
Aura gila gilaan membuat Haza hampir jatuh berlutut ke lantai.
'Level 6 Puncak?!, b*jingan gila!' Merasakan aura tirani tersebut, Haza mencoba sekuat tenaga untuk berdiri tegak.
Namun Haza tidak terlalu bodoh untuk menyerang secara langsung, karena ia yakin aura ini hanyalah 10% dari tekanan asli milik makhluk tersebut.
Hingga akhirnya muncul sesosok kalajengking raksasa yang terdiri dari kumpulan energi transparan berwarna hitam gelap.
'Mahkluk apa itu?' Berpikir dengan dingin walau tubuhnya bergetar hebat, Haza bahkan tak pernah melihat...
Sosok yang bahkan tak memiliki tulang ataupun daging!!!.
'Siluman?, yokai?, jiwa?, kumpulan mana?'
'Argh si*l!, masa bodoh dengan semua ini!' Melihat sosok tersebut dengan lebih jelas, mata Haza menyempit ketika tahu jenis dari kalajengking tersebut.
"Ajian Forest Scorpion!" bergumam dengan sedikit senyum masam di bibirnya, Haza menggenggam erat pedang Dark Tungsten.
Khanzaec bahkan lebih terkejut ketika tahu Haza mengenal mahkluk yang seharusnya tidak ada didunia ini!
(Note : Mahkluk kontrak berasal dari dunia lain, jadi wajar jika Khanzaec terkejut mengetahui bahwa Haza mengenal mahkluk tersebut.)
"Jadi apa yang harus ku lakukan dengan kedua b*jingan ini?" Haza bertanya tanpa menoleh kearah Khanzaec, ia sangat waspada dengan musuh didepannya.
......
Menurutinya perkataan Khanzaec, Haza menurunkan pedangnya.
Mahkluk tersebut dengan ekpresi aneh menatap Khanzaec, bahkan sedikit tampak tidak nyaman.
"Tge-Rhim-a Ka-Sig" Suara serak serangga memenuhi isi ruangan, membuat Haza terdiam ditempat...
... Khanzaec berkata dengan santai tanpa peduli keadaan sekitar yang tampak canggung dan suram......
Namun baru sesaat, aura tersebut hilang.
Menyisakan ruang untuk tiga orang tersebut...
Seolah menyadari sesuatu, Haza segera berlari kearah kamar mandi.
Hanya untuk menemukan, Tyna yang pingsan tanpa busana sama sekali!.
...^Bukankah ini tidak masuk akal?^...
...^Bagaimana bisa ia tetap hidup setelah menahan aura level 6 puncak!, keberuntungan macam apa ini!^...
Saat itu juga, Khanzaec benar benar tercengang.
Secara normal, manusia biasa akan mati tanpa luka ketika tertekan aura diatas level 5.
Terlabih lagi Ajian Forest Scorpion Level 6 Puncak bukanlah sebuah Beast biasa!, ia adalah Beast s-. Ups.
Dengan menahan diri sekuat tenaga, ia menggendong Tyna dan meletakannya disamping Alice.
"Si*l..., menahan nafsu lebih sulit dari melawan puluhan monster gila!." Gumam Haza terdengar oleh Khanzaec, dan yahh Khanzaec mewajarinya.
Haza hanya seorang remaja yang baru puber.
Dengan tenang ia duduk dipojok ruangan, tak ingin memikirkan pikiran kotor yang terus menghantuinya.
......................
Tak lama akhirnya mereka berdua bangun, Tyna dengan cemas langsung melihat kearah Alice.
"A-Alice?"
Melihat anaknya yang telah membaik, hatinya langsung lega.
Haza hanya memasang wajah acuh, dan segera berdiri sambil berkata.
"Istirahatlah, jangan terlalu banyak bergerak".
"T-tidak, saya baik-baik saja!" Dengan demikian ia berdiri sambil membungkuk 90° kearah Haza.
"Yah terserah dirimu saja" Berbalik badan menuju pintu keluar, baju Haza ditarik oleh Tyna yang sedang berlutut bersama Alice. Melihat hal itu Haza sedikit tertegun.
"Ap-"
"Izinkan Saya Menjadi Pelayan Anda!"
"Hah?!"
"Sa-Saya Juga!"
"..."
Haza benar-benar terdiam, dia mungkin mengira mereka terlalu Naif untuk bisa merelakan hidup mereka padanya.
Namun apapun itu, dengan keberadaan Alice disisinya setidaknya Khanzaec tidak akan berisik.
"Terserah apa mau kalian, yang jelas memang tak ada yang gratis didunia ini" Haza berkata dengan senyum kecil di wajahnya, berjalan kearah pintu dan pergi dari sana.
Disaat Haza telah sampai didepan penginapan, Alice memohon pada ibunya untuk diijinkan mengikuti orang yang menyelamatkannya.
"T-Tunggu tuan!.".
Menengok ke arah anak kecil yang memanggilnya, Haza secara langsung bertanya.
"Apa?"
"A-Apakah tuan melihatnya?"
"Kalau iya kenapa?" Haza menjawab dengan datar, tak ada yang tahu itu bohong atau jujur.
'Mahkluk kontrak anak ini terlalu berbahaya' Sungguh ini yang Haza pikirkan, tetapi ... KEBERADAAN KHANZAEC SENDIRI SUDAH SEPERTI BENCANA BERJALAN! BENAR-BENAR PRIA YANG TAK TAHU DIUNTUNG!.
"J-Jadi Tuan, bisakah anda merahasiakan hal ini dari ibu?" Alice berkata dengan gugub, matanya yang berkaca-kaca menatap ketanah sambil memainkan jari telunjuknya dengan polos.
"Tidak." mendengar permintaan Alice, Haza spontan menjawab dengan tegas.
"T-Tapi!"
"Diam." pernyataan Haza kali ini sukses membuat gadis kecil itu terdiam, menundukan wajahnya kebawah.
"Untuk menghindari kecurigaan, mulai sekarang kau ...
Ahh tidak ... lupakan saja, kita bahas itu lain kali bersama ibumu." Haza hendak menyampaikan sesuatu, namun tak jadi karena ia sadar. Percuma mendiskusikan hal seperti itu pada anak kecil.
"Baik" Alice kecil menjawab dengan sendu, ia benar benar khawatir jika ibunya mengetahui dirinya yang menjalin kontrak dengan makhluk asing.
"Satu hal yang perlu kau ingat, mulai sekarang ... hidupmu dan ibumu adalah tanggung jawabku. Karena kalian adalah ...
Dua pelayan baruku."
Alice terdiam beberapa saat, mata kecilnya mengerjab. Menatap punggung Haza yang perlahan menjauh darinya.
Dengan sinar mentari pagi yang cerah, Alice tersenyum penuh syukur sembari mengucap.
"Terimakasih ... Tuan."
...<<27 Day's Before Dead>>...
...[Chapter 10 End ]...