
sukkie masih memenggang tangan ku ketika kami telah kluar dri bar tempat acara berlangsung.. aku pun juga tak menyadari orang2 melihat kami bagai sepasang anak muda tengil yang urakan..
kami berhenti di sebuah taman bermain anak2.. duduk di bangku kayu..
"kau tunggu sebentar dsini.. rasa nya aneh tanap sekaleng beer.." sukkie berlari kecil menuju minimarket dseberang jalan..
aku menyandarkan kepala menatap langit.. segar dan terasa nyaman.. aku memakai jaket kulit ku karna hari mulai malam...
sukkie menyodorkan sekaleng beer dan di dalam kantong plastik masih ada beberapa kaleng lagi..
" aku senang bisa mengenal mu niga.. kamu terasa sangat menyenangkan dan hangat.."
"aku harap kita bisa menjadi sahabat.. tempat mu berbagi cerita dan masalah.. anggap saja aku adalh keluarga mu dsini.." ucap sukkie sambil meneguk beer nya...
aku menatap nya.. entah mengapa ada perasaan hangat menjalar seperti bertemu anggota keluarga di tempat asing..
aku tersenyum...
"selain bermusik apa yang kau lakukan sukkie ?!" tanya ku..
"oohh.. aku membuka sebuah kedai kopi di kawasan hongdae mural street.."
" jika kau ada waktu akan ku ajak kau ke kafe ku.." sukkie menatap ku..
"oohh.. tentu saja aku sangat menantikan nya.." aku tersenyum..
"sudah berapa lama kamu di seoul niga?!"
" hampir setengah tahun ini tapi aku tak pernah pergi keluar rumah.. kau tau lah.. posisi ku harus menjaga privasi majikan ku.." aku meneguk beer ku..
"andai saja kau hanya bekerja diwaktu siang saja.. aku akan membawa mu berkeliling kota seoul.." ujar sukkie..
"waaahhh... pasti menyenangkan..." aku merentangkan tangan ku..
kriiing...kriiing...
telefon genggam sukkie berbunyi..
"ya.. sumi.. ada apa?!"
"kau dimna?!" "cepat lah pergi.. disini sedang ada perkelahian dan kami sedang berusaha melarikan diri.. kita bertemu di kafe mu saja.. niga ada bersama mu?!" suara di telfon tersengal2..
"iya niga bersama ku.. baiklah.. tunggu aku disana.. kami akan segera menyusul.." sukkie memasukan telfon nya ke saku jaket kulit nya..
"niga ayo kita berjalan2.." sukkie berdiri..
"ada apa sukkie apa ada masalah?!"
"tidak.. kau tenang lah..." sukkie berjalan dsamping ku...
kami melewati area tempat acara berlangsung.. karna itu adalah akses satu2 nya menuju kafe sukkie.. mobil polisi talah berjejer di depan gedung.. sukkie menggenggam tangan ku.. merapatkan tubuh ku lebih dekat dengan nya..
"Heeeyyy kaliiiaaannn..." salah seorang polisi beteriak kerah kami...
"aaahh... sialan... " sukkie mengumpat..
"ayo niga.. lari..." sukkie menarik tangan ku
aku terseret mengikuti langkah panjang nya.. kami berlari sekuat tenaga.. melarikan diri dari
kejaran polisi.. untung nya jalanan hongdae sangat ramai malam ini jadi polisi2 itu tertinggal cukup jauh.. nafas ku tersengal terasa pedih di tenggorokan.. aaahh aku lalah sekali... kami masih berlari sambil berpegangan tangan.. dan tertawa konyol..
kami menghentikan langkah disebuah lorong kecil sukkie meantau sekitar memastikan bahwa kami berhasil melarikan diri..
sukkie menyandarkan tubuh nya ke tembok disisi lorong sambil menghirup udara sebanyak2 nya..
aku pun sama.. aku serasa akan pingsan rasa nya.. kemudian aku tak dapat menahan tawa ku.. kami tertawa terpingkal2 berdua..
" haaaa... benar2 konyol..." sukkie berteriak..
aku masih memegangi perut ku tertawa...
"hari pertama mu di hongdae niga.. semoga kau tak melupakan kisah konyol ini.. " sukkie menatap ku..
"ayo kita ke cafe ku.. teman2 sudah menunggu disana.."
di cafee teman2 yang lain telah berkumpul..
"kau baik saja niga?!" sumi menggandeng tangan ku menuju kursi..
"maafkan kami niga.. kesan pertama mu disini jadi tidak menyenangkan.." yong bo menundukan muka...
"heeyy kalian kenapa.. justru ini sangat menyenangkan.. " aku tertawa..
"ayo lah teman2 tak perlu merasa bersalah seperti itu.. aku bersumpah ini sangat menyenangkan.." aku menepuk pundak yong bo yang tampak lesu di samping ku..
"bagaimana kalau kita lanjutkan pesta nya.. soju...sojuu...sojuu..." sumi menepuk2 meja..
" baiklah.. baiklah.. sebagai pesta penyambutan niga.. mari kita lanjutkan bersenang2 nya.. " sukkie bangkit menuju dapur cafe nya..
dan datang dengan satu krat soju...
astaga mereka benar2 akan mengahancurkan malam ini..
aku tak sadar jika jam sudah hampir pukul 12 malam.. aku terlalu terlarut dalam kesenangan ini..
kriing...kring...kring...
aku mengambil hp di kantong tas ku.. dan astaga aku gemetar ku lihat hampir 15 kali panggilan tak terjawab dari tuan so ji.. mati aku...
"hallo.." aku menjauh dari teman2 ku..
"heeeyyy niga apakah kau amsih hidup.. kau ini sangat ahli membuat orang khawatir..." suara diseberang telfon terdengar begitu kesal..
"maadkan aku tuan.. td tempat nya terlalu bising jadi aku tak mendengar suara telfon.." jelas ku..
"kau dimana?! kau tau ini sudah pukul berapa kan?!" suara tuan soji meninggi...
"aku masih di hongdae tuan.. aku akan segera kembali.. " jawab ku..
" share lock mu.. dan tunggu disana.. supir akan menjemput mu.." tuuttt... suara telfon di matikan..
aku menghela nafas.. hhaaahhhh.. tuan so ji melebihi ibu ku.. aku kembali menuju kursi ku...
"ada masalah niga?!" sumi baertanya
"siapa yang menelfon mu tadi.. seperti nya dia tampak kesal sekali padamu.." sukkie menatapa ku...
"bukan.. itu tdi kepala pelayan di tempat ku bekerja.. mereka hanya khawatir karna aku tak memberi mereka kabar sejak akueminggal kan rumah tadi..." aku berbohong...
"sukkie.. apakah aku bisa meminjam toilet mu sebentar?!" tanya ku..
" heeyy kau tak perlu meminta izin ku untuk menggunakan toilet ku.. itu lirus saja kearah dapu.. lalu belok kiri.." sukkie menujuk dapur..
aku bergegas mengambil tas ku untuk berganti pakaian..
"kau bersiap pulang?! ini sudah tengah malam.. bis terakhir pun sudah lewat sekutar setengah jam yang lalu.. apa mau aku pesan kan taksi?!" ucap sukkie..
" iya niga.. " sumi menimpali..
"sayang nya tak ada satu pun dari kami yang membawa mobil karna area rumah kami tak jauh dari sini.." yong bo menimpali..
"oohh tak usah khawatir teman2 nanti ada yang menjemput ku dsini.." ucap ku menenangkan...
kami melanjutkan mengobrol sambil menunggu supir ku datang.. botol soju telah hampir kosong semua.. hanya tinggal aku dan sukkie yang masih baik2 saja.. sedang yang lain sudah tertidur.. aku melirik jam.. hampir pukul 1 tengah malam.. dan supir belum juga datang menjemput ku..
tiba2 bel angin di atas pintu cafe sukkie berbunyi...
"kami sudah tutup..." teriak sukkie...
aku menoleh kearah pintu.. disana berdiri seorang pria dengan topi baseball dan masker hitam menutupi sebagian wajah nya...
"maaf tuan kami sudah tutup silahkan datang besok.." sukkie bangkit dari kursi nya...
"apakah kau tak berniat untuk pulang?!" ucap nya...
aku terkesiap mendengar suara nya.. ya Tuhan itu tuan so ji..
##### happy reading #####