap bima datar...segera angga menyiram raisa juga alfin beberapa kali sampai sadar...kondisi raisa dan alfin begitu menyedihkan....muka yg sudah dipenuhi luka juga bengkak akibat pukulan dr anak buah bima.....
"bian....tolong maafkan aku....aku mohon lepaskan aku"ucap raisa sambil menangis...bian hanya diam ditempat sambil menatap tajam kearah raisa,bima melangkah maju mendekati raisa,
tanpa kata ia menjabak rambut raisa sehingga raisa menjerit kasakitan lalu ia memukul perut raisa berkali kali,dengan amarah yg meluap,membayangkan anak perempuannya terluka gara gara perempuan ini.....
"percuma om pukuli,kalo sasarannya merusak rahim ga akan mempan"ucap bian datar
"sialan kamu...."teriak alfin....
"kalian tau...anak saya meninggal gara kalian"teriak bian murka....sambil menonjok muka alfin berkali kali......
"angga hubungi dokter pribadi saya,suruh dia menghancurkan rahim perempuan ini di ruangan sebelah"ucap bima dengan tersenyum
"jangan.......kumohon jangan......."teriak raisa sambil menangis.
"apa yg harus saya lakukan sama laki laki ini"tanya mark sambil menunjuk kearah alfin...
"dia sudah memukuli dan menendang kahiyang....bikin dia lumpuh.....siksa sia sampai dia sendiri sudah tidak sanggup hidup...bikin dia gila...."ucap bian
"baik...."jawab mark singkat.
"angga....bantu pria ini dalam proses eksekusi...lakukan dengan rapih,obati luka luka memar mereka,jgn ada tanda tanda kebiruan,setelah itu kirim mereka ke rumah sakit jiwa,lalu suruh rumah sakit jiwa menghubungi keluarga mereka"ucap bima
"baik bos"ucap angga.
"ayo kita kembali ke rumah sakit barusan ada chat dari anak buah saya,istrimu baru saja sadar"ajak bima,bian pun mengangguk,segera mereka menuju rumah sakit.