My snowman

My snowman
permohonan..



ini sudah bulan ke 5 aku bekerja..


nyonya dan tuan kim tetap baik seperti pertama aku tiba.. aku bekerja dengan sepenuh hati ku.. seingat ku aku belum pernah membuat nyonya dan tuan kim kecewa dengan kinerja ku.. karna jika bisa aku ingin bekerja untuk mereka dalam waktu yang lama..


karna jauh di dasar hati ku aku tetap merasa takut dan khawatir jika aku sampai menemukan majikan yang bersikap tak baik terhadap ku.. bukan karna aku takut di kasari.. tapi aku hanya takut tak bisa menahan emosi.. dan keberutungan itu memihak kpada ku ketika aku ditempatkan bekerja di keluarga ini..


"niga" suara nyonya kim terdengar di depan pintu kamar ku..


"iya nyonya.." aku beranjak dari kamar ku menuju pintu..


bukan kah ini waktu nya istitahat nyonya tak pernah sekalipun memanggil ku jika sudah masuk waktu istirahat.. ada apa.. aku mulai cemas..


"bisa kita bicara sebentar?!" nyonya kim berjalan kearah ruang keluarga..


aku mengekor dri belakang dengan perasaan cemas..


tuan kim telah menunggu di ruang keluarga muka nya terlihat gusar..


"ayo duduk niga" nyonya menyuruh ku duduk..


"niga.." suara berat tuan kim terdengar sedikit lelah..


"iya tuan.."


"kami bisa meminta bantuan mu?!" tanya tuan kim serius.. aku mentap nyonya dan tuan kim bergantian.. nyonya mentap ku kemudian menggangguk..


"bantuan apa tuan.. jika aku bisa melakukan nya maka aku akan membantu dengan senang hati.." aku mejawab.. yaa.. hitung2 balas budi atas kebaikan mereka selama ini..


"kami telah mengenal mu cukup baik.. memang kamu belum begitu lama bekerja drumah ini.. tpi kami tau bagaimana sifat mu niga.. kamu pekerja keras,jujur dan betaanggung jawab.." ucap tuan kim.. ya.. aku akui itu..


"jadi bisakah kau menolong ku kali ini.."


"apa itu tuan?!" aku mulai penasaran..


tuan kim menghela nafas berat..


aku melongo terkejut..


"tenang niga.. aku mengenal dia dengan sangat baik.. aku bekerja sebagai manager nya.. dia orang yang baik niga kamu tak perlu merasa khawatir.. " jelas tuan kim


"iya niga.. dia orang yang bisa kamu percaya.. dan sebagai konpensasi kami akan tetap memberi mu gaji niga.. diluar gaji mu disana" timbal nyonya kim berusaha meyakinkan ku..


aku menunduk memainkan jari kuku ku..


"tapi nyonya.."


"


tolong lah niga.. hanya kamu orang yang bisa kami percayai sekarang" tuan kim menatap ku penuh harap..


"tak usah kau jawab dlu niga.. pikirkan lah dulu besok beritahu kami keputusan mu.. tpi kami sangat berharap kamu mau menerima permohonan kami.." nyonya kim menggenggam tangan ku...


aku menatap langit2 kamar ku.. sudah menunjukan jam 2 dini hari tapi aku belum bisa memejamkan mata.. aku bingung.. apa yang harus aku lakukan.. aku tak mungkin menolak permintaan tuan kim dan nyonya karna mereka sudah sangat baik terhadap ku selama ini.. tpi disisi lain aku merasa sangat gugup.. aku sama sekali tak mengenal orang yang akan jadi majikan baru ku..


tapi bukan kah dlu aku juga tak mengenal siapa yang akan jadi majika ku.. hati ku menimpali pikiran ku.. aku menghembuskan nafas panjang...


"bagaimana keputusan mu niga?!" tuan kim langsung bertanya ketika aku memasuki ruang kerja nya di lantai dua rumah ini..


"baik lah tuan.. tak ada alasan bagi ku menolak permintaan tuan dan nyonya.. aku percaya dengan kalian" aku mejawab mantap..


senyum lega tampak terlukis di bibir tuan kim..


"terimakasih banyak niga" ucap nya..


aku mengemasi barang2 yang akan aku bawa kerumah baru ku.. aku hanya membawa seperlu nya saja.. bukan kah nanti aku bisa kesini mengambil jika ada barang lain yang aku perlukan.. sekalian aku menjenguk nyonya dan bermain dengan nara.. aku pasti sangat merindukan bocah menggemaskan itu...


###happy reading.. maaf ya klo typo..