
Aku masih belum punya keberanian meminta izin tuan soji untuk keluar rumah akhir pekan ini aku takut dia tidak memberi ku izin.. tapi aku sangat ingin pergi otak ku terasa membeku hampir 3 bulan aku tak pernah keluar dari rumah ini..
tpi aku merasa tuan soji sedikit bergantung padaku akhir2 ini.. dia selalu pulang kerja lebih awal untuk bisa makan masakan ku..
aahhh aku bisa gila jika tidak pergi ke hongdae hari ini...
aku memasuki rumah utama berencana membersihkan studio musik di basement..
"niga.. apakah kamu sakit?!"
"muka mu sdikit pucat kelihatan nya dan kamu tampak gelisah" soji mendekati ku..
"tidak tuan aku baik2 saja.. "
"tuan bisakah kita bicara sebentar?!" aku memeberanikan diri untuk meminta izin..
"naik lah.."
aku mengekor tuan soji dengan semangat...
"Ada apa?!" "kamu butuh sesuatu?!" tanya tuan soji..
"begini tuan.. bolehkah hari ini aku libur?! kebetulan aku ada janji dengan teman ku di hongdae.." aku menatap nya lenuh harap..
"heyyy kau terlihat seperti anak anjing yang sedang menantap tuan nya menyatap makanan dan berharap di beri tulang.."
aku mengerjap2 kan mata ku...
"berhenti melakukan itu.. mata mu itu.. " tuan soji mendekat kan muka nya ke arah ku..
aku menjauh kan muka ku..
"kau tampak menggemaskan sekali.." ucap nya..
"Boleh ya tuan.. ku mohon.. " aku menyatukan telapak tangan ku memohon...
"baiklah.. baiklah.. tpi dengan satu syarat.. kau harus diantar oleh supir kesana.. dan harus sudah pulang sebelum tengah malam..."
"hooorrreeeee.... " aku melompat kegirangan...
"sebegitu senang nya kau ingin pergi dengan teman mu.. aku jadi penasaran.. apakh dia seorang pria?!" selidik nya...
"tidak..tidak.. aku pergi dengan banyak orang koq.." aku tegagap...
"bersiap2 lah agar kau punya banyak waktu untuk bersenang2.." ucap tuan soji..
"terimakasih tuan.. terimaksih banyak.. aku janji akan pulang sebelum tengah malam.."
aku bergegas kembali ke ruangan ku untuk bersiap2 pergi...
aku menuruni anak tangga menuju garasi dimana supir telah siap dengan mobil nya.. aku sudah tidak sabar untuk menghirup udara segar..
"paman.. bisakah kau menurunkan aku di dekat universitas hongik saja.." pinta ku..
"tapi nona.. itu masih sangat jauh dengan hongdae.."
"tidak apa2 paman.. aku akan naik bis saja ke hongdae"
"aku merasa tidak nyaman jika teman2 ku melihat ku diantar oleh supir paman.. aku hanya ingin terlihat biasa2 saja sama seperti mereka.." ucap ku..
"baiklah nona saya mengerti.."
aku turun di dekat universitas hongik.. sebenar nya bukan tak nyaman alasan utama ku.. tpi aku ingin berganti baju.. aaahh aku terlihat tak keren dengan baju yang aku kenakan sekarang.. aku bergegas mencari sebuah kafe untuk berganti pakaian.. tentu saja dengan memesan secangkir kopi sebagai alasan..
aku keluar dari cafe menuju halte bis dengab santai.. tak begitu peduli dengan bisik2 orang2 melihat ku.. karna sekarang sudah memasuki musim semi udara di soule tidak terlalu dingin..
aku mengganti baju ku dengan rok kotak2 khas skinhead dipadukan dengan kaos tanpa lengan.. sehingga semua tattoo ku terlihat cemerlanng setelah sekian lama terbungkus rapat oleh baju2 panjang ku.. dan tak lupa sepasang boot menyala merah di kaki ku..
aku siap berpesta teman...
aku sampai di hongdae setengah jam kemudian.. suasana tampak sangat ramai maklum ini akhir pekan.. haahh... ini menyenangkan...
"Nigaa..." terlihat sukkie melambai kan tangan di seberang jalan..
dia terlihat keren dengan rambut gondrong bergelombang nya..
aku balas melambai kan tangan...
"hayy... kau terlihat sangat keren.." puji nya..
aku tertawa..
"kau pun sama.." aku mengijak ujung sepatu nya sembari tertawa...
"ayo.. teman2 yang lain sudah menunggu.." dia merangkul ku dan kami berjalan sambil bercerita seru..
mereka teman2 yang baru aku temui tapi entah mengapa aku merasa seperti berada di tengah2 keluarga ku sendiri.. begitu nyaman dan hangat..
"hay niga aku sumi.." dia perempuan satu2 nya yang terlihat di kumpulan teman2 baru ku ini..
"haayyy aku niga.." aku menjabat tangan nya erat..
"aku harap kita bisa berteman dekat.. soal nya kadang mereka suka menyebalkan.. apalagi kalau sudah mabuk.." kami tertawa bersama...
"aku yang sangat berharap kau mau berteman dekat dengan ku sumi.. dan aku tak punya teman dsini.. " aku menatap nya samb tersenyum...
"aaahhh menyenangkan bisa punya teman cewek.." ucap sumi sembari memeluk ku..
"heeyyy ayo kita berangkat hari sebentar lagi akan gelap.." sukkie bediri dan mengajak pergi k lokasi acara dilangsungkan..
aku dan sumi berjalan bergandengan...
acara musik di adakan sebuah bar bawah tanah.. lokasi yang sangat pas untuk musik berisik ini.. hahaha...
"kau mau beer niga?!" tanya sukkie..
aku menggangguk...
sukkie menyodorkan sekaleng beer.. kami duduk sedikit jauh dari panggung.. musik mulai menghetak menggema diseluruh ruangan..
"kau tinggal dimana niga?!" tanya sukkie sedikit berteriak..
"apaa.. aku tak mendengar suara mu.." aku mengangkat kedua bahu ku...
"kau tinggal dmna?!" ucap sukkie kedekat telinga ku..
"Nonhyeon district" jawab ku...
sukkie memandang ku.. baru ku sadari kalau itu adalah salah satu kawasan perumahan elitte di seoul bahkan para selebriti terkenal di korea beberapa tinggal disana.. termasuk tuan ku park so ji..
"kau tau kan.. aku ini buruh migran.. tentu saja mereka yg mampu mempekerja kan ku.." aku memeberi sukkie alasan.. terlihat sukkie menggangguk..
"kau mau berjalan2 niga?! disini terlalu bising untuk mengobrol..." sukkie menarik tangan ku menuju tangga keluar...
#### happy reading ####