
setelah sholat magrib nafhisa menyiapkan untuk makan malam walaupun dia sendiri dirumah tapi tetap saja dia butuh makanan untuk dikonsumsi ..
"aku masak sayur apa ya ,oh iya masak sayur kangkunga aja"fikir nafhisa
jam sudah menunjukan pukul delapan malam dan nafhisa baru selesai mengerjai tugas kampus nya karna sangat banyak
nafhisa memutuskan untuk pergi ke balkon untuk menenangkan fikirin nya yang sudah kacau karna dari tadi pagi
"kamu bahkan tidak mengenalku sama sekali ,akupun sama awalnya dengan mu tidak mengenalmu tapi saat tau nama mu aku tau itu dirimu"ucap nafhisa sediri dengan ditemani langit malam
entahlah nafhisa memikirkan siapa sampai membuatnya kepala nya memberat seperti ini
"astofirullah bagaimana bisa dia mengenalmu bahkan tau namu mu saja tidak nafhisa"ucapnya untuk nafhisa sendiri
disaat nafhisa melamun suara henphon nya berbunyi nafhisa pun segera mengambil
"assalamualikum"ucap perempuan diseberang sana
"waalaikumsalam ada apa ca"jawab nafhisa
perempuan yang sedang menelfon nafhisa adalah kariyawan dicafe milik nafhisa"oh maaf sebelumnya kak udah ganngu kakak malam ini"ucap Caca tidak enak hati
"iya gak papa langsung aja ca"ucap nafhisa
"begini kak tadi ada kumpulan cowok yang dicafe terus gak tau ada masalah apa palah nonjokin Faisal dan sekarang kelompoaan cowok tadi nunggu kakak gak tau kenapa kak"ucap Caca
"inalilahi yaudah kak kesana ya assalamualikum "ucap nafhisa dengan nada khawatir
"waalaikumsalam ,hati hati kak dijalan"akhir telephon Caca dan nafhisa
nafhisa buru buru segera masuk mobil miliknya untuk Segeran kecafe karna kekacauan ini
...*********...
setibanya nafhisa dicafe sudah lumayan sepi mungkin sudah malam dan kekacauan ini cafe nya ,nafhisa segera menuju ruangan private yang memang tempat kekacauan itu
setibanya diruangan itu nafhisa langsung masuk "assalamualikum "ucap nafhisa lembut
mereka yang berada diruangan itu mendengar ada yang salam pun mengalih kan pandangan dan ada seorang gadis bercadar
Susana diruang private sangat tegang dan kebanyak anak cowok hanya Caca dan Laila wanita nya karna karyawan cafe nya
"kak silakan duduk "ucap Caca mempersilahkan nafhisa duduk dibangku yang sendiri
"iya makasih ca"jawab nafhisa dibalas anggukan
"ini kak bos selaku pemilik cafe ini nama nya kak nafhisa"ucap Laila
"iya saya nafhisa langsung aja ya ,saya selaku pemilik cafe ada masalah apa"ucap nafhisa karna nafhisa sudah tidak tahan berada di ruangan ini apalagi melihat wajah karyawan nya Faisal babak belur dan beberapa teman cowok yang disana juga babak belur
"dia harus tanggung jawab"ucap cowok dengan nada dingin dan datar nya
"tanggung jawab apa ,apa tidak bisa pelan pelan membicarakan nya daripada bikin kekacauan seperti ini"ucap nafhisa dengan nada bingung dan menyarankan
yang bisa nafhisa lihat lelaki dihadapan nya ini menahan emosi sepertinya laki laki didepan nya bernama Erlangga yang diceritakan Reyna
"gimana gue mau bicara baik baik kalo dia malah kabur"ucap Erlangga dengan menunjuk Faisal
"boleh anda jelaskan semuanya kepada saya" ucap nafhisa dan yang membuat nafhisa bingung Erlangga hanya diam sepertinya menahan amarah yang mau membuldak
"gue aja yang jelasin ,gini nafhisa nama Lo nafhisa kan "ucap Arga dan sekaligus bertanya nafhisa hanya memberi anggukan kecil
Argapun mulai menjelaskan secar detail"gini anak buah Lo ini udah bikin adik sepupu Erlangga hamil bisa dibilang memperkosa Melia yang baru kelas dua belas dan udah dari satu bulan lalu Melia hamil dan Melia nyariin anak buah Lo buat tanggung jawab tapi sampe sekarang gak ada tanda tanggung jawab dan Melia udah diusir dari rumah dan ya itu yang buat Erlangga emosi"jelas Arga
nafhisa kaget dan tidak menyangka bahwa Faisal yang dia kenal pendiam dan tidak banyak tinggkah kenapa bisa berbuat seperti itu
karyawan yang bekerja dicafe nafhisa memang lebih muda semua dari nafhisa"asthofirullah"ucapnya dalam hati setelah mendengar ucapan Arga
"apa itu benar Faisal "tanya nafhisa karna dia tidak bisa mengambil kesimpulan dari satu pihak
"iya kak tapi aku hamilin Melia karna dijebak kak sama teman aku yang benci aku"ujar Faisal dengan menahan rasa sakit diujung bibirnaya
"dan apa benar yang dibilang mereka kamu gak mau tanggung jawab sama Melia dan janin nya"ucapnya denga nada lembut tidak ada sedikitpun nada marah yang dikeluarkan nafhisa dari awal tadi
"bukan nya aku tidak mau bertanggung jawab aku bilang ke Melia untuk tunggu aku cari biaya untuk melamar dia tapi aku gak tau kalo dia di usir dari rumah"ucap Faisal menjelaskan
semuanya diam tidak ada yang menyangka karna ucapan Faisal apalagi Erlangga yang notebenya sepupu Melia
"kenapa tidak bilang kakak kalo butuh biaya atau ada masalah "tanya nafhisa prihatin
"bukan nya gak mau bilang kak aku udah sering ngerepotin kakak buat biaya ibu ku ,buat bang Langga gue minta maaf bang bukan gue gak mau tanggung jawab tapi belum bang gue masih ngumpulin uang buat bisa nikahin adik Lo karna gue udah pernah Dateng kerumah Melia tapi gue diusir dan dihina karna pasti gak bisa biayain biaya bayi kita dan Melia"ucap Faisal
deg
fakta apalagi ini pasalnya Erlangga tidak tau laki laki yang hamilii Melia kehidupan nya sangat dibawah keluarga Erlangga memang benar Erlangga juga tidak tau bahwa Faisal pernah datang dan berniat bertanggung jawab Karana rumah Melia dan Erlangga jelas berbeda karna mereka hanya sepupu tapi Erlangga sangat menyayangi Melia sekali
autfid nafhisa
ERLANGGA DAMIANSYAH