
* Rumah Charlie
Pukul 07:00 charlie dan rain sudah bersiap untuk bertemu dengan direktur yang akan bekerja sama dengan rain.
" Rain. Udah siap? " tanya charlie sambil membereskan barang miliknya
" S-sudah siap " dengan gugup menjawab pertanyaan dari chalie. Charlie yang melihat itu langsung tertawa
" Heheh. Santai aja kali, kaya mau ketemu sama gebetan saja "
" Kak inikan baru pertama kali aku ketemu orang penting. Apa lagi Direkturnya langsung " menunjukan wajah yang sedikit khawatir.
" Lebih baik langsung bertemu dengan Direkturnya. Asal kamu tau ya, tidak banyak orang yang di ijinkan bertemu dengan direktuk secara langsung. Tapi aku rasa kamu beruntung deh, karena bisa bertemu langsung dengan direktur mereka " tersenyum kepada rain sambil menepuk kepala rain.
" Iya sih aku beruntung. Tapi aku khawatir, nanti kalau ceritaku di tolak bagaimana? "
" Tenang saja. Kamu cukup menujukkan semua yang kamu punya. Jangan putus semangat dong gimana sih "
" Oke. Aku akan memberanikan diri untuk bertemu direktur secara langsung " sambil mengepalkan tangannya.
" Baiklah. Kalau begitu kita harus cepat "
Mereka berdua turun ke ruangan bawa.
" Tuan charlie. Ini bibi sudah siapkan sarapan untuk tuan charlie juga de rain "
" Baik bibi. Ayo kita sarapan dulu "
" Oke. Aku harus memiliki stamina hari ini "
Mereka berdua makan sarapan yang telah di sediakan.
Jam menunjuka 07:30
" Rain. Kamu sudah selesai? "
" Sudah kak. Aku akan membawa piringnya ke dapur " rain yang siap mengambil piringnya langsung di tahan oleh chalie.
" Tidak perlu "
" Kenapa kak? Aku sudah biasa begini "
" Kakakkan punya bibi. Nanti biar bibi yang rapikan ini, tugas kamu sekarang harus cepat ke kantor " sambil meletaka kembali piringnya.
" Baiklah. "
" Bibi tolong bersikan ini ya. Kami sudah mau berangkat " sambil mengambil tas dan barang yang lain
" Baik tuan " bibi mengangkat peralatan makan sambil melihat rain yang menatapnya seperti ingin membantu.
" Ada apa de rain? " tanya bibi
" Tidak bibi. Aku hanya ingin membantu bibi saja " sambil tersenyum melirik bibi
" Tidak apa de rain. Ini sudah menjadi tugas bibi " membalas senyumnya
" Baiklah bibi. Terima kasih atas sarapannya, masakkan bibi enak semua. Aku sangat suka "
" Terima kasih de rain. Semoga pekerjaan de rain berjalan dengan baik "
" Iya bibi. Doakan rain ya bibi agar bisa lolos " sambil membungkukkan badannya.
" Bibi aku sama rain pergi dulu ya. Jangan lupa untuk tutup pintunya bibi. "
" Baik tuan charlie "
" Bibi kami pergi dulu ya " rain berpamitan kepada bibi. Bibi menahan rain dan memberikan sebuah gelang.
" De rain pakai ini ya. Gelang ini adalah gelang keberuntungan "
" Ah. Terima kasih bibi, aku akan memakainya "
Mereka berdua berangkat menuju ke kantor 'K' di mana tempat itu sangat terkenal karena kantor tersebut memiliki banyak penulis yang sukses membuat cerita-cerita dan di angkat dalam drama.
Sesampainya mereka di gedung 'K', mereka langsung di sambut oleh asisten dari direktur sendiri untuk membawa mereka ke ruangan direktur.
" Selamat pagi. Apa ini dengan tuan charlie? " sambil membungkukkan badan.
" Iya. Saya sendiri. "
" Perkenalkan nama saya Cho Yura. Saya adalah asisten pribadi Direktur Tan "
" Tan??? " rain merasa tidak asing dengan marganya. Karena ibunya rain bermarga Tan.
" Hei... Kenapa? " charlie menepuk pundak rain
" Ohh. Tidak " rain berpikir bahwa hanya kebetulan saja.
" Baiklah. Kalau sudah tidak ada masalah boleh kita langsung ke atas saja? " yura mengangkat kedua alisnya dan melirik ke charlie dan juga rain
" Oke. Ayo rain "
" Hmm... Baiklah "
Saat menuju ke ruangan direktur, rain melihat papan nama di depan pintu dan membaca nama direktur tertulis 'Mr.C.Tan'. Rain sangat penasaran dengan orang yang memiliki nama persis seperti orang yang di kenalinya.
" Tunggu sebentar ya " kata asisten yura
Tok..tok..tokkk...
Teriak seseorang dari dalam ruangan.
" Masuk "
" Silakan masuk " saat memasuki ruangan rain dan charlie melihat sekeliling ruangan yang di penuhi oleh buku-buku novel.
Rain yang melihat itu bertanya :
" Wah... Kak apa ini perusahaan yang terkenal itu? Yang semua drama di ambil dari buku novel yang dia (direktur) punya? " kagum melihat sekelilingnya.
" Iya. Itu sebabnya aku bilang kamu beruntung di panggil langsung oleh direktur. Tapi aku juga belum pernah melihat wajah direkturnya "
Saat melihat-lihat rain melihat seseorang di balik tempat duduk yang sedang melihat ke luar jendela.
" Permisi Direktur Tan. Saya sudah membawa mereka kemari "
" Baiklah. Terima kasih asisten Yura, kamu bisa kembali bekerja "
" Baik Direktur. Silakan " mengarahkan mereka untuk lebih dekat.
" Terima kasih asisten Yura " sahut rain dan charlie
" Silakan duduk " membalikan tempt duduk dan menghadap kepada mereka.
Rain yang lagi sibuk melihat sekelilingnya sambil duduk di tepuk oleh charlie
" Hei apa yang kau lihat? "
" O-ohh " rain yang kaget langsung berdiri dan memberi salam
" Selamat pag-i " dengan kata-kata yang terpotong rain melihat direktur tersebut sambil membuka matanya dengan lebar.
" Hei... Rain! " charlie memanggil rain tapi tidak di dengarkan oleh rain
" Selamat pagi juga " direktur itu membalas salam rain dengan senyum.
Dan ternyata direktuk tersebut tak lain adalah pamannya rain kakak dari ibunya
" Paman?? " charlie bingung
" Paman Chris!! " rain terlihat senang
" Iya. Ada apa? Kaya kesamber petir " tertawa kecil
" Paman... " menghampiri pamannya dan memeluk
" Auww. Anak kesayangan paman ternyata sudah besar dan ganteng pula "
memeluk sambil menepuk kepala rain dengan lembut
" Oh. Ternyata pamannya " charlie yang melihat itu tersenyum juga
" Paman ternyata direktur di tempat ini ya " duduk di samping pamannya. Dan paman rain tersenyum.
" Oh. Apakah anda charlie? " charlie berdiri dan memperkenalkan dirinya
" Iya. Nama saya Charlie Yin. Hmm.. Kim charlie yin "
" Kim? Apa kamu anak dari charlos Kim? "
" Bukan. Dia pamanku. Apa direktur mengenal pamanku? "
" Iya. Dulu kita sempat satu sekolah saat SMP. Bagaimana kabar pamanmu? "
" Paman dalam keadaan baik. Kalau boleh tau nama lengkap direktur apa? "
" Chris Laus Tan "
" Oh. Iya aku ingat. Waktu itu paman menunjukan foto direktur saat aku berlibur di villa paman "
" Apa yang sering ia ceritakan sama kamu? "
" Banyak. Paman sering cerita kalau direktur dan juga paman terkenal di sekolah " tertawa kecil
" Iya. Terutama kami berdua terkenal di kalangan siswi. Kami berdua juga sering mendapatkan juara yang sama karena kepandaian kami berdua " tersenyum sendiri.
" Apa direktur sekelas dengan paman? "
" Tidak. Tapi kami berdua berteman saat awal masuk sekolah. Dan kami sekelas saat kelas 3."
" Oh gitu ya"
Setelah perbincangan yang sangat panjang akhirnya rain di terima untuk kerja di tempan pamannya.
" Oke. Jadi rain kamu sudah bisa bekerja tapi mulai besok" Memegang pundak rain
" Siap paman,, Ehh Bos " tertawa bersama.
" Dan untuk Charlie "
" I-iyaa Pak "
" Kamu saya kerjakan sebagai asisten pribadi untuk rain " Tersenyum.
" A-ahh s-siap pak direktur " berjabat tangan dan tersenyum
Semua berjalan dengan baik. Saat di perjalanan
" Kak kita nongkrong dulu yuk di cafe " Kata rain
" Oke "
Mereka turun di salah satu cafe
" Mau pesan apa? " tanya pelayan
" Saya Coffe Litte dan kue Red Velvet " Charlie
" Kalo saya Capuccino dan kuenya sama " Rain
" Di tunggu ya " pelayan langsung pergi.
" Aku pikir gak bakalan di terima. Hhuff "
" Pantesan rain langsung di terima ternyata direkturnya sendiri pamannya rain "
" Iya. Rain juga kaget ternyata direkturnya paman rain sendiri " sambil tertawa kecil.
Mereka langsung lanjut makan saat pesanan mereka tiba
Jam 19:30
Saat puas nongkrong dan jalan-jalan, Mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat karena besok harus masuk kerja.
" Kita pulang yuk " ajak charlie
" Yahh, Padahal masih pengen jalan " dengan wajah yang cemberut
" Terus maksud kamu kita jalan-jalan dan besok bangun telat gitu? " mengangkat kening.
" Ehh iya aku lupa kalo besok udah mulai kerja " sambil tertawa
" Yaudah. Ayo " langsung keluar dari cafe
Hari-hari berjalan dengan baik. Rain yang setiap harinya menulis novel dan charlie menjadi tambahan ide untuk rain.
1 tahun berlalu semua novel yang di buat oleh rain di angkat dalam sebuah drama. Bukan hanya 1 atau 2 novel tapi hampir 10 novel sudah di luncurkan dalam drama.
Nama rainpun langsung jadi perbincangan hangat. Karena semua drama yang di angkat dari novelnya sangat bagus dan mendapatkan renting yang tinggi.
Di dalam ruangan pamannya rain.
" Rain. Paman bangga sama kamu " sambil tersenyum dan menepuk pelan bahu rain
" Ini juga berkat paman yang menerima rain untuk kerja dengan paman, Dan juga berkat kak charlie yang selalu kasih support dan ide yang lain " rain tersenyum dengan lebar.
Setelah seminggu rain langsung di berikan ruangan pribadi yang sangat besar.
" Ini ruangan untuk kamu rain " sambil tersenyum
" Wowww. Ini sangat besar paman " terpanah dengan ruangan yang sangat besar dan megah
" Kamu akan paman carikan sekretaris agar pekerjaan kamu lebih mudah "
" Oke siap paman "
Pamannya langsung membuat lowongan kerja khusus sekretaris.
Di tempat lain.
" Cha " salah satu teman kamus memanggil icha
" Kenapa yu? "
" Nih ada lowongan pekerjaan di perusahaan terkenal itu. Dan kamukan cocok dengan pekerjaan sekretaris "
Icha kebetulan punya pengalaman kerja sebagai sekretaris
" Aku minta alamatnya dong " Dan temannya langsung memberikan alamat tersebut
>Bersambung