My Luck Is Dead With Me

My Luck Is Dead With Me
The Promise



...[ Tali Takdir Yang Tak Terikat. ]...


katamu?, kau bertanya bagaimana pandanganku mengenai mereka?.


Maka jawabannya sederhana, mereka hanyalah mahluk yang memiliki sifat dasar egois, tamak, serakah, dan iri dengki.


Aku juga manusia, dan ku akui aku memiliki sifat dasar tersebut.


Aku adalah bagian dari keluarga Avalon, dan akan tetap seperti itu bahkan jika sampai 'tali' ini kembali terikat.


...[ The Birth Of The Third Avalon ]...


...^^^Chapter 1 : The Promise Of Dead^^^...


"Dasar bodoh!, sudah kukatakan jika kau membuat onar lagi maka pergilah dari rumahku Haza!!!" Suara keras dan kasar terdengar dari seorang Pria Paruh Baya pada seorang Remaja bernama Haza yang sedang berdiri didepannya.


Rambutnya yang sehitam malam, iris matanya yang semerah darah dan raut wajahnya yang sedingin es. Membuat penampilannya menjadi begitu tampan.


Haza diam tak bergerak, raut wajahnya yang acuh tersebut membuat si Pria Paruh Baya lebih marah..


"Sekarang kau bukan lagi Putraku!!!"


"Pergi dan jangan pernah injakan kaki lagi disini!!!" dengan kasar si Pria berteriak mengusir Haza..


Tanpa mengucap sepatah kata, Haza membalikan badan dan berjalan pergi dari ruangan tersebut...


Kini dia sampai di halaman depan, dimana terlihat sebuah mansion mewah tempat dia baru saja keluar...


Namun saat dia telah keluar dari pagar pembatas rumah tersebut..


Sosok aneh muncul dari punggungnya!!, dengan tubuh kecil layaknya balita berwarna hitam legam!!.


Lebih tepatnya sosok itu lebih mirip seperti boneka!!, matanya terbuat dari kancing pakaian yang berwarna merah darah!!. juga mulutnya yang dijahit dalam keadaan menyeringai membuat kesan horor pada mahluk tersebut!!.


Yang paling aneh adalah boneka itu hidup!!, bahkan menatap remaja tersebut dengan mata kancingnya!!.


Namun seolah tak menghiraukan mahluk tersebut... siremaja tetap melangkah menjauh dari mansion tersebut!.


Hingga akhirnya sebuah suara terdengar ke telinga remaja tersebut.


...《Sungguh manusia yang berisik...》...


...《Bukankah membunuhnya adalah pilihan yang tepat Haza?》 Suara mengerikan terdengar dari mulut Makhluk tersebut, suara yang begitu berat dan keras. Bahkan sampai tidak diketahui apakah itu suara lelaki atau perempuan....


Haza berhenti berjalan, menatap acuh Makhluk yang ada di pundaknya.


"Tidak" Suara dingin tersebut langsung membuat sang Makhluk tak puas...


Namun ketika sang mahluk hendak bicara, suara Haza kembali terdengar.


"Tidak.. sekarang" Suara dingin dan letih terdengar dari mulut Haza


"Kiamat akan segera terjadi, jadi persiapkan dirimu Khanzaec" Khanzaec adalah nama dari Makhluk tersebut..


...《Omong kosong itu lagi?》...


...《Sudah berapa kali kau mengulang kalimat kosong itu Haza?》 Khanzaec merasa bosan dengan apa yang dilontarkan oleh Haza....


Namun Haza tak menghiraukan pertanyaan Khanzaec, dirinya kembali berkata...


"Sudah kuputuskan bahwa...." Menatap langit yang cerah tanpa awan, Haza kembali melanjutkan kalimatnya.


"Tiga puluh hari lagi, Aku akan ... mati."


...-Swoshh!!-...


Angin kencang menerpa wajahnya seolah olah menanggapi kalimat Haza!!.


...-Tes- -Tes-...


Bulir-bulir air jatuh perlahan, langit mulai menangis dalam diam.


Awan-awan mulai berkumpul menandakan bahwa langit akan menangis dengan deras!.


...^Suasana ini...^...


...^Tidak normal...^ Khanzaec mulai merasa ada yang aneh, entah mengapa dirinya merasa seolah olah.......


...^Alam semesta tak mengijinkan orang ini untuk mati^...


"...." Dengan langkah kaki yang sunyi, Haza melewati jalan sepi didepan mansion tersebut.


...{ Flashback Satu Minggu Yang Lalu... }...


Di atap sebuah bangunan yang remang cahaya, seorang Remaja terdiam disana. mematung layaknya menunggu akan sesuatu.


Sorot mata yang letih terlihat, dengan raut wajah kosong. Mengalirlah air dikedua kelopak mata merah tersebut, dia menangis dalam diam.


Memandang cahaya bintang yang bersinar terang, dirinya bergumam ...


"Akankah hari esok akan baik baik saja?" Satu kalimat yang ia ucapkan mengandung seribu harapan, namun tetap saja dia tahu bahwa harapannya tak mungkin bisa ia raih.


"Akankah hari esok menjadi lebih baik?" Suara pemuda tersebut bergetar dengan segala harapan yang ada.


..."Aku ingin tiada, tapi aku takut mati"...


..."Aku ingin hidup, tapi aku takut hari esok"...


..."Aku ingin...."...


..."Bahagia"...


Tepat disaat itu juga, muncul sesosok mahluk dari dalam gelapnya malam...


Tinggi 180 cm, dirinya terbang diatas langit berbintang dengan sayapnya...


Dengan tubuh yang tercipta dari serabut serabut hitam, mata yang terbuat dari kancing berwarna semerah mata remaja tersebut.


Tak salah lagi, dia adalah sang iblis Khanzaec.


Memandang dalam diam, Remaja tersebut melihat kearah Khanzaec.


Mata miliknya tak memancarkan rasa takut, melainkan rasa hampa yang dalam. Dalam pandangannya dia melihat sesosok mahluk yang 'bebas'.


"Indahnya..." Satu kata tersebut terucap dari mulut haza.


Namun saat keheningan tercipta, bisikan aneh mulai terdengar dari mulut sang iblis...


...《Apa kau ingin akhir hidup yang indah?》...


^^^Flashback End.^^^


disebuah kota kuno yang indah, dimana langit sedang menangis dengan derasnya. Terlihat sosok Haza yang berjalan sendirian ditengah keramaian orang yang berlalu lalang


...《Apa yang ingin kau lakukan sekarang Haza?》...


"Menikmati hidup, seindah mungkin.." Haza menjawab pertanyaan Khanzaec yang sedang bersemayam dalam bayangannya.


...-Brak!-...


Sosok lelaki berwajah sangar tak sengaja menabrak Haza!.


Namun lelaki tersebut tetap berjalan kedalam gang sempit seolah tak terjadi apa apa.


Haza menatap lelaki tersebut dengan dingin! dan marah! tangannya memegang erat benda yang ada pada saku celana miliknya!!, Haza marah karena lelaki tersebut baru saja...


Mengambil dompet miliknya!!, uang satu satunya yang ia miliki!!.


Diwaktu yang sama, disebuah restoran sekaligus bar tak jauh dari gang tersebut...


Seseorang menyalakan siaran radio tua yang menyampaikan berita...


"Pemirsa kembali lagi dengan kami, di kabar petang!."


"Kali ini kami akan menginformasikan bahwa jumlah kasus orang hilang semakin bertambah!"


"Polisi menduga bahwa ini adalah kasus penculikan berantai!"


"Total sudah ada 9 orang yang menjadi korban, 6 diantaranya adalah laki laki dengan rentang umur 20-27 tahun. Sementara sisanya adalah korban wanita berumur 19-25 tahun."


"Polisi sendiri masih menyelidiki kasus ini, dan belum menemukan petunjuk tentang pelaku."


"Warga dihimbau agar berhati hati ketika keluar malam malam sendirian!."


"Jika bertemu orang mencurigakan harap segera melapor kepada pihak berwajib!"


"Demikian berita hari ini...."


Diwaktu yang sama, Haza berjalan mengikuti lelaki tersebut dengan tatapan dingin.


Haza berjalan menyusuri gang sempit yang sepi, dia berhenti sejenak sambil mengambil sebongkah batu bata yang ada disana.


Saat si lelaki sudah ada dalam pandangannya...


Haza langsung berlari kearahnya!!, disaat jarak sudah dekat ia melompat!!.


...-Duak!!-...


"Argh!!"


Sebongkah batu bata menghantam kepala pria tersebut secara telak!!, membuat dirinya menjerit sesaat sebelum jatuh berlutut ditanah!!.


Kepalanya sangat berat dan pusing!!, penglihatannya menjadi kabur!!


Belum lagi kepalanya mengeluarkan cairan merah dengan deras!!.


Dia mencoba melihat siapa yang telah menyerangnya.., namun ekspresinya berubah dari terkejut menjadi buruk!!.


Karena orang yang menyerangnya adalah Haza! orang baru saja dia curi!, dan yang terburuk adalah ekspresinya yang tersenyum gila kearahnya! tepatnya kearah cairan merah dikepalanya.


"Merah" "Merah!" "Merah!!" Bergumam dengan ceria, Haza tersenyum gila ketika melihat darah yang mengalir disana...


Kepala lelaki tersebut terasa sangat berat!!, perlahan lahan dirinya kelihangan kesadaran!!.


Dan yang terakhir dia lihat adalah...


Haza yang mengangkat tangan kanan miliknya sambil memegang sebuah cutter dengan senyum gila!!.


...-Jlep!-...


Cutter tersebut menancap tepat dileher!!, bahkan tak sampai disana!.


Haza menarik cutter tersebut hingga menggorok tenggorokan milik lelaki tersebut!!


...-Crash!-...


Cairan merah kental dan amis keluar dari bekas jalannya cutter tersebut!!


Derasnya hujan mengguyur darah tersebut untuk pergi menjauh dari Haza, mencabut kembali cutternya Haza kembali berkata...


"Bersihkan itu Khanzaec"


...《Baiklah, jika begitu maka...》...


...《Saatnya makan...》...


Sebuah bayangan hitam menjalar dari belakang tubuh Haza!, dalam sekejap sosok itu langsung memakan tubuh tersebut secara utuh!!.


Tak ada barang bukti yang tersisa disana!!, karena darah sudah dibersihkan oleh air mata langit yang deras!!.


"Keluarkan semua benda berharga miliknya Khanzaec..." setelah mendengar ucapan Haza, Khanzaec mengeluarkan dompet Haza beserta beberapa barang lain milik si Pria yang bisa dijual...


"Meski didapat dari mencuri, uang tetaplah uang!" Haza mengambil semua barang tersebut.


1 cincin emas 21 karat dengan berat 1 gram, beserta dompet yang berisi uang tunai senilai 100 Arv.


...{ Nilai mata uang didunia ini adalah Arv, dimana 1 Arv senilai Rp.10.000,00. Planet ini bernama Hympern, luasnya sendiri mencapai 10× luas bumi. Planet ini tak memiliki banyak berpedaan dengan bumi, kecuali ukuran, alat teknologi yang ketinggalan zaman, jumlah populasi, bentuk pemerintahan dan tatanan negara didunia....


...Dunia ini terlihat seperti bumi pada abad pertengahan, namun didunia ini tak ada yang namanya pistol, bom atom atau yang lainnya....


...Hanya ada pedang, tombak, perisai dan lain lain....


...Di Planet Hympern, hanya terdapat 2 Benua besar dimana terdapat banyak negara disana. perang juga sering terjadi antara 2 Benua tersebut. benua Consanic dan benua Culombys....


...Haza tinggal di Benua Consanic, Negara Zanfas, kota C. }...


Haza memperkirakan harga cincin tersebut sekitar 44 Arv.


Dengan acuh Haza pergi dari sana seolah olah tak terjadi apa apa...


Seluruh uang yang ada di dompetnya senilai 22.500 Arv, sangat banyak bukan?. Yah itu adalah hal lumrah bagi anak anak orang kaya disana...


Haza langsung mencari sebuah penginapan disekitar kota C, untuk berteduh dalam dinginnya air hujan.


Ia akhirnya menemukan 1 penginapan dan segera memasukinya, penampilan miliknya yang begitu mencolok menjadi pusat perhatian para pengunjung disana.


Karena bisa dibilang rambut berwarna hitam adalah warna rambut yang langka, bahkan Haza sendiri tak pernah bertemu seseorang yang memiliki rambut hitam seperti dirinya.


Mata miliknya yang berwarna merah darah juga terbilang sangat langka, jadi mereka langsung saja menjadi penasaran sekaligus terkejut...


'Entah mengapa aku merasa, mereka menatapku seperti binatang langka' Tanpa memikirkan hal itu lagi, Haza langsung berjalan menuju tempat Resepsionis yang sedang menatapnya dari ujung kaki sampai rambut.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" dengan profesional sang resepsionis tersenyum formal.


"1 kamar untuk satu minggu" Dengan acuh dia berkata sambil mengeluarkan sejumlah uang bernilai 56 Arv.


Yah uangnya sangat pas dengan harga aslinya, membuat Haza sedikit lega.


Setelah mengambil kunci dari Resepsionis, Haza segera berjalan menuju kamar miliknya, tanpa basa basi dia mandi dikamar mandi.


Haza yang sudah berpakaian kembali dengan pakaian tidur yang disediakan oleh pihak hotel, memutuskan untuk merebahkan diri pada kasurnya.


sementara baju miliknya ia keringkan dengan Menjemur di balkon sana.


Haza menatap acuh Khanzaec yang keluar dari bayangan miliknya


...《Aku punya berita bagus, kau tahu?》...


"Ohh, apa itu?"


...《Kemampuanku meningkat 1 tahap setelah memakan 10 hidangan dingin yang kau berikan》...


Haza tertarik ketika mendengar hal tersebut dirinya lantas berkata dengan penasaran...


"Apakah ada mahluk lain selain dirimu didunia ini Khanzaec?"


"Kau tahu?, sudah lama aku ingin bertanya padamu..."


...《Ada...》...


...《Tapi kalaupun bertemu dengan salah satu dari mereka maka kita harus lari atau bertarung sampai mati.》...


"Apa mereka juga punya kemampuan khusus seperti dirimu?"


...《Mereka punya, tapi sebagian besar dari mereka hanya punya 1 atau 2 kemampuan khusus. Dan sebagian kecil sama dengan diriku yang memiliki 3 kemampuan sekaligus》...


Haza hanya diam mendengarkan ucapan Khanzaec, Haza lantas kembali bertanya...


"Apa mereka juga melakukan kontrak seperti kita?" Memandang langit langit hotel, sang iblis kembali menjawab.


...《Benar, mereka melakukan kontrak dengan para Manusia tertentu.》...


...《Bahkan ada Manusia yang memiliki kontrak lebih dari 1 Makhluk》...


"Apa maksut dari manusia tertentu?"


...《Cepat atau lambat kau akan tahu Haza...》...


"Yah terserah..."


Haza akhirnya tidur tanpa mengucapkan sepatah katapun, Khanzaec hanya melihat Haza sambil bergumam sesuatu sebelum ikut tertidur dalam bayangan Haza.


...《Sampai waktunya tiba, jangan sampai mati Haza...》...


Hingga akhirnya mereka berdua tertidur dalam derasnya air hujan dimalam hari.


...<<30 Day's Before Dead>>...


...Chapter 1 End...