
Setelah kejadian tadi. Aku dan Ka Adrian hanya terdiam sepanjang perjalanan. Masa benar sih kata Riana kalo Ka Adrian suka sama aku. Ya kali kisah gua kaya di novel-novel. Jika pun aku memiliki alur hidup seperti kisah novel aku mah maunya punya pacar baik dan perhatian , bukan kaya Ka Adrian yang ternyata kasar dan mulutnya pedas kaya seblak Mak Ali.
Sedari tadi aku dan Ka Adrian masih berada di dalam mobil dan belom sampai rumah karena terjebak oleh kemacetan. Jujur sekarang ini aku benar-benar awkward banget sama Ka Adrian, makanya cuman ada keheningan doang. Hadeh, Lama-lama aku ganti nama jadi Awkdar pesaingnya Awkarin.
Tak lama adzan Maghrib terdengar berkumandang tetapi kami masih terjebak macet. Aku mengedarkan pandanganku untuk mencari masjid terdekat.
" Ka, boleh kita berhenti dulu di masjid depan aku mau sholat Maghrib ka " Pintaku pada Ka Adrian.
"Sholat?" Ka Adrian menolehkan pandangannya padaku.
"Iya, kenapa ka?" Tanyaku heran. Masa mau sholat aja dia pake nanya.
" Kenapa ga di rumah aja?" Ka Adrian kembali bertanya.
" Kehabisan waktu nanti ka" Balasku.
" Oke"
Ka Adrian kemudian langsung membelokkan ke masjid yang ku tunjukkan padanya tadi.
"Ayo ka sholat dulu" Ajakku padanya.
" Kamu aja, kakak disini aja" Balasnya cuek.
" Lho, kok gitu ka?. Kita kan muslim udah sepatutnya harus sholat dong" Ucapku.
Ia menolehkan kepalanya dan menatapku. Aku yang gugup hanya diam saja.
" Yaudah, Dara sholat dulu ka" Ucapku supaya bisa menghindar darinya.
" Tunggu!" Ka Adrian menahan lenganku, " Kakak ikut" Lanjutnya.
"O..oke.."
Kami berdua turun bersama dari mobil dan menuju ke dalam masjid. Aku setelah melepas sepatu segera pergi ke tempat wudhu wanita begitupun ka Adrian yang pergi ke tempat wudhu laki-laki.
Ketika aku sudah selesai wudhu dan akan memakai mukena Ka Adrian tiba-tiba datang dan membuat para ibu-ibu yang juga berada disini kaget.
" Lho, Ka Adrian ngapain" Tanyaku panik.
" Mau sholat lah" Balasnya santai.
" Ihs, ga boleh lelaki di shaf perempuan"
Tiba-tiba ada ibu yang datang menegur Ka Adrian " Mas ngapain kesini? Shaf laki-laki itu di depan mas" Tegur ibu itu.
Ka Adrian hanya menatapku saja. Aku yang tidak enak hati langsung meminta maaf.
" Maafin kakak saya ya Bu" Ucapku tidak enak.
" Hahaha engga kok Bu" Balasku.
Aku mengkode Ka Adrian dengan mataku supaya ia mengikuti ku.
" Saya permisi dulu ya Bu" Pamitku sopan.
Aku mengajak ka Adrian ke dekat pintu masuk masjid.
" Ka Adrian kok ikut sholat sama perempuan?" Tanyaku lembut.
" Aku ga pernah sholat" Balas Ka Adrian yang membuatku kaget. Padahal Tante Karin yang ku lihat suka sekali sholat kenapa Ka Adrian tidak pernah.
" Ka Adrian..."
"Aku Islam, tapi aku lupa cara sholat" Balasnya seperti tahu apa yang akan ku katakan.
" Ka Adrian nanti ikutin aja cara bapak-bapak di depan sholat ya" Ucapku memberitahu nya.
" Tapi aku ga tau mereka baca apa" Balas Ka Adrian lagi.
" Udah Ka Adrian baca Al-fatihah aja" Jujur saja aku tidak ahli untuk mengajari orang dalam urusan agama.
" Nanti ku beri tahu pas di rumah, yang penting ka Adrian sekarang ikutin aja bapak-bapak di depan dulu ya"
" Baik" Balasnya sambil pergi dari hadapan ku.
Aku menatap kepergian ka Adrian dengan raut heran. Kenapa bisa ka Adrian lupa cara sholat?. Aku kembali masuk ke dalam masjid karena sholat berjamaah akan segera di mulai.
***
Kini aku dan Ka Adrian berada di dalam mobil. Kami akan melanjutkan perjalanan untuk pulang. Aku melihat ke arah Ka Adrian yang fokus menyetir. Ingin sekali bertanya mengapa ka Adrian sampai lupa cara sholat.
" Emm, maaf ka Adrian , kenapa..."
" Aku ga pernah sholat semenjak Papahku meninggal" Balasnya yang seperti tahu lagi apa yang akan ku ucapkan.
" Kenapa ka?" Tanyaku pelan.
Ia memandangku datar, " Nothing you need to know" Balasnya kembali fokus pada jalanan.
Aku kembali menutup mulutku. Ya ku pikir tidak seharusnya aku ingin tahu masa lalu ka Adrian.
Hingga 1 jam kemudian kami pun sampai di rumah. Sebenarnya dari sekolahku ke rumah hanya sekitar 30 menit. Tetapi karena tadi kami memutar balik dan terkena macet parah, Alhasil sampai rumahnya lebih lama apalagi di tambah tadi berhenti dulu dua kali.
###
continue.untuk sebelumnya, aku itu disini jarang baca-baca novel yang lain tapi kalo kalian promosi in syaa Allah aku bakalan support kalian ya. maaf juga aku ga bisa promosi cerita ini, jadi tolong buat yang baca promosikan cerita aku ya🙏. nulis it's my hobby, kalau ada kritik dan saran bisa langsung sampai ke aku ya.