My Luck Is Dead With Me

My Luck Is Dead With Me
The Little Girl



Suara yang melenting terdengar dari balik kerumunan, membuat Haza yang berada tak jauh dari sana mengernyitkan keningnya.


'Seorang wanita?' Pikiran itu terlintas dalam benaknya.


Ia mencoba untuk masuk kedalam kerumunan, hanya untuk melihat kearah seorang wanita yang menggendong putri kecilnya.


"Siapa-pun, tolong selamatkan putriku!" Dia berteriak sambil menangis, melihat anak kecil yang dia gendong sudah tampak pucat.


Tubuhnya berwarna biru, layaknya keracunan...


Tetapi tak ada seorangpun yang mau menolong, mereka hanya melihat dengan tatapan iba. Sebelum berbalik pergi meninggalkan wanita tersebut dalam keadaan putus asa.


Namun berbeda dengan Khanzaec yang malah memiliki wajah stagnan.


Ia bahkan langsung berteriak histeris seolah menemukan harta karun.


...《Haza!, bawa bocah itu bersamamu!》...


'Apa kau gila?, membawa bocah yang akan mati?'


'Aku tak punya waktu untuk mengurus beban menyedihkan seperti itu b*jingan!' Dengan dingin Haza mencibir, ia tak peduli dengan hidup atau mati gadis kecil itu.


...《Bawa saja dia k*parat!》...


Haza tertegun sejenak..., baru kali ini ia mendengar Khanzaec berkata kasar dan histeris seperti orang gila yang akan kehilangan hartanya!.


'Apa kau serius?' Dirinya bertanya dengan tenang.


...《Aku serius!, karena bocah itu!...》...


Setelah menghirup napas sejenak, Khanzaec berkata dengan tenang...


...《Adalah kunci untukmu menerobos fisik level 2!》...


Mata Haza menyempit, ia bahkan sedikit terguncang!.


Sejak kapan ada manusia yang memerlukan manusia lain untuk menerobos level?, tak ada sama sekali dalam berita hidupnya!.


Namun setelah berpikir sejenak, ia akhirnya memutuskan...


Untuk berjalan berbalik arah...


Dia mengabaikan ocehan Khanzaec!, sudah berapa kali dia ditipu k*parat itu?. Sangat sering!.


...《B*jingan!, jangan salahkan aku k*parat!》...


Khanzaec keluar dari bayangan dan secara paksa menggerakan tubuh Haza dari dalam pakaiannya...


Bahkan Haza tak sempat merekspon apa apa!.


Haza kembali berbalik berjalan kearah wanita dan gadis kecil itu dengan paksaan dari Khanzaec!


"Perlu bantuan nona?" Suara Haza terdengar, namun sebenarnya Khanzaec yang memaksanya untuk berbicara!.


Suara yang begitu menenangkan itu membuat sang wanita yang putus asa melihat kearah Haza...


Merasakan ada harapan(penolong), dia langsung berdiri.


"A-apa anda bisa menyelamatkan putri saya?!"


Sempat terhenti sejenak dia langsung melanjutkan kalimat dengan penuh tekad.


"Ji-jika bisa..., saya akan melakukan a-apa saja!"


Wanita itu memiliki penampilan layaknya berumur 25 tahunan, bahkan kedua asetnya bisa dikatakan sangat besar. Dia adalah jenis m*lf yang sangat sempurna!.


Warna rambutnya pirang panjangnya sepunggung dan diikat dengan sebuah tali merah, matanya berwarna hijau emerald yang indah.


Namun tak ada yang menyadari kecantikannya karena badannya yang tertutupi oleh noda lumpur serta pakaiannya yang lusuh tersebut.


Sementara gadis kecil tersebut memiliki penampilan yang sama seperti ibunya, bahkan aset miliknya juga lebih besar dari pada tubuh anak yang terlihat sebaya dengannya!.


Mendengar hal ini Haza (Khanzaec), tersenyum ramah dan kembali berkata...


"Tentu, aku akan menyelamatkan putrimu." Suaranya begitu lembut, seakan sangat menenangkan...


Ohh ayolah, ketika iblis(Khanzaec) menggoda manusia maka mudah baginya...


Bahkan sang wanita sedikit tertegun dengan kharisma yang dimiliki Haza, berwibawa sopan dan hangat. Ini adalah pesona murni seorang bangsawan terpandang!.


Apalagi ketika melihat wajahnya yang masih muda, dia telah menebak bahwa Haza adalah anak seorang bangsawan!.


"Benarkah?!, te-terimakasih banyak tuan muda!" Namun tetap saja, wajahnya yang merah tak bisa lenyap. Apalagi ketika menatap mata merah Haza yang seakan menyala dalam teriknya matahari.


Bahkan fantasy liar dikepalanya sudah terekam jelas!, dia mungkin tak punya banyak harta jadi dia hanya bisa bertaruh dengan apa yang ia punya saat ini...


Yakni tubuhnya!.


"Nama saya Tyna, tuan muda."


"Dan putri saya bernama Alice" Dia benar benar cukup gugub, ketika memperkenalkan dirinya..


Tanpa banyak membuang waktu Haza dan wanita bernama Tyna itu pergi dari sana sambil menggendong anaknya...


Pergi kearah penginapan yang telah Haza sewa...


Wajah perempuan tersebut semakin gugub, bahkan tubuhnya mulai bergetar.


Fantasy liar yang ada dikepalanya semakin menjadi jadi.


Setelah Haza mempersilahkannya masuk kedalam kamar dipenginapan dia menjadi lebih gugub lagi...


Tangan yang sedang menggendong gadis kecil itu bergetar...


...-Klack-...


Suara Haza ketika mengunci pintu membuat wanita itu merinding!, bahkan jantungnya mulai berdebar tak karuan!.


Namun suara Haza menenangkan dirinya lagi. "Lebih baik kau mandi terlebih dahulu, agar pembicaraan ini bisa lebih nyaman"


"Ba-baik!" dia berkata dengan gugub, sempat bingung ingin meletakan putrinya dimana. Ia melihat tatapan Haza.


Mengerti maksut dari tatapannya, ia meletakan putrinya ke tempat tidur dan bergegas kearah kamar mandi...


...----------------...


...[Ready To Kill]...


...^^^Chapter 9 : The Little Girl^^^...


...----------------...


Barulah setelah wanita itu masuk kedalam kamar mandi, Haza mendapat kendali penuh atas dirinya.


'K*parat sialan!, b*d*b*h!' Haza langsung memaki Khanzaec dalam benaknya.


...《Sudah kubilang jangan salahkan aku...》...


Khanzaec menanggapinya dengan senyum kemenangan.


Namun baru sesaat Haza ingin bertanya, ia dikejutkan dengan aksi Khanzaec selanjutnya!.


...-Swoshh-...


Tubuh Khanzaec membalut seluruh tubuh gadis kecil itu!.


Tatapan Haza yang awalnya marah menjadi stagnan, bahkan aura dingin mengancam keluar dari dalam tubuhnya!.


"Apa kau ingin memakan gadis ini, khanzaec?"


"Jawab pertanyaanku, b*jingan!"


Amarah keluar dari dalam tubuh Haza, mungkin ia memang tak peduli dengan hidup mati mereka.


Tapi tetap saja, membunuh seseorang yang bahkan tak bersalah seperti anak kecil yang malang itu bukanlah gaya Haza sama sekali.


Dia mengerti bagaimana rasanya menjadi lemah dan diinjak injak oleh yang kuat, tetapi dia tak bisa menyalahkan mereka yang kuat.


Karena menjadi lemah adalah suatu kesalahan mutlak didunia yang busuk ini.


Dengan kemarahan yang memuncak, Haza segera menyeret tubuh Khanzaec keluar dari gadis itu.


Namun anehnya Khanzaec tak melawan sama sekali, Haza tak terlalu memperdulikannya dan segera menarik sekuat tenaga.


Hingga apa yang dilihatnya membuat wajahnya menjadi tertegun sejenak...


Kulit yang awalnya membiru sekarang telah menjadi normal, bahkan wajah pucatnya telah menghilang entah kemana!.


...《Kekekeke, sungguh kemampuan kontrak yang unik!》 Mendengar kalimat Khanzaec, Haza termenung sesaat....


Namun secara mendadak ia menarik keluar pedangnya!. Haza berteriak kepada sosok gadis yang tak sadarkan diri itu.


"Keluarlah, aku tau kau bersembunyi didalam sana... k*parat!" Mengabaikan Khanzaec yang berdiri disampingnya sambil menatap penuh ketertarikan dengan gadis itu.


...-Swosh-...


...-Boom!-...


Sampai muncul sebuah ledakan aura yang membuat aura penindasan gila gilaan pada area sekitar!. Bahkan membuat Haza hampir jatuh berlutut!


...<<27 Day's Before Dead>>...


...Chapter 9 End...