
Suasana hari ini sangat panas walaupun ada Ace yang menyala tapi tetap saja udara sangat gerah kelas disemester lima sangat lelah waktu nya seakan tidak berjalan apalagi dosen yang didepan sangat membosankan .
helaan nafas sedari tadi dikeluarkan gadis yang duduk disebelah nafhisa siapa lagi jika bukan Reyna hampir setiap menit helaan nafas lah yang keluar mukanya kusut
gadis itu melihat kesamping kenapa gadis disampingnya ini apa tidak merasa gerah tau cape karna sedari tadi posisinya tegap dan seperti orang yang tidak kepanasan memakai baju yang menutup seluruh wajah nya kecuali matanya bahkan Reyna sama sekali tidak pernah mendengar nafhisa menguluh tenggang kehidupan nya ataupun yang lain.
"sa"cicitnya takut dosen yang didepan mendengar suasanya karna dosen yang dikelas ini sangat killer hanya saja kelebihan nya tampan.
gadis itu menoleh"kenapa"suaranya tak kalah kecil
yang ditanya hanya sunyum senyum tidak jelas nafhisa yang melihat itu mengalihkan pandangan nya kedepan kembali ,dua menit kembali fokus ada kertas didepan nya.
reyana menyodorkan kertas yang sudah ada tulisannya"cape gak atau gerah"
hanya balasan singkat yang didapat reyana"Gak"singkat padat dan jelas .
Reyna yang dapat balasan itu rasanya ingin marah tapi ia tahan karna sudah tau sifat nafhisa jika sedang fokus bahkan diganggu ia akan marah walaupun marahnya tidak seperti orang lain marahnya nafhisa diam tidak seperti kerbau mengamuk
lima menit yang lalu mereka selsai dari kelas yang kata Reyna sangat membosankan beda lagi dengan nafhisa .
"oh iya sa Lo mau ikut gue kekantin gak"ucapnya
"enggak kamu aja ya yang kekantin aku lagi puasa sama juga aku mau nyari buku buat kelas selanjutnya"jawab nafhisa seraya mengemasi peralatan nya
"yaudah maaf ya gue gak tau Lo puasa,nanti kalo gue udah selesai makan gue nyamperin Lo"
"iya ,yaudah aku duluan ya keperpustakaan nya"ucap nafhisa seraya berjalan keluar
"iya Lo harus nungguin gue ya"ucap Reyna
hanya anggukan kecil yang didapat reyana karna nafhisa hampir menghilang dari pintu kelas
Diperjalanan keperpustakaan banyak mata yang melihat tidak suka Bahakan terang terangan karna pakaian yang nafhisa pakai seperti ******* sebagian juga merasa iri karna nafhisa sangat dikenal dosen karna kecerdasaan nya dan sopan santun nya menurutny sudah biasa dipandang seperti itu
bahkan dulu saat ia masih menjadi mahasiswi baru banyak yang menhina dan mencaci dia .
Brukk
"auuu"rintih nafhisa saat ada yang menabrak dia sampai jatuh Bahakan buku yang ia bawa untuk kembalikan keperpus jatuh jatuh berserakan
sangat didepan yang menabrak nya tak bersuara nafhisa berinisiatif melihat apa yang di tabraknya
DEG
mata itu mata yang selalu membuat khilaf karna wana dan tatapan yang lebih lama .
nafhisa buru buru membereskan buku yang berserakan bahkan laki laki didepan naya yang sudah menabrak nya diam bak patung tatpan nya tajam
"maaf ya"ucap nafisa sambil menunduk
"hm"ucapnya "Lo siapa sebenarnya"sambungnya
nafisha yang ditatap seperti itu gugup apalagi pertanyaan yang diucapkan Erlangga ya Erlangga lah yang menabrak nafhisa
gadis itu langsung mengalihkan rasa gugupnya ditanyai seperti itu"saya tidak mengerti arah ucapan anda"ucapnya dengan bahasa formal
tapi Erlangga sudah sangat terlanjur mengetahui nafhisa gugup walaupun tidak dpat melihat wajah nya tapi tubuh nafhisa sudah menggambarkan jika ia gugup
tiba tiba pergelangan kecil nafhisa ditarik kecang oleh erlangga menjauh dari sana
"au sakit jangan dipegang kamu juga bukan muhrim saya"rintih nafhisa pergelangannya sangat sakit dicekram kuat oleh laki laki ini
setibanya tujuan Erlangga membaanya dilorong yang sepi yang jarang dilewati mahasiswi Bahakan suasanya seperti bangunan yang tak terpakai dingin dan sunyi
pergelangan nafhisa dihempaskan "Lo sebenernya siapa"tanyanya
nafhisa yang awalany fokus pada pergelangan nya mendongak melihat laki laki didepan nya yang nafhisa lihat mata yang tajam tapi penuh dengan kekosongan dan luka
gadis itu kembali menunduk"kenapa anda bertanya seperti itu kepada saya lagi"ucapnya tenang berbada dengan tadi
laki laki didepan nay terkekeh sinis"Lo gak mau jawab pertanyaan gue "tanyanay tajam dan mencengkram pergelangan tangan nafhisa kembali
nafhisa terkekeh rasa nya ia ingin tertwa keras jika tidak iangat bahwa itu aurot yang bisa menimbul dosa"saya tanya baik baik kepada anda kenapa anda bertanya seperti itu seperti anda sudah mengetahui seya sejak lama padahal kita baru bertemu beberapa kali kenapa anda bertanya seperti itu anda saja hanya melihat bola mata saya"ucapnya tenang walau menahan rasa sakit ditangan nya cengkramaan Erlangga semakin kuat
Erlangga bungkam mendengar balasan gadis didepan nya memang benar dia tidak sama sekali mengenal nya hanya lewat bola matanya tapi entah perasaan erlangga menjadi seperti itu bahkan rasanya ia tidak sadar membawa gadis ini ketempat sepi seperti ini .
lama berdiam cengkraman yang awalnya kuat perlahan mengendur "kunci hidup tenang sabar dan ikhlas "ucap nafhisa lembut
setelah itu nafhisa pergi setelah berhasil melepaskan cengkraman Erlangga
meninggalkan laki laki itu terdiam .
nafhisa sudah meninggalkan Erlangga tapi laki laki itu sama sekali tidak bergerak tanpa dikomando kan air matanya mengalir dadanya sesak saat memikir yang di dipikirannya selama ini.
ia menghapus air yang hampir jatuh itu kasar menurutnya untuk apa menangisi sesuatu yang sudah pergi Erlangga benci dengan sifat nay ini yang sangat sudah lama tidak muncul tapi saat ini muncul Bahakan sahabatnya sama sekali tidak mengetahui tentang ini yang mereka ketahi laki laki kuat yang tak pernah kalah melawan musuh.
Erlanggapun meninggalkan lorong untuk mengahampiri para sahabatnya.