
Waktu begitu cepat sudah seminggu sejak kejadian dimana Erlangga membuat kekacauan direstoran nafhisa dan saat itu pula nafhisa ataupun Erlangga dan teman teman nya sama sekali tidak pernah bertemu
untuk masalah Faisal sendiri dia sudah menemukan Melia dan diajak tinggal bersama bahkan dua hari sebelumnya mereka melakukan akad nikah saja.
saat ini Erlangga dan teman teman berada dikantin lantai dua entah ada angin apa mereka kekantin dua padahal biasanya kantin lantai tiga atau satu
"Erlangga sayang"ucap gadis yang memanggil Erlangga dengan suara agak berteriak
gadis itu menghampiri bangku makan tempat lima prince itu bersama kedua teman gadis itu
"ish kamu gak kangen apa sama aku udah lama Lo kita gak ketemu"ucap gadis itu
gadis itu bernama Monica primadona kampus perempuan yang juga suka membuly dansama sekali tidak takut mendekati Erlangga memang sudah lama Monica mendekati erlagga dari semester 1 tapi tidak ada balasan sama sekali oleh erlannga yang didapat Monica hanya bentakan caciaan dan yang lain yang membuat hati sakit dan kketakutan
MONICA LAKSA PRAWIJAYA by pinterest
"Lo apa gak bosen sih mon gangguin Langga gue aja yang liat risih rasanya"ucap Arga
mereka jadi saksi bagaimana perjuangan seorang primadona untuk mendapat Erlangga mulai dari membuly cewek yang suka Sama Erlangga ataupun yang lainnya yang berhubungan dengan Erlangga pasti semua dibasmi
"nah bener apa kata Arga mending Lo sama gue aja kalo Lo mau sih jadi yang ke tiga ratus tujuh puluh gimana?"timpal verel
"ogah banget gue sama Lo gue suka nya sama Erlangga gak Sudi sama Lo"balas Monica dengan tatapan sinis
"gue cuma nawarin kalo gak mau sih yaudah masih banyak yang mau sama gue"ucap verel
sedangkan Monica tidak memperdulikan ucapan para teman Erlangga dia tetap memegang lengan Erlangga manja
Erlangga mati Matian Megan rasa emosinya agar tidak keluar dan mencelakai gadis nya dulu Monica dulu Memeng pernah sama dibuat terluka fisik oleh erlangga di permaluin didepan umum tapi Monica sama sekali tidak pernah memperdulikan itu
"Lo mau pergi atau gue buat malu"ucap Erlangga pandangannysa sama sekali tidak melihat wajah gadis didepan nya melakukan makanna yang belum sepat ia makan
"kamu kapan sih Lang respon aku atau nemmrima aku gitu "tanya Monica manja
semua yang melihat itu hanya menatap jijik karna tidak hanya satu kali bahkan bisa ratusan kali
"Lo gk dengan ucapan gue dari awal"ucap Erlangga mengalihkan pertanyaan Monica
"plis dong kamu nerima aku apa susah nya sih"ucap Monica
meja yang untuk tempat mereka makan didobrak bahkan wadah makan mereka makan jatuh berserakan semua
Erlangga sudah tidak bisa menahan emosi"Lo di bilangin gak bisa ya"ucapnya dingin
sedangkan Monica menahan rasa takut karna mendapati Erlangga yang marah untuk kesekian kalinya
"jauhin gue atau nyawa Lo yang akan jadi taruhan nya "ancam Erlangga karna sudah benar benar muak dengan semua tingkah laku Monica
"i-ya "ucap Monica dengan nada ketakutan
Disaat itu pula nafhisa dan Reyna masuk kantin suasana nya riuh dan tenggang kenapa suasana nya seperti ini batin nafhisa
murahan "ucap Cakra pedas
kelima prince keluar bahkan tatapan Erlangga sama sekali tidak melemah tetap tajam membuat seisi kantin takut
Nafhisa dan Reyna yang baru saja masuk kantinpun bertemu lima prince tampan kampus yang akan keluar nafhisa yang melihat Erlangga seoertinya menahan amarah yang ingin membludak
"Reyna makin cantik aja Lo"ucap zere yang sama seperti verel playboynya
"heh neng Reyna tu cuma untuk gue"ucap verel kesal dengan sahabatnya padahal kan Reyna gebetean nya dari SMA itupun hanya mereka saja yang tau reyana tidak tau karna verel tidak berani mengungkapkan nya hanya untuk reyana saja dia tidak berani
"apaan sih Lo pada apaan sih ganggu aja"ucap Reyna kesal
"iya iya gak bakal gue rebut"jawab zero
Erlangga sama sekali belum mengalihkan padangan nya dari nafhisa semakin mengapa intens gadis didepannya sedangkan nafhisa menunduk tidak enak
"cabut palah berhenti"ucap cakara
mereka melanjutkan perjalanan sebelum nafhisa berjalan dengan Reyna "istifar jika amarahmu keluar"ucapnya dengan nada lirih dan melanjutkan perjalanannya
deg
"istifar ,bahkan gue lupa gimana ngucapkan nya terakhir ngucap pas terakhir sama Lo ta"ucap Erlangga dalam hati
setelah itu merka semua pergi menuju tempat mereka akan tuju sebelumnya