
" Dara, bangun nak sudah pagi" Suara ketukan pintu yang disusul dengan suara yang terus memanggil namanya sangat menganggu tidur Dara.
"Iya Bu..."
" Dara, bangun nak. Dar, ibu ada berita penting nih" Kalimat itu berhasil membuat mata Dara langsung terbuka dengan lebar.
" Iya Bu, Dara bangun nih..." Ucap Dara segera membuka pintunya.
Dara itu tipe kepoan anaknya, jadi pas ibunya bilang ada berita penting dia langsung bangun.
Cklek
"Berita penting apa Bu?" Tanya Dara yang masih mengantuk sekaligus penasaran.
"Cuci muka dulu sana, nanti temuin ibu di ruang tamu"
"Yah ibu..." Dara melihat ibunya berlalu dengan tatapan kecewa, padahal dia sudah kepo akut.
Namanya Dara, Dara Arunisa lengkapnya. Kalau ga percaya bisa cek di bio instanya😎. Umurnya baru menginjak 17 tahun, Jomblo karena belom mau punya pacar, anaknya sadgurl tapi tetep happy kiyowo. Sukanya nulis dan baca novel online, apalagi komik online, tapi dari itu semua lebih demen makan sih.
Back to story!
"Nih aku udah cuci muka..." Ucap Dara mendatangi ibunya dengan muka yang masih basah.
" Gitu dong..."
" Nah, apa berita pentingnya?" Tanya Dara yang sudah sangat kepo.
"Ayah kamu, tadi hubungin ibu. Katanya kangen, mau ketemu Dara anaknya" Ucap sang ibu yang membuat Dara terkejut.
Semenjak kejadian 9 tahun yang lalu. Ketika kedua orang tuanya bertengkar hebat dan ayahnya pergi dari rumah, semenjak saat itu Dara kehilangan sosok Ayah yang dia sayang.
"Kapan?" Ucap Dara pelan. Matanya berkaca-kaca, ada rasa rindu dan marah yang terlihat di matanya.
"Katanya nanti mau kesini" Ibunya tersenyum dan pergi meninggalkan Dara. Beliau tau, Dara sangat rindu dengan sosok ayahnya yang sudah lama pergi tanpa kabar.
***
Hari sudah siang, Dara sudah tidak sabar untuk bertemu Ayahnya . Ibunya bilang sang Ayah akan datang siang ini dan Dara disuruh bersiap rapih karena ingin diajak pergi.
"Dar, ayah di luar tuh" Beritahu ibunya pada Dara yang sedari tadi menunggu di kamar.
" Oke Bu.. " Dara keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa.
Ia lari kepintu utama rumahnya, terlihat disana seorang pria paruh baya tersenyum hangat pada gadis muda itu. gadis kecilnya yang sudah lama ga dia temui.
" Dara..." Ucap sang Ayah tersenyum.
" Ayah.. " Dara perlahan menghampiri ayahnya.
" Nak..." Ayahnya memeluk Dara dengan erat. menyalurkan rasa rindunya.
Ibunya Dara hanya melihat momen itu dengan sedih. Ia sangat tahu Kejadian antara dirinya dan ayah Dara menjadi penyebab utama Dara kesepian di tinggal ayahnya.
" Dar, ikut ayah yu. Ada yang mau ayah kenalin " Ayah Dara melepaskan pelukannya menatap wajah sang anak.
" Boleh yah..." Ucap Dara semangat.
" Pamit sama ibu dulu"
" Bu, aku pamit pergi sama Ayah" Dara pamit menghampiri ibunya.
" Hati-hati..."
"Rin, aku bawa Dara dulu ya" Pamit ayahnya Dara pada ibunya Dara.
" Iya..."
***
"Ayah mau kenalin aku ke siapa?" Tanya Dara ketika sudah bersama sang ayah di mobil.
"Ayah ih, Ayah kemana aja selama ini?"
"Ayah, ada kerjaan" Ayah tersenyum sekilas menatapnya sebelum kembali fokus ke jalan.
"Bohong, kok ninggalin aku berdua sama ibu?"
" Maaf ya Dara..." Ayahnya mengelus kepala Dara sayang.
" Iya yah"
"Dara sekarang usia berapa?"
"Baru 17 tahun..."
"Wah Dara pasti seneng nanti ketemu kakak Dara"
"Kakak?" Heran Dara mendengar kalimat yang di ucapkan ayahnya.
"Iya, nanti kalian kenalan ya..." Sang ayah hanya bisa tersenyum misterius.
Setelahnya , hanya ada keheningan antara Dara dan Ayahnya. Dara yang sibuk dengan pikirannya tentang 'kakak' yang di maksud ayahnya, sedangkan ayahnya fokus untuk terus menyetir hingga sampai ke tempat tujuan.
****
Mobil yang Dara dan ayahnya tumpangi, berhenti di sebuah perkarangan rumah yang besar di salah satu komplek perumahan. Dara merasa takjub, karena baru kali ini dia melihat rumah sebesar ini.
Maklum guys, Dara itu sebenarnya lahir dari keluarga berkecukupan. Ibunya hanya seorang tukang jahit rumahan.
" Ini rumah siapa yah?" Dara masih terpukau dengan rumah di depannya.
"Turun yu, nanti kita tau siapa yang punya rumah" Ayahnya tersenyum dan keluar dari mobil, disusul dengan Dara.
"Ini rumah ayah ya?"
"Ada deh...."
Ting tong...
Ting tong...
"Sebentar...." Terdengar suara seseorang yang membalas dari dalam rumah ini.
Dara sempat melirik ayahnya, di dalam benaknya begitu banyak pertanyaan 'siapa?' suara yang baru saja terdengar dari dalam rumah.
Cklek...
"Hay sayang " Keluarlah seorang perempuan yang mungkin masih terlihat lebih muda dari ayahnya tapi lebih tua dari ibuku.
"Bapak...." Disusul dengan dua bocah laki-laki yang satu sekitar umur 9 tahun sedangkan satunya lagi sekitar umur 4 tahun berlari memeluk ayahnya.
"Hey, anak Bapak" Balas ayahnya memeluk dua bocah laki-laki itu dengan bahagia.
'Siapa mereka?'
"Ini Dara ya?" Ucap perempuan itu tersenyum pada Dara.
"Ah iya Tante.." Balas Dara sopan.
"Ayo masuk, jangan terus berdiri disitu dong. Bapak, anaknya di ajak masuk ihs"
"Iya iya. Ayo Arka Aris kita masuk " Balas sang ayah sambil menggandeng tangan dua bocah laki-laki itu yang barusan di panggil Arka dan Aris.
" Itu siapa pak?" Tanya Arka melihat Dara heran.
"Kakak kalian dong, nanti kenalan ya di dalam" Balas Ayahnya sebelum mereka semua masuk kedalam rumah besar nan mewah ini.
###
Continue