
...[ Haha, Hi ]...
...^^^Chapter 3 : Just Kicking Up You're Face^^^...
......................
"Hmm??" memiringkan kepalanya dengan polos membuat kesan imut pada pelayan cantik tersebut. Namun tanpa menunda nunda dia kembali berkata.
"Tunggu disini tuan pelanggan!, saya akan segera kembali membawa pesanan anda!!" dia dengan semangat pergi meninggalkan Haza yang saat ini sedang ragu...
Lantas dengan suara yang pelan dia bergumam...
"Kau tidak menipuku...kan?"
...《Jangan mengira barang yang kau beli adalah sampah!, sudahlah beli saja apa yang aku suruh!》...
...Khanzaec yang ada didalam bayangan Haza, segera berpisah dengannya......
"Tunggu!, kemana kau pergi si*lan!" Haza bergumam setengah berteriak ketika melihat Khanzaec pergi meninggalkan dirinya dengan menyatu bayangan benda atau pengunjung lain!!...
"K*parat itu akan kutendang jika berani menipuku!" dengan acuh Haza berjalan jalan disana sambil menunggu pesanan miliknya.
Sementara diruang penyimpanan herbal paviliun Golden Munra, terdapat seorang pelayan perempuan yang mencari cari pesanan pelanggan yang ia temui siang ini...
"Hmm buah zaitun... buah zaitun....."
"Sudah kucari kemana mana tidak ada..."
"Memangnya ada buah bernama zaitun?.."
Dari arah pintu masuk, terlihat seorang pria tua yang memakai jubah putih dan celana putih panjang. rambut yang tak kalah putih serta janggut dan kumis panjang...
Melihat salah satu pelayan yang mondar mandir dalam ruangan penyimpanan, dirinya berkata dengan penasaran...
"Apa yang kau cari, Ratina?" suara serak serta penuh wibawa terdengar lantang diseluruh ruangan...
"Hmm?, kakek?..." memiringkan kepalanya dia menjawab pertanyaan kakek tersebut.
"Aku sedang mencari pesanan aneh dari tuan pelanggan!" dengan riang dia menjawab sambil kembali mencari...
"Pesanan aneh?..., memangnya apa yang dia pesan?"
"Tanaman seraph, buah zaitun dan biji yonka"
Mendengar ucapan Ratina, sang kakek diam mematung!!!.
'Orang gila mana yang ingin membeli campuran kombinasi racun itu!?' dengan ragu si kakek kembali bertanya.
"Apakah dia benar benar memesan itu?, kau tidak salah ingatkan Ratina?" dengan nada berharap si kakek bertanya...
"Tidak!, Ratina ingat baik baik!" menghela napas sejanak kakek tersebut kembali berkata dengan masam.
"Hah...., baiklah kakek yang akan carikan pesanannya kau tunggu saja"...
Tak lama kemudian pelayan yang tadinya menanyai Haza kembali datang membawa sebuah kotak kayu.
"Pesanan anda telah siap tuan pelanggan!" Dengan ceria pelayan tersebut segera menghampiri Haza. namun ketika Haza melihat kebelakang pelayan...
Entah mengapa dia merasakan bahaya!!, seolah olah aura tirani memancar keluar dari sana!!.
"Totalnya adalah 1.900 Arv!!" tanpa mempedulikan Haza yang memasang wajah dingin waspada, Ratina malah menyebutkan total pesanan haza...
Tanpa berucap apapun, Haza mengambil uang dari saku dan segera membayar!!. Dia mengambil kotak tersebut secara acuh sambil bergegas untuk berbalik!!.
Namun... sudah terlambat....
"Hoho..., anak muda yang begitu bersemangat..." suara itu muncul saat sesosok kakek itu sudah ada tepat didepan Haza!!.
'K*parat tua ini cepat!' merasa bahwa dirinya telah tersudut Haza segera memasang wajah tenang dan acuh layaknya tak panik...
"Perkenalkan kakek tua ini adalah Hokeja!, pemilik paviliun kecil ini..." kakek Hokeja memperkenalkan dirinya sendiri dengan senyum dan wajah ramah... Tapi itu tak sesuai dengan aura mengancam yang ada disekelilingnya!!!.
'K*parat!!, Hokeja!? Hokeja Hiramusa?! pemilik paviliun Golden Munra!?. Si*lan!! orang ini memiliki kekuatan setingkat dengan seorang General!! level Empat Menengah!!'
Mengutuk takdir yang mempermainkannya, Haza hanya bisa menatap acuh pria tua yang sedang ada didepannya.
"Kalau boleh kakek ini tahu, apa yang ingin kau gunakan dengan bahan bahan itu anak muda?"
Mendengar hal tersebut Haza hanya menjawab dengan acuh...
"Hanya untuk memperkuat diri."
Mendengar jawaban Haza, Hokeja menyipitkan matanya. Sambil mengelus jenggot panjangnya seolah berpikir...
'Jadi anak ini membuat racun untuk melindungi dirinya sendiri ya?, yah wajar dia sangat lemah...'
'Lagi pula jika dia bertemu Low Knight, dia pasti mati dalam 1 pukulan telak dikepala'
Jika Haza tahu pikiran Hokeja maka ia akan berteriak mengutuk Khanzaec...
Racun?!, si*lan!! kau bilang ingin memperkuat tubuhku dengan herbal!?. Omong kosong apa yang kau lontarkan si*lan!!.
Mungkin hal itu yang akan Haza teriakan pada Khanzaec jika tahu kebenarannya.
"Yah lelaki tua ini mengerti, hidup itu keras anak muda!. Jadi jangan terlalu mengandalkan cara seperti itu" berkata dengan nada bijak sang Hokeja berbalik tanpa permisi...
"..." Haza juga memilih untuk segera pergi dari sana dari pada harus terus mematung layaknya orang b*doh.
"Tua bangka si*lan!, sekarang kemana perginya Khanzaec?!" bergumam seorang diri ketika telah keluar dari paviliun...
Haza dikejutkan dengan bayangan hitam yang kembali dari arah dalam paviliun.
"Dari mana saja kau?"
Melihat Haza yang tampak acuh itu, Khanzaec hanya tersenyum sembari berkata...
...《Aku hanya berkeliling sambil 'meminjam' beberapa herbal dan barang...》...
Jawaban dari Khanzaec membuat Haza terdiam ditempat!!.
Namun beberapa saat kemudian dia menyeringai!!.
"Kerja bagus, uangku tak terbakar sia-sia" dengan senyum aneh Haza kembali berjalan seolah olah tak terjadi apa apa...
Namun tanpa Haza sadari, ada seseorang atau 2 orang yang melihat dirinya dari jauh...
Sosok perempuan dewasa terlihat memperhatikan Haza dengan seksama, dia memiliki rambut merah terang, dengan mata emerald yang indah...
Sementara yang satunya lagi adalah lelaki berbadan kekar, berambut coklat dengan iris mata oranye
"Bau bocah itu tak biasa!, aku bisa mencium aroma herbal yang begitu kental!!"
"Haha dari pada aku membakar uang dengan membelinya lebih baik aku merebut dengan sedikit paksaan!"
"Kuyakin ketua pasti senang dengan hadiah ini!!" sosok lelaki tersebut berkata dengan percaya diri...
Sementara si perempuan hanya menatap dia dengan datar dan dingin, dirinya lantas berkata..
"Lakukan sesukamu, aku akan pergi untuk mencari hadiah sendiri..."
Sementara Khanzaec yang mendengar serta tahu niat mereka hanya diam...
"Perasaanku tidak enak"
Mendengar Haza berguman demikian Khanzaec hanya punya satu pemikiran...
...^Seperti inikah insting monster?, haha sungguh anak jenius...^...
Segera Haza berjalan pergi, dia melewati kawasan gang yang sunyi untuk jalan pintas...
...《Haza...》...
Seolah tahu apa yang ingin Khanzaec pikirkan, Haza hanya menjawab...
"Keluarlah k*parat!"
...《Jantungmu...》...
...-Swoshh-...
Bukan jawaban yang haz6a dapatkan!! melainkan sebuah belati yang terbang mengarah kepada dirinya dengan kecepatan gila!!.
...-Jlep-...
Belati itu menancap didada Haza!!, membuatnya langsung bertekuk lutut dengan darah yang mengalir perlahan dibajunya!!.
"Haha maaf kawan kecil, aku hanya ingin meminta barang barangmu".
"Tak kusangka kau malah mati dengan pisau sekecil itu"
Lelaki berbadan kekar itu mendekati ha6za dan, langsung merogoh saku milik Haza...
Namun...
Sosok Haza yang ia kira sudah mati tiba tiba menoleh kearahnya ketika jaraknya sudah sangat dekat
"Kena kau..." dengan cepat Haza menarik belati itu keluar dari dadanya, melihat kesempatan karena lawannya lengah...
Haza segera memukul kepalanya dengan kepalan tangan yang telah berubah menjadi serabut serabut hitam!!.
...-Duak!!-...
Tak menyianyiakan waktu Haza segera melompat mundur!!
Dengan wajah marah dia langsung menatap Haza dengan rasa amarah dan benci!!
"Si*alan!!, kau benar benar ingin mati!!?" terbawa amarah yang dalam lelaki itu langsung berdiri tegak!!
Setelah melihat penampilan lelaki yang baru saja ia pukul wajah h6aza menjadi stagnan!!, ia melihat sebuah lencana disana!.
'Organisasi Moondance?!, yang benar saja si*lan!'
'Lencana yang ia bawa saja sudah memperlihatkan kalau dia itu salah satu dari 12 jendral!!'.
'Kekuatannya pasti tak kurang dari level 2 menengah - 3 awal!!'
Merasa tak bisa melawan Haza hanya bisa berucap dengan masam...
"Kesi*lan yang buruk..."
Namun ekspresi tenang Haza langsung pecah ketika dia tak sengaja melihat darah didadanya !!.
Ekspresinya berubah!, dalam sekejap iris matanya bersinar terang!!.
Menggertakan gigi dengan keras, dia bergumam sedikit ketakutam
"Darah si*lan ini!"
Mencengkram luka didadanya tanpa sadar membuat darah semakin mengalir!!
Tanpa sadar dia berhalusinasi melihat sosok wanita dewasa dengan rambut iris mata dan wajah mirip seperti dirinya!!.
Dengan gaun hitam yang indah, sekujur tubuhnya berlumuran darah!!. Terbujur kaku didalam sebuah peti mati yang tampak indah!!
"Singkirkan darah terkutuk ini!!"
"T-tidak!, singkirkan!! singkirkan!!" dia berteriak dengan ketakutan ketika melihat wanita itu!!.
"B-bukan aku yang melakukannya!!"
"D-dia yang melakukan semua ini!, bu-bukan aku!!"
Namun baru sesaat setelah berteriak dia kembali terdiam!!
Sudut bibirnya terangkat!, dia menyeringai!. dengan ekspresi yang gila!!
Saat itu juga tawanya mulai pecah tak terkendali!!
"Hehehehe.... hahahaha.... hahahahahaha!!"
Pikiran Haza menjadi tak terkendali!!, hasrat membunuh miliknya semakin meluap!!
Menatap tangan yang berlumuran darah miliknya sendiri dia tertawa!!.
'Apa apaan dengan bocah sialan ini!! apa dia gila!?' merasa aneh dengan kelakuan Haza yang tak terduga lelaki itu segera meningkatkan kewaspadaan saat aura sekitar mulai menegang!!
"Hehe akhirnya *aku* berhasil keluar..."
"Sudah berapa lama sejak terakhir kali aku terjebak diruang kosong pikirannya...."
"<>" ketika dia menyebutkan hal itu seluruh tubuhnya terlilit oleh serabut hitam!!
...-Srak!- -Swoshh!!-...
Sepasang sayap hitam tumbuh dibalik punggungnya!! saat dimana dia melesat begitu cepat!!
Kejadian yang begitu cepat itu tak sempat dilihat oleh sang jendral!!, dia hanya melihat sesosok yang melesat kearah dirinya!!
"Matilah k*parat!!" maju dengan membabi buta, Jendral Moondance itu langsung melesat dengan kecepatan tak masuk akal!!..
...-Swosh-...
Namun sebelum itu terjadi, sebuah tangan hitam langsung menarik jatuh pria itu!!.
...-Duak!-...
"A-apa apaan!!" kaget karena lawan lebih cepat dari dirinya dia segera melompat untuk berdiri...
"M-mahluk apa itu!" ekspresi sang Jendral berubah pucat ketika melihat Haza yang dalam bentuk iblis!!
Mata merah nya bersinar terang sambil menggumamkan sesuatu!!.
"Bunuh untuk balas dendam..." "Bunuh untuk balas dendam..." "Darah dimana mana..." "Darah yang indah..."
Tubuh yang telah terbalut serabut hitam, dan mata yang bersinar memancarkan aura membunuh, sepasang sayap dan tanduk layaknya seorang iblis dalam cerita!!
Belum sempat untuk bereaksi, Haza sudah meninju dada jendral!, membuat tulang rusuk miliknya retak!!.
"Ugh!, si*l!... aku harus bisa pergi dari sini!!" dengan menarik pedang panjang yang ada dibalik jubahnya dia langsung menebas Haza!.
...-Clang!!-...
Dengan satu ayunan tangan Haza menangkis pedang Jendral hanya dengan kuku tajam miliknya!
"Si*lan, mati untukku k*parat!!" mengayunkan pedang dengan seluruh tenaga dia berharap bisa menebas Haza!.
Tapi tak sesuai dugaan!, pedangnya patah saat kembali berbenturan dengan cakar kuku Haza!.
Dengan kecepatan luar biasa Haza melesat dan menembus dada milik Jendral hanya dengan kukunya!
"Darah... yang indah..." setelah mengatakan hal itu dia meremas jantung milik Jendral ...
"Hehe... waktuku sudah habis untuk saat ini... padahal aku masih ingin bersenang senang dengan tubuh ini..."
"Haza... kau si*lan..."
Sesusai Jendral tersebut mati, tubuh Haza langsung ambruk ketanah!.
Tak kuasa menahan rasa sakit yang luar biasa akibat menggunakan apa yang seharusnya belum bisa dia gunakan Haza langsung tak sadarkan diri ditempat!!
Sementara Khanzaec hanya diam mematung!!, dia tak menyangka akan melihat seorang Jendral dari organisasi jahat ternama bisa kalah dalam beberapa gerakan oleh Haza !!.
...《Dia berhasil mengaktifkan kemampuan ke tiga dengan tubuh yang masih lemah..., kurasa efek sampingnya akan terlalu parah..》...
...《Terlebih lagi...》...
...《Dia tadi bukan Haza..., hawa keberadaanya berbeda...》...
...《Siapa orang tadi?...》...
...《Juga orang itu bisa...》...
...《Menembus kulit manusia level 3 awal seperti menusuk tumpukan jerami dengan pedang?, itu jelas kekuatan diatas level 4!!》...
Tangan Khanzaec berubah menjadi serabut serabut hitam dan menelan utuh tubuh jendral tersebut!!.
...《Saatnya pulang..., kau harus meningkatkan kekuatanmu sendiri jika ingin 'balas dendam'》......
Tanpa berucap apapun Haza dan Khanzaec segera pergi dari sana!!. menggendong Haza dia terbang dengan sayap miliknya tanpa ada yang menyadarinya!
Setelah sampai dikamar penginapan mereka, Khanzaec segera memasukan semua bahan kedalam peralatan yang ia curi sebelumnya!!.
...《Dalam waktu 1 jam ini akan segera selesai》......
Sementara disuatu ruangan gelap di bawah tanah, terlihat 2 sosok wanita yang sedang duduk dan berdiri...
Salah satunya adalah wanita yang melihat Haza bersama dengan lelaki tadi...
Wanita yang memejamkan matanya segera membukanya, dengan kilauan dingin dan hasrat membunuh yang besar dia bergumam...
Wanita yang berdiri tak percaya dengan apa yang dia dengar dari gumaman tersebut...
"Gill telah tewas..."
Kembali ke Haza yang sudah sadar dan menunggu selama satu jam penuh....
...《Sudah matang saatnya untuk meingkatkan kekuatan!》....
Haza yang mendengar hal tersebut hanya diam disana sambil menahan rasa sakit!!
Tapi ekspresinya menjadi stagnan ketika melihat...
Khanzaec meminum habis obat dalam panci tersebut!!!
...-Duak!!-...
Dengan kaki yang dilapisi Morte Oscura, Haza bangkit dan menendang wajah Khanzaec yang tak memiliki rasa bersalah sedikitpun!!.
"Kau menipuku k*parat!!!"
Dirinya pun kembali pingsan karena memaksakan tubuhnya yang sekarat untuk bergerak!
...<<29 Day's Before Dead>>...
...Chapter 3 End ...