My snowman

My snowman
yakinlah niga...



seluruh berkas sudah selesai di serahkan ke dinas ketenagakerjaan.. korea.. itu tujuan ku pada akhir nya..


sementara menunggu panggilan keberangkatan waktu ku banyak ku habis kan dengan mengasaha bahasa asing ku dan keterampilan lain nya.. beruntung tempat ku tinggal adalah destinasi wisata dunia.. beragam turis yang datang dari berbagai belahan dunia telah mengasah lidah ku untuk menguasai bahasa2 mereka.. sedikit banyak aku paham bahasa jepang,china,korea,francis dan inggris tentu nya.. selain itu dengan kehidupan jalanan ku setidak nya aku tak merasa takut dengan ancaman kekerasan karena aku bisa membela diriku.. aku ban hitam taekwondo lho..


hari berganti.. tak terasa sudah berganti bulan.. aku mulai merasa resah karena belum juga mendapatkan panggilan training.. sempat merasa putus asa.. tapi ya sudah lah yang terpenting aku telah berusaha..


tiga hari kemudian aku menerima panggilan telfon yang menyatakan kalau aku diterima dan bisa segera berangkat kerja.. tentu dengan persyaratan dan masa trainingbyangbsudah di tentukan oleh pihak terkait.. aku merasa jalan ku telah mulai terbuka lebar... nigaa... semangaatt...


salju pertama dalam hidup...


akhir november aq tiba di negeri paling romantis yang sering di gambarkan dalam setiap drama2 nya.. korea..


aku di pekerjakan di sebuah rumah kediaman.. kasar nya ya.. aku pekerja sebagai pembantu rumah tangga.. miris.. tapi ini pilihan ku.. keluarga tempat ku bekerja masih tergolong muda suami istri dengan satu orang anak berumur 3tahun.. seorang putri yang cantik..


sang suami bekerja sebagai manager seorang artis korea ternama.. tapi aku tidak begitu paham tentang hal itu.. sang istri seorang fashion designer perancang busana untuk kalangan kelas atas korea..


keluarga ini sangat baik hati mereka menganggap ku bagian dari keluarga mereka dan tentu saja aku menutup rapat semua tentang kisah kelam dan juga tentang gambar2 disekujur tubuh ku..


tuan kim begitu aku biasa memanggil majikan ku adalah sosok suami yang sangat bertanggung jawab pada keluarga nya.. dan nyonya kim selain cantik dia juga seorang istri yang baik..


"niga besok minggu kau boleh libur bekerja,bukan kah kau belum pernah keluar rumah semejak tiba di korea?!" ucap nyonya kim sembari bermain dengan si cantik nara..


"tapi nyonya.." aku menjawab ragu..


"tak apa.. sudah kesepakatan kami berdua untuk memberi mu libur setiap akhir pekan" nyonya kim melirik sang suami yang sedang membaca koran..


aku hanya mengangguk bingung.. masalah nya aku belum tau tentang seluk beluk seoul.. bisa2 aku tersesat.. tapi aku akan mencoba nya bukan kah sekarang kita dipermudah dengan gadget.. aku tersenyum..


minggu pagi..


salju hari ini sedang tidak turun.. tapi jangan tanya bagaimana dingin nya untuk orang2 yang biasa tinggal di negara beriklim tropis luar biasa dingin.. aku merapatkan tangan di dada.. nyonya kim telah mewanti2 untuk ku membawa syal dan juga sarung tangan yang hangat.. cukup membantu dari kebekuan..


ramai sekali dsini.. pusat perbelanjaan yang bederet di sisi jalan.. anak2 muda yang sedang nongkrong dan ya.. itu.. streetfood.. seperti nya makan tteokbokki di cuaca seperti ini tarasa lezat.. sedang asik menikmati kie beras khas korea ini mata ku sekelebat menangkap bayangan segerombolan anak muda dengan style yang sangat aku kenal.. yaaiikk itu punkers.. aku melonjak riang seakan menemukan seseorang yang aku kenal baik di tengah negeri antah berantah ini..


aku bergegas menyeberangi jalan bergwrak menuju kearah mereka sedang asik bercengkerama.. sambil menunggu lampu merah aku mematut penampilan.. aq bernafas lega.. setidak nya sepatu boot kulit 7 hole yang sedang akuvpakai sekarang cukup lah menunjukan kalau aku bagian dari mereka..


"haaaiii" aku menyapa mereka..


semua menatap ke arah ku..


"aku niga dari indonesia.. dan aku sama seperti kalian.. aku punk" aku memberi penjelasan


karna mereka menatap ku dengan tatapan menyelidik.. tak jauh beda di tempat ku.. ketika ada orang asing yang menyapa pasti kami akan mentap seperti itu juga.. bukan karna apa.. tpi diskriminasi masyarakat awam terhadap keberadaan kami masih kental terasa..


"heyyy.. welcome" jawab mereka antusias.. soal nya sudah jadi rahasia umum kalau indonesia massa punk nya paling banyak di dunia..


satu persatu mereka memperkenalkan diri.. dan mulai mengajak ku berduskisi akrab.. yaa.. ini lah yang aku suka dari dunia ku.. solidaritas itu begitu terasa walau baru pertama kali bertemu tapi mereka begitu hangat menyambut ku..


"apakah kalian biasa ngumpul disini?!" tanya ku


"oohh.. iya kami biasa berkumpul disini dan di hongdae.. dihongdae kami biasa mengadakan pertunjukan musik" aku bersemangat sekali mendengar nya...


"waahh.. mau kah kalian mengabari ku jika sedangan ada gigs kolektif?!"


"tentu saja.. kami akan sangat senang jika kamu bersedia datang"


dan kami berpisah setelah kami saling bertukar line..


aku beranjak pulang menyusuri trotoar yang sangat nyaman untuk pejalan kaki.. pulang dengan dendangan kecil mengusir dingin yang menusuk tulang.. aku mulai merasa betah disini...


### happy reading.. ini novel perdana ku.. mohon masukan nya teman2.. 😊😊