My Luck Is Dead With Me

My Luck Is Dead With Me
My Sweet Dreams



^^^Jam 15.00^^^


...《Aku tidak menipumu...》...


...《Jika kau meminum ini maka kau akan mati...》...


"Maksutmu kau baru saja membuat -..."


...《Benar...》...


Mendengar ucapan Khanzaec dari mulut seringai dan wajah datar tak berdosanya... Membuat Haza kembali meraung marah sambil terbaring kaku dikasur!!


"Racun?!, si*lan!! kau bilang ingin memperkuat tubuhku dengan herbal!?."


"Omong kosong apa yang kau lontarkan padaku k*parat!!"


"Lalu bagaimana caramu memperkuat diriku!!, dan kenapa kau minum racun itu si*lan!!?"


Mendengar setiap ocehan Haza, Khanzaec menjawab dengan datar...


...《Aku meminum racun herbal itu agar tubuhku dapat mengolah racun didalamnya menjadi khasiat tambahan untukmu...》...


...《Jika sudah terolah dengan baik, maka aku akan menyuntikannya kedalam tubuhmu...》...


Mendengar penjelasan Khanzaec, Haza termenung diam...


'Perasaanku tidak enak...' percaya dengan apa yang dikatakan oleh instingnya Haza segera bertanya ...


"Berapa persentase keberhasilan pada proses ini?..."


Mendengar pertanyaan Haza dengan nada kosong dan muram, Khanzaec membalasnya dengan nada ceria dari jahitan seringai mulutnya....


...《Jika racun itu terolah dengan baik, serta kualitas herbal cukup bagus... Maka bisa dibilang sekitar...》...


...《89%... 》...


Mendengar hal itu, ekspresi lega terpancar dari wajah Haza...


Namun itu sesaat sebelum dia mendengar kelanjutan perkataan Khanzaec!.


Ekspresi yang semula tenang menjadi stagnan!!...


...《 Kau akan... Mati...》...


"K*PARAT!..., sudahlah... lakukan sesukamu..."


...《Tapi jika kau menggunakan morte oscura untuk mengeraskan seluruh otot... Peluang kematian bisa berkurang...》 mendengar ucapan Khanzaec yang terkesan main main, Haza hanya bisa acuh sambil menatap datar Khanzaec......


"Maksutmu agar dampak kerusakannya tidak terlalu parahkan?" kalimat acuh terdengar ke telinga Khanzaec, mengangkat sudut bibirnya dia membalas...


...《Benar, tepat sekali》...


"Kau tahu?, jika cara ini tak membuat aku naik ke level 1 maka..."


"Akan kutendang wajahmu ratusan kali." dengan nada acuh dan dingin, Haza menutup mata miliknya dan tanpa sadar dia tertidur sambil menahan efek samping penggunaan kemampuan miliknya


...《Yah kita lihat saja, bagaimana reaksi tubuhmu menanggapi racun yang bahkan bisa membunuh manusia level 4 menengah...》...


...《Lagi pula kau menyimpan banyak rahasia dari semua orang termasuk diriku》...


...《Aku tak sabar menanti hari dimana aku bisa melihat semua yang kau kubur rapat rapat...》...


...《Maka dari itu kuucapkan sekali lagi...》...


...《Sampai waktunya tiba... jangan sampai mati Haza...》...


Melihat Haza yang telah terlelap Khanzaec hanya diam disana menunggu semua racun itu terolah dengan baik...


......................


...[ Beautiful Dream's ]...


...^^^Chapter 4 : You're In My Sweet Dream's^^^...


...ΩωΩΩωΩΩωΩΩωΩΩωΩΩ...


Beberapa jam berlalu dan akhirnya Haza telah terbangun dari tidurnya, namun...


Dia kembali terbangun disebuah padang rumput yang luas!


Melihat kearah langit biru cerah tanpa awan dia bergumam...


"Tempat yang indah..."


"Tapi dimana ini?..." bergumam kebingungan Haza melihat sekeliling dengan tatapan terkesima...


Namun Haza yang sedang melihat semua keindahan itu dikejutkan dengan suara indah dan menenangkan...


Ekspresi Haza berubah menjadi stagnan...


"Apa kau menyukai pemandangannya Haza?" wanita dalam halusinasi Haza kini berdiri tepat dihadapannya!!.


Wanita berusia tak lebih dari 25 tahunan...


Jikalau dalam halusinasi wanita tersebut terlumuri oleh darah serta terbujur kaku dalam peti mati yang indah, kini ia tampil lebih baik...


Mengenakan gaun putih yang bersih, serta dengan kecantikan wajah seorang bidadari...


Dua aliran air mengalir dari mata Haza, menetes dipadang rumput...


Ekspresinya menjadi rumit, tampak disana rasa bersalah dan kesedihan yang dalam...


Tepat saat ia berlari kearah wanita tersebut..., ia menjerit kesakitan!!.


"Argh!" menggigit bibirnya hingga berdarah, dia tetap maju untuk menghampiri sosok perempuan tersebut sambil mencoba tak melihat darah miliknya lagi...


'Aku harus menebus segalanya!!'


Namun rasa sakit kian menjalar...


"GRT..GRT..." menggertakan gigi dengan kesal, dia mencoba kembali berjalan... Tapi dia jatuh berlutut...


Tubuhnya terasa terbakar layaknya dipanggang dalam tungku, darahnya mendesir seolah olah terkikis oleh sesuatu...


Saat itu juga, serabut hitam mulai membungkus tubuh luar dan dalam Haza. Mencoba sekuat tenaga agar tubuhnya tak hancur karena serangan rasa sakit tersebut...


Bangkit dengan rasa sakit, dia berjalan perlahan kearah wanita itu!...


...-Crack!-...


...-Blash!-...


"Apa-apaan!?"


Merasakan sensasi terjatuh dari ketinggian, Haza menatap sekeliling dengan panik.


Tepat saat itu juga, seutas tali terbang dari atas menuju Haza..


Menggenggam satu satunya harapan itu, Haza merasa selamat dari lubang kegelapan!.


Dia melihat wanita itu berdiri memegang tali dan menanyainya..


"Apa kamu rindu padaku?" tanpa berpikir panjang Haza langsung menjawab dengan jujur


"Iya.... aku rindu padamu" suara Haza bergetar ketika mengucapkan kalimat tersebut...


Wanita itu tersenyum lembut... Dan kembali bertanya..


" Tapi lantas... Mengapa kau melakukannya?" kini raut wajahnya berubah,


Bukan senyum manis yang terlihat di mata Haza.


Melainkan senyum licik dan hina, menarik sebuah belati yang entah muncul dari mana wanita itu memotong tali tersebut.


Haza yang tak sempat bereaksi terkejut saat tali tersebut terputus, apalagi saat ia melihat belati yang ada pada tangan wanita itu!!.


"B-belati itu?.... Jangan-jangan..." Haza akhirnya menyadari apa kesalahannya.


Dia terjatuh dengan ekspresi kosong, mata miliknya tak memancarkan cahaya sama sekali...


Tepat disaat kritis, muncul sesosok manusia yang menyerupai Haza, bahkan terlihat bergitu mirip!.


Yang membedakan mereka hanyalah, orang itu punya ekspresi yang aneh... Dia menyeringai kearah Haza dengan mata yang bersinar dalam gelapnya jurang!.


^^^"Bagaimana rasanya?"^^^


"K-kau?!"


Melihat sesosok tersebut Haza langsung berteriak marah!.


^^^"Terkejut?, yah sudah lama kau tak melihatku bukan?"^^^


"Semua ini salahmu!!..."


^^^"Salahku berarti salahmu..."^^^


^^^"Ingatlah... aku adalah kau, dan kau adalah aku..."^^^


"K*PARAT! lenyaplah dari hidupku!!"


^^^"Lihatlah dirimu..., begitu menyedihkan..."^^^


^^^"Jika kau mau, kau bisa mengandalkan diriku untuk balas dendam..."^^^


^^^"Tapi kau malah membuat kontrak dengan mahluk menjijikan sepertinya..."^^^


"Siapa yang ingin mengandalkan b*jingan seperti dirimu si*lan!!"


^^^"Yahh terserah... lagi pula cepat atau lambat kau akan menyadarinya..."^^^


^^^"Ingatlah satu hal..., bahwa yang melakukan itu dulu bukan aku..."^^^


^^^"Tapi kita berdua... Haza"^^^


"Tutup mulutmu to-"


Saat hampir menyelesaikan kalimatnya... Haza telah tertelan oleh kegelapan yang ada disekitarnya..


Ia lupa dengan prinsip bertahan hidup didunia ini.


Prinsip yang begitu konyol itu kini merenggut kedua nyawanya dalam lubang tak berdasar itu...


...[ Iblis bersembunyi dibalik penebusan ] dan [Kejujuran adalah lubang satu arah menuju neraka ]...


^^^Jam 20.00^^^


"AAARGH!" terbangun di tempat tidur setelah berteriak kerakutan, Haza menatap sekeliling dengan panik...


Mengabaikan rasa sakit diseluruh tubuhnya karena memaksakan diri untuk bergerak! dia meringkuk dalam kasur!.


"Sungguh aku tak melakukannya...."


"Kau si*lan..." bergumam dengan nada sedih Haza kembali menatap tangan miliknya...


Pandangan miliknya menjadi sedikit kabur karena perasaan cemas yang berlebihan...


...《Yah..., maaf kurasa?》...


Mengengok kearah Khanzaec yang berkata dengan nada datar, Haza hanya terdiam...


...《Kau tahu?, tak kusangka kau benar benar berhasil menembus level 1 awal ketika aku menyuntikan racun herbal itu didalam tubuhmu...》...


Haza tetap diam tanpa menjawab atau menanggapi ucapan Khanzaec...


Melihat hal ini Khanzaec yang awalnya mengira Haza kesakitan dan ketakutan karena rasa sakit yang diakibatkan oleh dirinya akhirnya sadar bahwa...


...《Tidurlah lagi.》...


...《Besok kau harus menyetabilkan kekuatan barumu...》...


Melihat Haza yang tak menanggapi ucapannya, Khanzaec menghela nafas panjang...


Sosok Haza yang terlihat meringkuk diam diatas kasur tampak sangat menyedihkan...


...^Mimpi buruk kah?^...


...^Tidak... Ini lebih seperti trauma yang menyedihkan...^...


...^Segalanya mulai menjadi... Rumit...^...


Masuk kedalam bayangan Haza, Khanzaec meninggalkan Haza meringkuk seorang diri dimalam yang sunyi...


Dia bergumam pelan saat kelopak matanya mulai berat...


"Maafkan aku."


Hingga akhirnya Haza tertidur dengan kepala menunduk kebawah... Hingga pagi hari datang menyapa.


...<< 28 Day's Before Dead >>...


...Chapter 4 End...