
setibanya di cafe yang jarakanya sekitar 10 meter dari mall mereka berdua pergi cafe sepertinya cafe yang mereka kunjungi cafe yang baru dan lebih mendominasi anak remaja dan mahasiswa tempatnya yang tak jauh dari kamupus mereka berkuliah
nafisha dan Reyna masuk disambut lonceng mengadakan pengunjung datang dan disitu pula disambut gelak tawa para pengunjung yang didominasi mahasiswa nafhisa berkuliah
"sa disana aja yuk tinggal itu aja yang kosong "ujar Reyna menunjuk bangku samping bangku ponjokyang jarak dengan satu bangku kosong yang diisi para pengunjung
"tapi disana banyak anak laki -laki nya"ujar nafhisa
"gak papa kan ini tempat umum jugaan ada gue jadi tenang aja jugaan ada pembar
tas sama anak cowok itu"ujar Reyna menenangkan nafisha sahabatnya ini sangat membatasi sekali dengan lelaki
"yaudah kita disana"jawab nafhisa pelan
mereka berjalan menuju bangku yang tersisa nafhisa menunduk saat berjalan karna banyak lelaki yang melihat mereka berdua entah nafhisa yang jadi lihatan ataupun Reyna
saat hampir tiba dibangku yang mereka tuju tiba tiba kaki nafhisa seperti menabrak sesuatu alhasil hampir jatuh untung saja nafhisa pegangan tangan Reyna
"Lo gak papa sa"tanya Reyna
"gak papa makasih ya"
"iya sama sama hati-hati lain kali "ujar reyana
dibalas anggukan kecil oleh Reyna
entah firasat ataupun bukan rasanya nafhisa seperti ada yang memperhatikan ketika nafhisa mengangkat wajahnya mata nya bertubrukan dengan mata biru seorang lelaki yang memandang nya dingin hanya lima detik nafhisa bertatapan dengan mata itu dan langsung memutuskan .
asthofirullah zina mata maafkan hamba yaallah.ujar nafhisa dalam hati
lelaki itu pun tetap melihat kearah nafhisa. mata itu gak mungkin
"Lo kenapa Lang ngelamun"ujar pria berambut ikal
alhasil ketiga teman yang lain melihat pria yang disebut Lang
"gak"balas datar
"CK ditanyain juga "ujar pria yang berambut ikal yang tak lain zero teman pria itu
"kaya gak kenal kenal Langga aja Lo Zee"ujar varel cowok putih yang terkenal playboy
"nah benar apa kata varel ya gak cak"timpal Arga
"hm"jawab Cakra hanya balasan gumaman yang didapat Arga Cakra termasuk cowok tampan dingin setelah Erlangga
ya bagaimana tidak gratis sedangkan cafe baru ini milik Cakra
"nah bener-- eh neng Reyna cantik"ujar varel ketika melihat Reyna yang baru duduk
sedangkan Reyna yang digodapun kesal kenapa dia harus bertemu dengan cowok playboy itu
"aish kenapa sih harus ketemu Lo"ujar Reyna kesal
"ya gimana gak ketemu kita aja jodoh"ujar varel sambil mengedipkan mata
"hidup gue selalu sial ketemu Lo"ujar Reyna ketus
mereka duduk hanya satu bangku kosong sebagai pembatas mereka jadinya mereka dekat
"gak boleh gitu brey nanti jodoh Lo"ujar Arga
dan diangguki yang lain apalagi varel paling semangat mengangguk nya,Reyna adalah gebetan nya varel dari masuk kampus tapi Reyna nya yang sedikit tomboy dan galak dan varel nya yang playboy alhasil mereka tidak pernah manjadi satu.
"Rey siapa yang sama Lo"ujar zero keempat lelaki itu memperhatikan nafhisa kecuali varel menurut mereka baru kali ini mereka tau wanita yang bersama Reyna
nafhisa sedari tadi hanya menunduk ia tidak mengangkat wajah nya takut menimbulkan sahwat
"oh ini sahabat gue namanya nafhisa"kata Reyna memperkenalkan nafhisa
nafhisa mengankat kepala nya dan mengangguk menatap kelima cowok tersebut setelah itu kembali menunduk
"cih kaya ******* "ujar Arga pelan dan disambut anggukan teman temanya termasuk Erlangga
***********
hari sudah sore dan nafhisa sudah berada dirumah nya.
"sesakit ini ya kalo dipandang sebelah mata hanya karna penapilan "ujar nafhisa didepan cermin
"astofirullahaladzim kamu udah sering dapet seperti ini nafhisa"bemonolog sendiri
nafhisa memang sering hampir setiap hari dapat cacian dan hinaan karna penampilannya seperti ninja atau ******* tapi dia selalu sabar dan menjalin dengan tabah ya nafhisa mendengan ucapan kelima pria tadi yang dicafe walaupun pelan tapi dia masih sedikit mendengarnya.
kelima pria tadi adalah prince kampus yang diceritakan Reyna yang membuat para wanita memekik Karan menurut nafhisa wajar jika para wanita kampus seperti itu kepada kelima pria itu karna memang tampan astofirullah nafhisa saja mengakuinya jika mereka tampan
rumah nafhisa