
...[ So Simple ]...
...^^^Chapter 2 : The Untied Laces^^^...
Sinaran mentari masuk kecelah jendela seakan mengajak diri untuk bergerak, dimana sinar hangatnya menyinari seorang remaja yang tengah terlelap dalam sebuah mimpi belaka.
...MC POV....
Aku terbangun dari tidurku, menatap sekeliling aku bergumam...
"Hanya mimpi?..."
Seketika aku bangkit dari tempat tidurku, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dari keringat dingin...
...Author POV....
...{Sambil menunggu Haza selesai mandi, akan Author ceritakan sedikit tentang dunia ini pada kalian......
...Seperti yang kalian tahu ada 2 benua didunia, dan masing masing memiliki banyak negara......
...Setiap negara dipimpim oleh Raja dan Ratu, dibantu oleh para Bangsawan, mulai dari Duke, Marquess, Earl, Viscount, Baron. }...
...MC POV....
Aku berjalan keluar dari penginapan, dimana banyak tatapan mata yang mengarah padaku.
Ada apa dengan mereka?!, mengapa mereka menatapku seolah olah aku ini primata yang langka?!.
Aku berjalan dengan acuh ketika melihat mereka membisikan tentang diriku disepanjang jalan.
...《Itu wajar, kau tahu?》 suara Khanzaec membuatku tertegun sejenak....
"Apa maksutmu?" aku benar benar tak habis pikir, apa yang wajar dengan orang orang yang menatapku seperti itu?!.
...《Warna rambut dan iris mata milikmu adalah hal yang langka.》...
Aku menatap rambut dan mataku sendiri kearah cermin di pinggir jalan, dengan ragu aku bertanya kembali.
"Benarkah?, terlihat biasa menurutku." yah apapun yang mereka anggab itu tak berguna untukku.
Mendengar perkataanku, aku dapat melihat Khanzaec yang memandangku dengan rumit. Dirinya lantas berkata.
...《Kemana kita akan pergi?》 mendengar hal tersebut aku hanya menatap lurus kejalan sambil menjawab....
"Mencoba kemampuan dan kekuatan milikmu." aku berjalan menuju pinggir kota, dan melihat ada sebuah hutan disana.
Tempat itu adalah hutan nayama, disana memang sepi karena tak ada bangunan sama sekali. Yang artinya hutan tersebut masih asri dan belum dijamah oleh manusia untuk pembangunan.
Aku memasuki hutan tersebut sambil menatap sekeliling, mencoba mencari tahu apa saja yang ada di hutan ini.
Hingga aku masuk lumayan dalam, dan akhirnya berhenti berjalan.
...Author POV....
Haza mengangkat tangan miliknya, sambil melihat acuh sebuah pohon didepannya.
"Baiklah mari pemanasan..."
Saat kalimat tersebut terucap...
Tangan Haza terselimuti serabut serabut hitam layaknya tubuh Khanzaec!!
...-Blushh-...
Asap keluar dari lengan Haza!, menandakan suhu lengannya meningkat drastis!!.
"Cih...., tetap saja menyakitkan!" mendecih tak puas, Haza menahan rasa sakit saat serabut hitam tersebut mulai menyebar ditangannya!...
'Si*lan!, tanganku terasa dibakar!!.'
...《Hentikan!, sudah berapa kali ku bilang bahwa kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri!.》...
...《Kau hanya bisa menggunakan kemampuan kontrak bila kau sudah memahami dan menyatu dengan kemampuan tersebut!.》...
"Sungguh si*l..." Haza menghentikan aksinya, tangan yang semula tertutupi serabut hitam mulai kembali normal.
Namun ada bekas luka bakar dikedua tangan Haza.
...《Aku tak bisa menjelaskan padamu semuanya karena peraturan kontrak, tapi aku bisa memberimu sedikit petunjuk》...
Mendengar hal ini, Haza mengangkat sudut alisnya. dengan penasaran dirinya berkata...
"Petunjuk apa?"
...《Nama kemampuan yang baru saja kau gunakan adalah <>》...
...《Kemampuan itu memiliki fungsi untuk memadatkan tubuh, atau salah satu bagian tubuhmu. Agar dapat menjadi pertahanan maupun meningkatkan daya serangan...》...
Haza mematung diam disana layaknya patung!, tak percaya dengan apa yang ia dengar!.
Sudut bibirnya terangkat!!, dia tersenyum! namun sudut bibirnya masih terangkat!!. Dia menyeringai gila!!
"Hahaaha!, hahahahaha!!!"
"Si*all!!!, ternyata begitu sederhana?!!."
Ia dikejutkan ketika Haza kembali mengaktifkan kemampuan itu!!.
《Sudah kubilang tak ada gunanya ji-》 kata kata miliknya terpotong ketika Haza meninju pohon yang ada didepannya dengan kemampuan tersebut!!.
...-Brak!!-...
Tangan Haza menghantam batang pohon dengan keras!, namun hanya terdapat retakan kecil disana...
Namun Haza tetap tersenyum karena...
Dia tak menerima rasa sakit apapun setelah menghantam pohon itu sekuat tenaga!!.
Meski tak bisa dipungkiri bahwa dirinya hanya Level 0, bahkan belum menyentuh tubuh Level 1...
Khanzaec diam seribu kata!!, dia tak habis pikir!!. Hanya dengan petunjuk kecil seperti itu Haza dapat menyatu dengan kemampuan yang sulit itu!!.
...《Katakan padaku bagaimana kau bisa mengerti secepat itu?》...
Khanzaec bertanya dengan nada yang kosong, dirinya masih tak percaya dengan apa yang dia lihat!!.
"Hmm?, itu mudah karena aku pernah melihat sesuatu dengan konsep yang mirip seperti ini dulunya." Haza menjawab dengan datar seraya kembali meninju pohon tersebut.
...^Mustahil jika ada sesuatu yang memiliki konsep seperti kemampuan milikku didunia ini...^...
...^Tapi orang ini tidak mengucapkan kebohongan!^...
bagaimana bisa Khanzaec tahu jika Haza tak berbohong?, tentu karena hubungan ikatan mereka yang terjalin dalam kontrak yang menghubungkan mereka!.
...-Duak!-...
Haza terus meninju pohon tersebut sampai akhirnya tangannya kembali terasa terbakar
"Si*lan..., yang benar saja!."
"Hanya 2 menit?!"
'Yahh kurasa ini adalah batasku' merasa kelelahan dan sakit akibat penggunaan Morte Oscura yang akan melebihi batas, Haza kembali menonaktifkanya.
^2 menit katamu?!, apa kau tahu seseorang dengan fisik level 0 yang bahkan jika mampu menyatu dengan kemampuan ini tak bisa bertahan lebih dari 5 detik!!^
Khanzaec menatap Haza dengan ekspresi yang rumit!, dia kesal karena pemuda tersebut tak punya rasa puas dan dia juga bangga dengan pencapaiannya!
"Jadi kapan kau akan mengajariku 2 kemampuan lain?" Haza bertanya pada Khanzaec sambil menatap acuh lengan miliknya
Luka bakar yang ada pada tangannya masih belum sembuh.
...《Setelah kau mencapai fisik tubuh level 2, kau akan memiliki kualifikasi untuk mempelajari teknik kemampuan kedua.》...
...《<>》...
"Heh..., nama yang menarik..." berkata dengan nada tertarik, Haza menyeka keringat yang ada pada dahinya.
"Apa itu yang kau gunakan ketika makan?" Haza bertanya pada Khanzaec yang sedang masuk kedalam bayangan miliknya.
《Yah bisa dibilang iya dan tidak》
"..." tanpa basa basi Haza langsung berjalan kembali menuju keluar hutan.
Tak terasa hari sudah menunjuk jam 11 siang, haza saat ini berdiri didepan sebuah toko paviliun bernama Golden Munra.
Dengan tenang ia masuk kedalam tanpa mempedulikan sekitar...
Melihat kedalam, Haza disuguhi aroma herbal yang khas, bahkan disana terdapat banyak sekali tanaman tanaman herbal berusia tua.
Ketika melihat lihat sekitar, seorang pelayan wanita mendekati dan bertanya pada Haza...
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" dengan nada ramah dan halus memikat, seorang pelayan cantik dengan kulit putih yang terawat. dia memiliki rambut pirang emas yang indah
Serta aroma tubuhnya juga kian menggoda, ditambah dengan lekuk tubuhnya yang jelas telah berkembang. Namun dileher gadis pelayan tersebut terdapat sebuah kalung hitam yang menandakan bahwa gadis itu adalah seorang budak.
Melihat kearah wajahnya, Haza hanya punya satu pemikiran...
'Gadis ini... terlalu polos!' setelah berhenti menatap kesana kemari, Haza berkata dengan nada acuh.
"Aku ingin membeli diri-, maksutku ingin membeli beberapa herbal." sempat melenceng beberapa saat, Haza segera kembali sadar.
'Si*l.., seorang remaja puber disuguhi hidangan seperti ini?, tentu tak mungkin tahan si*lan!.'
Tanpa menunggu apapun si pelayan kembali berkata...
"Herbal seperti apa yang tuan pelanggan inginkan?"
"Dua tanaman Seraph berumur 10-30 tahun"
"Delapan buah Zathan yang setengah matang"
"Empat biji Yonka" dengan nada tertekan Haza mengatakan nama tanaman yang ia ingin beli.
'Ku harap kau tidak menipuku... Khanzaec!'
...<<29 Day's Before Dead>>...
...Chapter 2 End...