
Matahari telah terbit pagi yang cerah suasana yang bagus untuk mengawali kegiatan burung yang berkicau merdu yang memanjakan Indra pendengaran
seorang gadis berjalan santai dengan senyum manis suasana hatinya bagus untuk mengawali kegiatan walaupun senyum mau tidak terlihat sama sekali tapi matanya menyipit menandakan bahwa ia tersenyum
"nafisha "panggil seorang gadis dari sebrang dengan berlari
sesampainya gadis dengan pakaian model remaja didepan gadis bercadar yang tak lain adalah nafhisa
"huh,huh capek nya"ucapnya sambil jongkok memegang lutut
nafisha terkekeh kecil"assalamualikum Reyna "
ya gadis yang yang memanggil nama nya Reyna adijaya wanita yang sedikit tomboy dan bar bar sahabat nafisha dari masuk dunia perkuliahan
"waalaikumsalam ,Lo kemana aja sih dari kemaren gue telfon Sama chat gak dibeles"kata Reyna dengan nada kesal
"maaf ya kemarin aku pengajian sampe sore terus aku kecafe jadinya sama sekali gak buka henphon"ucap nafhisa dengan nada tidak enak kepada sahabatnya
"iya,iya udah gak papa gue itu cuma khawatir Sama Lo kan Lo tinggal sendirian gimana gue gk khawatir sama Lo"ucap Reyna nadanya sudah tidak seperti sebelumnya
nafhisa memang tinggal sendirian tidak ada yang tahu dimana orang tua ataupun saudara nafhisa yang Reyna tau nafhisa tinggal sendirian Reyna juga tidak mau mengusik urusan pribada nafhisa walaupun dia sahabatnya.
"makasih ya sahabat aku emang baik banget dan maaf kalo bikin kamu khawatir"kata nafhisa
"iya gak papa,yuk masuk bentar lagi kelas dimulai"ajak Reyna
mereka berdua mengambil jurusan sama yaitu kedokteran dan awal meraka bertemu dikelas yang saat itu nafhisa sama sekali tidak mempunya teman dan Reyna inisiatif untuk berteman dengan nafhisa
mereka sekarang berada dikantin lima belas menit yang lalu pelajaran pertama kelas mereka telah usai dan mereka berdua memutuskan untuk mengisi perut mereka
"oh iya Rey kemarin aku juga mampir ditoko buku ada novel yang kamu cari lho kayanya udah hampir mau habis"kata nafhisa sambil mengingat ingat pasalnya kemarin diberkunjung ke toko buku untuk membeli buku resep makanan
"oh mau god beneran gue udah gak sabar buat beli pokok nya Lo harus temenin gue pergi kesana "jawabanya dengan wajah yang berbinar
tidak lama dari itu makanan mereka telah habis tapi sebelum mereka beranjak pergi kantin diheboh kan dengan suara pekikan mahasiswa yang mayoritas kaum wanita
"*oh God prince gue ganteng banget"
"ih ganteng banget"
"gila pangeran dari langit apa jatuh nya*
banyak sekali pekikan yang membuat nafhisa bingung kenapa banyak yang berteriak seperti itu karna baru ini nafhisa mendapatkan suasana seperti ini
"ada Rey kok banyak yang teriak teriak"tanya nafhisa dengan bingung
"oh itu ,mereaka prince idola kampus yang didampakan para kaum wanita dikampus kita"dengan nada malas
"oh kamu tau"tanya nafhisa
"ya gimana gak tau mereka aja udah terkenal kaya artis di kampus"jawab reyana
"kok aku gak tau ya "tanya nafhisa
"gimana Lo mau tau ,Lo aja kalo kekantin jarang pasti klo kekantin dikantin atas"jawab reyana
Reyna bingung dengan sahabat nya satu ini padahal yang jadi topik meraka udah lama banget terkenalnya bahkan para dosen juga sudah tau dosen wanita pun banyak yang menyukai mereka .
memang nafhisa selama berkuliah hanya beberapa kali kekantin atau tempat umum kampus yang selalu dilakukan nafhisa hanya diam membaca di perpustakaan atau di mushola.
REYNA ADIJAYA