
" Kamu baru pulang?" Ibu menghampiriku yang baru saja menutup pintu.
" Iya Bu, aku ke kamar dulu ya" Ku cium tangan ibu sambil berlalu ke kamar.
"Hah....." Ku Hela nafasku kasar.
Tinggal sama Ayah dan keluarga barunya!?. Tidak ku bayangkan aku harus di hadapkan oleh pilihan yang sulit. Jujur aku ingin tetap menemani Ibu tapi satu sisi aku juga ingin bersama Ayahku. Apakah ini rasanya menjadi broken home?.
"Hoammm...." Saking memikirkannya membuatku lelah dan tidak sadar tertidur.
***
Kringg....
Aku terbangun karena mendengar suara alarm ku yang berisik banget. Ku lihat jam di ponselku, lalu ku bangkitkan diri untuk pergi ke kamar mandi. Ku laksanakan sholat subuh.
" Dar" Panggil Ibu yang melihatku baru saja selesai melaksanakan sholat subuh.
" Kenapa Bu?" Tanyaku yang sedang merapihkan mukena.
" Huftt, ibu tahu kamu pasti sedang mikirin sesuatu ya?" Tanya Ibu tiba-tiba.
" Maksudnya?" Heran sekali aku ibu bisa tahu aku sedang banyak pikiran.
" Ada sesuatu yang mau kamu ceritain ke ibu?" Bukannya menjawab ibu malah bertanya padaku.
" Itu Bu, Ayah nyuruh aku tinggal sama dia dan istri barunya" Ucapku pada ibu. Ya, mungkin emang harusnya.
" Terus kamu maunya gimana?" Tanya Ibu.
" Aku sebenarnya mau nemenin ibu, tapi aku juga mau sama Ayah Bu. Tapi aku juga ga mau memilih , aku mau kalian bersama " Aku menunduk lesu.
" Hey, hidup itu pilihan nak. Maafin ibu dan ayah ya karena keegoisan kami kamu malah jadi kena imbasnya. Tapi kalo kamu mau, kamu bisa tinggal sama Ayah dan sering kunjungi ibu, atau sebaliknya..." Nasihat ibu sekaligus memberikan solusi.
" Ibu gapapa aku tinggal sama ayah?" Ku tatap mata ibu dalam.
" Gapapa kok" Ibu tersenyum padaku.
Aku membalas senyum Ibu. Ibu benar, aku harus memilih.
" Nanti aku telpon Ayah ya Bu" Ucapku.
" Iya.."
Aku kembali ke kamar. Akhirnya dilema ku sudah teratasi berkat nasihat dan solusi ibu. Ku cari ponselku untuk menghubungi Ayah.
" Halo ayah" Ucapku lewat sambungan telpon.
" Iya dek" Balas ayah dari seberang sana.
" Aku bakal tinggal sama ayah" To the point ku.
" ..... Kamu serius Dar?" Tanya Ayah setelah diam sejenak.
" Iya"
" Nanti ayah jemput ya Dar, sekalian ayah yang ngomong sama ibu kamu"
" Iya yah.." Balasku, lalu ku matikan panggilan tersebut.
Aku kembali tertidur sebentar karena jujur saja masih mengantuk dan hari masih pagi.
***
" Dara, kamu udah siap?" Ibu masuk ke dalam kamarku.
" Sebentar lagi Bu" Balasku yang masih mengemasi baju.
" Ibu bantu sini" Ibu duduk di kasurku dan merapihkan baju yang akan ku bawa.
" Dar" Panggil ibu.
" Apa Bu?" Tanyaku padanya.
" Nanti disana jaga sikap ya Dar, walaupun istri baru ayah bukan orang tua kandung kamu, kamu harus tetap memperlakukan dia dengan baik. Jangan jadi anak nakal apalagi membakang omongan orang tua " Nasihat ibu.
" Iya Bu.."
" Kunjungi ibu setiap hari ya, soalnya ibu bakal kangen banget sama kamu Dar" Ku tolehkan kepalaku sejenak ke arah ibu.
" Iya Bu" Aku tersenyum membalasnya.
" Nah dah selesai, ayo makan dulu Dar sebelum pergi" Ajak ibu setelah aku mengemasi semua bajuku ke dalam koper.
" Iya, nanti aku nyusul Bu" Aku masih sibuk menutup koper.
" Oke" Ibu beranjak keluar dari kamarku.
Aku meninggalkan beberapa potong baju di rumah ini. Aku berjaga-jaga untuk persediaan ku ketika menginap atau kali saja aku akan kembali lagi kesini.
Selesai dengan urusanku. Aku beranjak untuk ke ruang makan yang dimana ibu sudah menungguku disana dengan masakannya yang enak-enak.
" Dimakan dulu ya Dar" Ucap ibu mengambilkan aku makanan.
Ku lihat hari ini ibu sepertinya memasak semua makanan kesukaanku.
" Makasih ibu..." Aku mengambil piring yang sudah berisi makanan.
Aku memakan dengan lahap sesekali bercengkrama dengan ibu. Aku jadi merasa berat akan meninggalkan ibu, apakah aku sudah benar?.
***
" Ayo Dar, Ayah masukin sini kopernya ke bagasi" Ucap Ayah mengambil koper yang ku bawa dan memasukannya ke dalam bagasi.
Setelah habis makan 15 menit kemudian Ayah datang dengan mobilnya.
" Kamu ke mobil aja duluan, ayah mau bicara sama ibumu" Ucap Ayah lagi. Aku segera masuk ke dalam mobil milik ayah.
Dari kaca jendela mobil ku lihat ayah sedang berbincang bersama ibu. kemudian ayah yang selesai berbicang langsung kembali ke mobilnya .
" Sudah siap Dar?" Tanya Ayah.
" Iya yah" Balasku.
" Udah pamit ke ibu?"
" Udah..."
" Yaudah , let's go..." Ucap Ayah dengan semangat.
Sebelum mobil meninggalkan rumah ibu. Aku sempat melambaikan tanganku pada ibu yang di balas dengan lambaian juga.
New life, i'm coming.
####
Continue