
matahari sudah digantikan oleh bulan malam yang dingin dengan hembusan angin malam jam menunjukan pukul satu malam seorang pria baru saja pulang berhenti di depan gerbang menjulang tinggi ..
perawakan yang tinggi dan tatapan yang dingin menatap malas rumah mewah seperti istanah didepan nya ,lama berdiam akhirnya masuk didalamnya
rumah mewah ini sama seperti ia dari kecil dingin tidak ada kehangatan sama sekali..
"Bagus baru pulang!?"ucap pria paru bayah nada nya sedikit kasar
pria muda itu menatap malas seorang pria yang duduk di sofa mahal itu
"hm"ucapnya dingin
"kamu mau jadi apa hah di biarin makin sini kamu jadi kurang ajar ya "ucapnya dengan nada tinggi
pria muda itu terkekeh kecil manatap sepenuhnya kepada pria paruh bayah yang sayang nya menyandang sebagai dadynya "lucu sekali anda berbica seperti itu dari saya kecil anda sama sekali tidak pernah ada untuk saya"ucapnya tajam
pria paru baya itu diam mendengarkan ucapan putranya ingin mengelak tapi benar
"Anda tuan elang Damian ingin buah tidak jauh dari pohon nya"ucap pria itu
"CUKUP ERLANGGA!" bentaknya matanya memancarkan kilatan amarah
"kamu anak tidak diuntung selalu buat masalah tidak bisa menghormati orang tua sama sekali"ucapnya tajam
"woahh apa anda bilang ?saya tidak salah dengar yang anda katakan?apa saya tidak bisa menghormati orang tua justru anda tanya pada diri anda sendiri anda bisa menyayangi anak anda"ucapnya memang suaranya santai tidak ada kilatan amarah tapi percayalah kekecewaan yang selalu dipendam akan membuat hati mati rasa
rasanya sesak didadanya tapi jika seperti ini terus hatinya akan semakin hancur menelan semua kekecewaan pada orang tuanya.
bagi dihantam batu besar atas ucapan anaknya buah hati nya bertanya sayang jawaban nya pasti dia sangat menyayangi Erlangga tapi keegoisan dan egonya tinggi dia tidak terima anak yang diberi harta berlimpah olehnya atas kerja nya dengan sang istri dibuat main, marah tentu saja orang tua mana yang tidak marah anak nya suka dunia malam enatah mabuk ,tawuran ataupun lain nya tapi dia tidak bisa mencegah nya karna masa mudanya pun seperti itu buah tidak jatuh jauh dari pohon nya
elang juga mengerti mungkin karna Erlangga tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kecil dari Erlangga dan istrinya membuat ananknya berontak mungkin elang harus membuat anacaman lagi dan tindakan lebih keras untuk anaknya fikirnya.
"sayang Erlangga kamu udah pulang kok malam banget padahal momy nungguin loh sama dady buat anak makan malam bersama tapi kamu gak bisa dihubungin"ucapnya lembut
Erlangga hanya melihat momy nya bica sama sekali tidak ada niat untuk membalas.
alyta binggung kenapa suasana nya tegang seperti ini seperti ada keamarahan dia menahan suaminya hanya diam dan menatap anak tunggal nya tidak pandangan nyapun datar bahkan ucapan nya tidak dijawab
"say__"ucapan nya terpotong oeleh ucapan anaknya
"udah bicaranya"kata erlangga
"ERLANNGA!"benatak elang karna menyela ucapan alyta
"mas udah jangan dibentak anaknya"ucap alyta lembut
"anak kamu ini gak tau sopan santun sekali "ucaonjya kesal
"kan tadi saya sudah bilang Anda dan nyoya alyta ubah pemikiran kalian dulu anak anda sudah anda beri kasih sayang belum,ketulusan belum dan perbuatan yang lain nya seperti anak pada umumnya yang dilimpah kan kasih sayang bukan harta!"ucapnya sambil berlalu menuju lift
DEG
alyta diam ucapan anaknya membuatnya dadanya sesak air matanya berlinang membasahi pipinya
"udah jangan didengerin ucapan anak itu kamu udah jadi ibu yang terbaik "ucap elang sambil mengusap lembut air mata istrinya
"tapi aku__"tidak sanggup melanjutkan ucapan nya mana sesak
elang pun tidak tega melihatnya membawa istrinya kedalam pelukan nya