
...[ Teknik ini bernama... ]...
...[ << Hero Suicide >>. ]...
Mengangkat tangan diatas sama seperti pose yang dia lakukan sebelumnya, Haza langsung mengayunkan kembali tangannya menuju pemimpin Fang Wolf!!
°AAAUUU!!!°
Para serigala melolong keras!!, pertanda bahwa mereka mulai marah dan berniat menyerang secara penuh!!
'Nama yang konyol!, apa kau b*doh si*lan!'
'Menyerang tanpa bertahan!?, kau sama saja bunuh diri k*parat!'
Berkata dengan sarkas, Haza tak henti hentinya memaki sosok yang mengendalikan tubuhnya...
...[ Kau pikir aku menggunakan teknik ini tanpa alasan? ]...
...[ Putar otakmu dan temukan kelebihan teknik ini. ]...
Mendengar kalimat acuh tersebut, mau tak mau Haza hanya memandang dengan masam...
Perasaannya sangat buruk!.
Apalagi ketika jarak mereka semakin dekat, Haza mengayunkan lengannya kearah pemimpin Fang Wolf!!.
...[ <> ]...
...-Duak!-...
Hantaman keras kepalan tangan Haza hampir menghancurkan tengkorak serigala tersebut.
Namun anehnya, Haza tidak menggunakan kemampuan <> sama sekali ditangannya.
Mengangkat tangan keatas, dia langsung bergegas kedepan!, menuju pemimpin Fang Wolf.
Tak ingin hanya diam dan menerima pukulan, serigala tersebut mengayunkan cakarnya kearah dada Haza!.
Mengangkat tangan keatas Haza langsung menghantamkan tangannya kebawah!
...-Srash!-...
Cakar tersebut menggores dada Haza, namun yang terjadi malah diluar nalar...
Dada Haza hanya tergores, namun tak mengeluarkan darah...
Karena serabut hitam telah membungkus hampir seluruh badannya!
Dan saat kepalan tangan Haza menyentuh kelapa pemimpin Fang Wolf, tiba tiba terdengar suara retakan yang nyaring
Tengkorak kepala serigala tersebut pecah...
Tubuh berukuran 2 meter tersebut tumbang tanpa berkedip.
Bahkan telah menjadi mayat!.
Dibawah tatapan kosong para serigala dan tatapan membunuh dari pemimpin serigala ke 2, Haza mengangkat tangannya seraya berkata...
...[ <> ]...
^^^2 jam kemudian...^^^
Didalam pelosok hutan, terdapat berbagai bangkai serigala dalam kondisi yang mengenaskan, tulang mereka hancur bak di tumbuk oleh batu besar.
Darah berceceran dimana mana, disalah satu gundukan mayat tersebut terdapat sosok remaja yang berdiri tenang.
Dia tak bergerak sama sekali, bahkan ketika berbagai hewan predator mendekat karena aroma darah yang menggugah selera!
Yang aneh adalah, hewan predator yang ada disana tak mempedulikan remaja tersebut sama sekali. Lebih tepatnya mereka ketakutan dengan aura tirani didepan remaja tersebut.
Aura dari sang iblis pemburu jiwa,
Khanzaec Egneel!
...《K*parat sial*n, mengusir orang tanpa bicara.》...
...[Sejak kapan, aku mengijinkanmu masuk dalam ruang jiwa anak ini?]...
Suara dingin menyapu telinga Khanzaec, bahkan membuatnya sedikit merinding!.
...[ Ahh si*l, waktuku sudah habis disini... ]...
Dalam helaan napas aura tubuh Haza mulai berubah, kesadaran Haza (asli) kembali kedalam tubuhnya.
Namun baru sesaat dia sadar...
"OHOGH!, CHOUGH!" Darah keluar dari dalam mulutnya.
'B*jingan si*lan!, memberikan beban gila gilaan pada tubuhku tanpa rasa bersalah!'
Tanpa basa basi, Khanzaec langsung masuk kedalam bayangan Haza.
Mencoba menyembuhkan beban gila pada tubuh Haza...
Mengabaikan para predator yang sedang memakan bangkai para serigala dengan rakusnya.
"Haha!, setidaknya setelah memakan Fang Wolf..." (menggunakan mangiavita)
"Kekuatanku menjadi level satu menengah!, sayang sekali aku tak bisa memakan yang lain..." mendengar ucapan Haza, Khanzaec mendengus dingin....
...《Lupakan rencana gila milikmu, ingat pada aturan bahwa kau hanya bisa menggunakan <> ketika sudah mencapai level 2!》...
...----------------...
...[ Don't See That ]...
...^^^Chapter 7 : Save Me^^^...
...----------------...
Dengan pincang, Haza berjalan keluar dari hutan. Menuju penginapan!
Setelah berada disana ia segera masuk, mengabaikan tatapan ngeri dari para pelanggan...
Bahkan beberapa dari mereka ada yang muntah.
Namun jelas tak ada yang berani menegur Haza, karena aura level satu menengah terpampang jelas.
Bagi rakyat biasa, mereka menghormati yang lebih kuat. Bahkan jika itu level satu sekalipun karena mereka bisa mati dengan satu pukulan...
Berjalan kearah tempat mandi, dia segera mencuci dirinya...
Setelah bersih dan beristirahat sejenak Haza mulai merenung..
'Kendali kep*rat itu semakin hari semakin kuat..., jika bukan karena kesadaranku melebihinya maka...'
Memikirkan sosok tersebut mengendalikan tubuhnya, Haza menghirup napas dingin...
Apa yang Haza katakan ketika ia ditanya bagaimana menggambarkan sosok itu?, jawabannya cukup sederhana...
Psyco gila!, pembantai!, penuh kebencian!, sangat gelap dan suram!.
"Apa kau tahu cara menjadi kuat secepat mungkin, Khanzaec?" Haza berkata dengan datar, namun dia jelas sedang berada dalam keadaan yang tidak stabil.
...《 Ada, tapi ini lebih menyakitkan dari suntikan herbal racun itu. 》...
"..."
Haza terdiam sesaat, namun dengan tegas dia menjawab.
"Hanya ada dua pilihan lakukan atau mati...." Khanzaec tersenyum tipis, seolah olah menantikan jawaban itu dari mulut Haza!.
......................
...Keesokan paginya...
...<< 27 Day's Before Dead >>...
Sosok Haza terlihat berada ditengah tengah kota, rambut hitam dan mata merahnya membuat dia menjadi sorotan mata publik.
Dia memang tampan, tapi tak ada yang mau berdekatan setelah merasakan auranya.
Tujuan Haza, hanya satu...
Pergi ke tempat penjualan senjata!.
Menatap toko didepannya Haza segera masuk...
Melihat sekeliling, banyak jenis senjata disana. namun dengan kualitas biasa...
Yah.. hal ini juga dikarenakan haza tidak mempunyai banyak uang untuk membeli senjata kualitas bagus...
Setelah melihat sekeliling, dia tanpa sadar telah berjalan sampai didepan meja pembayaran...
Seorang pria paruh baya yang tampak berotot kekar berdiri dengan tenang, senyum ramah terpampang jelas diwajahnya..
"Ada yang bisa kubantu, pelanggan terhormat?" Meski perawakannya tampak maskulin, tapi suaranya begitu halus bahkan mengandung ketenangan...
"Aku ingin membeli pedang..." Haza menjawab dengan acuh...
"Jadi pedang mana yang membuat pelanggan ini tertarik?" Seolah mengabaikan sifat Haza, dia segera to the point
"Kurasa yang ada dibelakangmu." Haza melirik pedang yang di tempel pada dinding, tepat dibelakang pria paruh baya tersebut...
"Hoh?, pelanggan ini ternyata memiliki penglihatan yang bagus..." sang pemilik cukup senang dengan pilihan Haza..., yah karena itu memang salah satu barang 'mahal'. Jadi untung untuknya!.
"Harganya hanya seribu arv!" namun jawaban Haza setelahnya membuat wajahnya sedikit suram...
"Bagaimana jika tujuh ratus arv?" yah..., berhemat itu bagus bukan?.
"Sembilan ratus lima puluh arv."
"Tujuh ratus lima puluh arv."
"Sembilan ratus arv!"
"Delapan ratus arv."
Mendengar ini, sang pemilik hanya bisa menghela napas.
"Baiklah..., khusus untuk pelanggan terhormat ini harganya cukup delapan ratus arv saja!".
Segera Haza keluar dari toko itu, dengan pedang di genggamannya.
Bilah pedang itu berwarna hitam, dan terlihat bentuknya sangatlah sederhana.
Tapi jangan menilai dari tampangnya karena..., bilah pedang itu sebenarnya terbuat dari Dark Tungsten!
Tungsten merupakan sebuah logam berwarna hitam dan keberadaannya mudah ditemui di dalam campuran beberapa elemen kimia.
Kepadatan jenis logam ini jangan diragukan lagi, sebab dikatakan sangat tinggi yaitu, 19.3 kali lebih padat daripada air dan 71 persen lebih padat dibandingkan dengan timah serta sedikit lebih padat daripada uranium.
Namun tetap saja, ini akan terlihat seperti sampah jika dibandingkan dengan logam logam kelas atas yang biasa digunakan para general dari suatu kerajaan...
Karena level pedang ini hanya tingkat Rendah.
Disisi lain, terdengar suara teriakan dari arah kerumunan tempat Haza berjalan disana...
"Ku- ku mohon selamatkan putriku!, siapa saja!"
...<< 27 Day's Before Dead >>...
...Chapter 7 End ...