
" Sampai" Ucap Ayah yang menghentikan mobilnya di ruman Tante Karin.
" Turun duluan aja Dar, Nanti kopernya ayah yang bawa" Ucap Ayah.
Aku turun dari mobil Ayah. Di depan Tante Karin menyambut ku dengan senyuman hangatnya seperti pertama kali aku menginjakkan kaki di rumah ini.
" Dara, Ayo masuk nak. udah makan?" Tante Karin memelukku hangat.
" Sudah Tante" Balasku padanya.
" Ohh, istirahat yuk pasti cape kan" Ucap Tante Karin mengajakku masuk ke dalam rumahnya.
" Nah, nanti kamu tidur di kamar atas aja ya sayang" Beritahu Tante Karin padaku.
" Ka Dara...." Dua kembar menghampiriku dengan semangat dan langsung memelukku.
"Hai..." Aku balas pelukan mereka.
" Yey, kakak aku sekarang tiga" Ucap Aris dengan semangat.
" Iya dong, kakaknya di jagain ya nanti dek" Ucap Tante Karin.
" Oke "
" Ayo ka, aku ada mainan baru lho" Arka menarik tanganku menuju kamarnya.
Ketika ingin ke kamar Arka aku melewati Ka Adrian yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Ka Adrian, ka Dara sekarang tinggal sama kita lho" Arka memberitahu Adrian dengan senyum sumringah.
" Oh, iya. Semoga betah ya Dar" Adrian tersenyum datar dan segera berlalu dari hadapanku dan Arka sambil mengelus kepala adiknya itu.
Aku menatap kepergian ka Adrian dengan wajah lesu. Aku takut anaknya Tante Karin itu tidak suka denganku.
"Ka Dara kenapa?" Tanya Arka yang. seperti tahu aku tidak baik-baik saja.
" Gapapa kok" Balasku tersenyum padanya.
Demi Ayah, aku harus bertahan tinggal disini.
***
Aku , Arka, dan Aris bermain bertiga. Tak terasa hari sudah menjelang siang.
" Iya Ma, Ka Dara ayo makan" Aris menarik tanganku untuk mengikuti nya pergi ke meja makan.
"Hahaha, ayo.." Tawaku mengikuti Aris disusul dengan Arka di belakangku.
Di meja makan terlihat Ayah, Tante Karin dan kedua anaknya Tante Karin sudah duduk di tempat masing-masing.
" Ka Dara duduk samping aku aja" Arka menarik kursi untukku sebelum ia menarik kursi untuknya.
" Terimakasih" Aku tersenyum. Sosweet banget, aku tidak pernah diginiin sebelumnya.
" Nah udah pada ngumpul anak Bapak" Ucap Ayah yang terlihat senang.
" Oh iya , Adrian dan Adi. Sekarang Dara tinggal sama kita, sayangin Dara kaya adik kalian ya" Beritahu Tante Karin pada kedua Anaknya.
" Siap Ma!" Balas Adi.
" Hemm..." Adrian hanya berdehem karena sibuk dengan I-pad nya sedari tadi.
" Adrian" Tante Karin menegur Adrian.
" Iya Ma..." Balas Adrian yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah Tante Karin.
" Oh iya Dara sayang, panggilnya jangan Tante Karin tapi Mama ya. Biar sama kaya yang lainnya" Ucap Tante Karin padaku.
" Ah iya Tan-Ma..." Gugupku yang tidak biasa.
" Oh iya Dar, kamu juga harus nurut sama Mama Karin dan kedua Abang kamu ini ya" Nasihat Ayah padaku.
" Iya yah..."
" Ayo dimakan dong semuanya, Mama cape nih masaknya" Basa basi Tante Karin i mean Mama Karin.
Kami semua makan dengan khidmat tanpa ada satupun yang mengobrol. Terasa lengkap tetapi terasa berbeda. Cuman sedari tadi aku juga terganggu dengan tatapan dingin Ka Adrian padaku.
###
Continue
pendek ahh cape ini mah. buat yang baca terimakasih , kalo ga suka gapapa atuh aku tak memaksa.