My snowman

My snowman
Mendekat



Bip...


ku lirik hp nya bru saja ku letakan di meja rias ku.. ada pesan masuk


"hai niga aku sukie kita bertemu di myandong dlu.."


"jika kau punya waktu datang lah ke hongdae akhir pekan ini akan ada gigs disini,teman2 yang lain juga menunggu kedatangan mu.."


mata ku membesar kegurangan.. waahh aku sangat ingin pergi kesana,pasti sangat menyenangkan bisa menghabiskan akhir pekan diluar rumah ini... tapi.. bagaimana jika tuan tak mengizinkan ku pergi.. aahh andai aku masih bekerja di rumah manager kim tentu aku dengan leluasa bisa pergi..


aku menghela nafas.. aku ingin pergiii...


tok...tok..


aku berlari ke lorong menuju pintu rumah utama..


"apakah aku bisa minta bantuan mu niga?!"


tuan soji berdiri di ambang pintu..


" oohh.. tentu saja tuan sudah jadi tugas saya untuk membantu tuan disini.." aku menatap ujung sepatu nya..


mengapa dia mesti bersusah payah datang kemari langsung bukan kah dia bisa memanggil ku melalui interkom..


"heeii apakah leher mu sakit.. dari tdi ku lihat kau menunduk terus.."


aku mengangkat kepala ku.. aahh tuan kamu terlalu indah untuk di tatap.. aku mengalihlan pandangan ku dari mata nya..


"ayo.." tuan menarik tangan ku..


aku seperti diseret oleh mimpi indah.. heeyyy niga sadar lah...


kami tiba di lantai atas diruangan olahraga..


baru aku sadari kalau sedari tadi dia mengenakan pakaian olah raga..


"temani aku berolahraga.. sangat membosankan rasanya disini sendirian.."


lalu selama ini siapa yang menemani mu pikir ku..


"ayo kita mulai pemanasan.. " tuan soji mulai melakukan peregangan2 kecil,aku mengikuti nya secara asal2an..


"sebaik nya kita melakukan apa ya..." dia nampak berpikir sambil mengetuk2 jari telunjuk nya di bibir nya..


"heeyy bisa kah kamu menahan sasak ini untuk ku?!" aku terperangah.. ya Tuhan tidakah kau lihat ukuran tubuh ku tuan... aku mulai kesal..


"ayo cepat pegang dan tahan sasak ini.."


aku melangkah mulai memengagi sasak yg siap2 di hantam oleh kepalan tinju tuan soji..


bugh...bugh...bugh...


aku sempoyongan menahan dorongan sasak yg terasa sangat berat.. bahu ku mulai sakit.. tpi hati ku lebih terasa sesak menahan kesal.. ini tidak menyenangkan...


"yeeaayy..." raut wajah tuan soji terlihat senang...


aku terduduk karna tak kuat menahan dorongan sasak yang di hantam sekuat tenaga.. aku meledak...


aku bangkit menuju lemari perlatan olahraga.. mengambil dua pasang sarung tinju,melemparkan sepasang pada nya dan memakai satu pasang nya..


" ayo kita mulai saling menjadi sasak, kita lihat kemampuan mu ketika berhadapan dengan lawan yang hidup"


tuan soji nampak sedikit terkejut tapi segera mengambil sarung tinju dan memakai nya..


aku melambai kan tangan menyuruh nya mendekat..


kami tampak masih berputar mengawasi gerakan satu sama lain.. dengan sekali hentakan aku menghantan kaki nya dan membanting nya ke lantai..


"ooohhh.." ku lihat tuan soji nampak meringkuk memenggangi tulang kering nya..


astaga Tuhan aku terdiam seperti baru saja tekena sambaran petir.. apa yang kau lakukan lagi nigaaa.. aku memukul kepala ku..


"tuan apakah ruan tidak apa2"


aku menghampiri nya seraya memeriksa kaki nya.. tapi tiba2 dia mendekap ku dan mengunci ku dari belakang..


"kena kau jagoan" aku kesulitan bernafas..


aku berusaha melepaskan diri tpi tenaga ku telah habis karna terlalu cemas tadi..


nafas ku mulai terrsengal2..


aku memukul2 tangan nya tanda menyerah..


huuuaaahhh... aku kehabisan nafas..


"hahahaha... kau mudah tertipu.. itu kelemahan mu.." ledek tuan soji..


aku bersungut sambil melepaskan sarung tinju ku.. andai bukan tuan soji yang aku tendang tadi aku takan tertipu mengapa juga harus mengkhawatir kan lawan tarung mu..


"melelahkan dan menyenagkan.. seperti nya kita harus melakukan ini setiap pagi.." ucap nya sambil merebahkan tubuh matras..


"apakah tuan baik2 saja?!" tanya ku..


"apakah benar kaki tuan tidak kenapa2?!"


"heeyy aku tidak selemah itu.." tuan soji bangkit dan mendorong kepala ku pelan..


"aku mau mandi.. hari ini mood ku sedang baik"


"setelah ini ayo kita main game..cepat pergi mandi sana.. bau keringat mu menbuat AC druangan ini tidak berfungsi baik" dia tertawa mengejek..


refleks aku membaui kedua ketiak ku.. dan semua nya tak terasa bau.. dasaar tukang umpat... aku bergegas menuruni tangga..