
Selama 3 hari liburan di villa. Tiba hari terakhir mereka memutuskan untuk jalan-jalan ke kota 'J' untuk melihat tempat wisata lain waktu itu jam 1 siang.
" Brayen tolong panggil anak-anak yang di sebelah untuk berkumpul di ruangan tamu dan mia sama icha panggil yang lain juga dan suruh berkumpul di ruangan tamu. " kata rey yang sedang merapikan barang-barang miliknya di kamar.
" Baik " kata mereka bertiga secara bersamaan.
Brayen menuju kamar cowok.
" Kalian semua ayo berkumpul di ruangan tamu " kata brayen sambil keluar dari kamar. Di lain tempat.
" Ayo semua cepat berkumpul di ruangan tamu. Karena ada informasi yang ingin kak rey sampaikan " kata mia.
Mereka semua berkumpul di ruangan tamu dan rey mulai berbicara.
" Ada apa kak? " tanya siswa yang lain.
" Ada yang ingin saya katakan " kata rey yang membuat penasaran para siswa.
" Kak rey ingin bilang apa? " tanya icha penasaran.
" Baiklah. Karena hari ini adalah hari terakhir kita liburan di sini,,,, bagaimana kalau kita habiskan hari terakhir ini dengan jalan-jalan. Apa kalian mau? " tanya rey dan mengangkat keningnya.
" mau kak. Lagian ini hari terakhir jadi harus jalan-jalan dong " kata mia yang senang.
" Baiklah. Kalau begitu semua siap-siap dan berkumpul di depan " kata rey
" Baik bos " semua mengungkapkan secara bersamaan.
Setelah semua selesai, mereka berkumpul di depan halaman villa.
" Semua sudah siap? " tanya rey
" Siap kak " kata semua siswa.
" Baiklah karena busnya sudah ada, silakan ambil tempat duduk. " kata rey sambil mengangkat barang miliknya dan semua siswa naik ke dalam bus.
" Rey setelah jalan-jalan, kita semua langsung menuju ke kota 'M'? " tanya brayen.
" Iya. Setelah selesai jalan-jalan kita semua langsung pulang. Jadi gunakan waktu kalian dengan sebaik mungkin. Oke. " kata rey sambil mengedipkan.
" Baiklah pak bos " jawab brayen.
Sembari siswa lain mengatur barang, rey membantu icha mengangkat barang milik icha.
" Icha kamu tidak akan mengunjungi paman dan bibimu di sini? " tanya rey
" Aku akan mengunjungi mereka. Nanti kalian pergi saja, aku mau pergi kerumah pamanku dulu. Dan setelah selesai nanti aku akan menghubungi kalian untuk bertemu " jawab icha sembari mengangkat barang.
" Kalau begitu aku akan ikut kamu "
" Tidak apa-apa. Kamu pergi saja dengan mereka. Nanti merepotkanmu " kata icha sambil naik ke dalam bus untuk meletakkan barang-barangnya.
" Tidak masalah. Aku akan mengantarmu dan yang lain biar brayen sama mia saja yang urus "
" Baiklah " kata icha. Rey dan ichapun keluar dari bus.
" Kalian mau kemana? " tanya mia saat melihat mereka turun dari bus.
" Aku mau pergi mengunjungi rumah pamanku bersama kak rey " kata icha
" Nanti kita bertemu di tempat kalian berada " kata rey.
" Oke. Nanti aku akan menghubungi kalian tempat kita " kata brayen.
" Baiklah semuanya. Kalian jangan berpisah. Kalau kalian nanti ada yang berpisah tolong saling hubungi satu sama lain. Mengerti!!! " kata rey
" Baiklah kak " seru semua siswa.
" Okey kalau begitu hati-hati ya " kata rey sambil senyum.
Saat menuju ke rumah paman icha mereka sepajang perjalanan berbincang-bincang.
" Aku sangat penasaran dengan apa yang kamu bilang semalam. " kata rey dan menuju ke tempat parkir untuk mengambil mobil pamannya yang ia pinjam.
Mengeluarkan mobil dalam parkiran dan menyuruh icha untuk naik.
" Ayo naik dulu " icha naik ke dalam mobil.
" Terus? " tanya rey kembali.
" Apa? " tanya icha dan mengangkat kepalanya
" Yang tadi aku tanya " keluar dari villa.
" Oh. Tapi yang mana? " tanya icha yang masih bingung.
" Maksudnya cerita tentang temanmu "
" Ohh. Kami berdua itu sudah dari bayi bersama. Katanya waktu kecil saat usiaku 2 tahun ibu temanku sering datang ke rumah dan teman aku selalu di ajak juga ke rumah. Saat itu dia selalu bermain denganku sampai saat mau sekolah, aku hanya mau sekolah di sekolah yang sama dengan temanku. Dan semua itu tak akan terlupakan selama 9 tahun berteman, tapi ada rasa yang lain saat di bilang hanya teman saja. " kata icha dan memperlihatkan wajah yang sedikit sedih. Rey yang melihat wajahnya langsung menepuk kepala icha dengan lembut.
" Aku sangat penasaran orang seperti apa rain sampai kamu jadi sedih begini. Apa kamu sudah tidak bisa mengabarinya? " bertanya sambil melihat jalan.
" Kami sudah tidak bisa saling menghubungi. Dan ibuku juga tidak bisa menghubungi ibunya "
" Kenapa? "
" Waktu ibuku kembali ke kota 'B' ke kampung halaman, ibuku lihat rumah mereka sudah tidak berpenghuni. Saat di tanya tetangga sebelah kata mereka sudah pindah " sambil membuka gambar yang ada di handphonenua.
" Tetangga tidak bilang kalau mereka pindah ke mana? "
" Kata tetangga sih, mereka hanya ingin pindah saja. Tapi tidak bilang mereka pindah ke mana " memandang foto dua anak kecil.
" Itu siapa? " sambil menujuk gambar di handphone icha
" Yang gadis ini aku, kalau yang ini rain. Dia orang yang aku ceritakan ke kamu " sambil menggeserkan foto.
" Ini foto saat kita sudah SMP. Kami hanya bertemu beberapa kali saja dan selanjutnya sudah tidak ketemu lagi " rey melihat foto mereka saat mereka sudah SMP.
" Dia sangat tampan dan kelihatan sangat tinggi " rey kembali melihat jalan.
" Iya " icha tersenyum melihat foto rain yang dia ambil diam-diam saat rain sedang makan. Tanpa sadar juga air matanya tiba-tiba jatuh begitu saja.
" Kamu menangis? " tanya rey yang melihat icha yang menangis.
" Tidak " sambil mengusap air matanya.
Mereka sampai di rumah paman icha.
" Terima kasih " tersenyum kepada rey. Heran dengan senyuman yang di berikan icha
" Kenapa berterima kasih? "
" Karena kamu mau mendengarkan ceritaku "
" Oh Sama-sama. Kalau kamu butuh teman untuk curhat aku siap mendengarnya " tersenyum kepada icha.
* Tiba di rumah paman icha
Icha keluar dari mobil dan mengetuk pintuh rumah pamannya.
Tokk...tokk...
" Tunggu sebentar " terisakan seseorang dari dalam rumah.
" Siapa? " ternyata yang keluar tak lain adalah bibinya icha
" Bibi!!! " seruh icha sambil memeluk bibinya.
" Eh icha " membalas pelukan icha
" Bagaimana kabar bibi? Apakah bibi baik-baik saja? "
" Iya bibi baik-baik saja. " sambil mengusap pundak icha, bibinya melihat rey.
" Kamu datang bersama pacarmu? " melihat rey sambil tersenyum.
" Ah tidak bibi. Dia seniorku di sekolah sekaligus ketua osis, namanya rey. Rey ini bibiku "
Rey memberi salam kepada bibinya icha
" Halo tante namaku rey, kim rey yin "
" Halo rey. Panggil saja bibi kim " tersenyum kepada rey.
" Ayo masuk kita berbincang di dalam saja " mengajak icha dan rey masuk.
" Icha bagaimana kabar ayah dan ibu di luar kota? " sambil menyuruh mereka duduk
" Ayah dan ibu baik-baik saja. Ayah masih sibuk dengan pekerjaannya. "
" Bibi nian " memanggil pelayan rumah.
" Iya nyonya " menghampiri
" Tolong ambilkan minum untuk icha dan rey. Kalian mau minum apa? "
" Apa saja bibi " kata icha
" Oke. Kalau begitu ambilkan saja jus untuk mereka berdua "
" Baik nyonya " kembali ke dapur.
" Kata paman, icha ke sini untuk liburan? "
" Bukan hanya liburan saja bibi, tapi ada tugas yang ingin di selesaikan dan paman senior rey meminjamkan villa kepada kami "
" Kalian ada berapa orang? "
" Sekitar 25 orang "
" Oh. Siapa nama pamannya rey? "
" Nama paman saya Charlos Kim "
" Oh ternyata charlos itu pamanmu " Sambil duduk.
" Apa bibi mengenal paman saya? "
" Iya. Paman kamu itu teman lama sejak duduk di SMA sebangku pula sama pamannya icha "
" Apa paman dan juga pamannya rey populer di sekolah? " tanya icha sembari mengambil minuman yang di bawa oleh pembantu.
" Iya. Bahkan mereka berdua di beri julukan King of Prince " sambil tertawa mengingat masa lalu.
" Wah... Apakah setampan itu mereka " tertawa bersama.
Mereka menghabiskan waktu dengan berbincang tanpa sadar hari mulai sore dan icha juga rey harus bertemu dengan anak-anak yang lain.
" Wah ternyata ini sudah sore ya ngga kerasa " kata icha sambil melihat jam.
" Apakah kalian sudah harus pergi? " tanya bibi icha.
" Ia bibi. Soalnya teman yang pasti udah menunggu, jadi kami harus pergi sekarang " icha tersenyum pada bibinya.
" Oh. Kalau begitu kalian cepat menyusul teman kalian, pasti mereka sudah menunggu "
" ia bibi. Aku juga terima pesan dari teman, mereka bertanya posisi kami " kata rey.
Mereka berdiri dan berpamitan kepada bibi dan juga pamannya yang baru saja datang.
" Oh apa kalian sudah mau pergi? " tanya paman icha
" ia paman, kami harus pergi sekarang karena teman kami sudah menunggu " kata icha sambil memeluk paman dan bibinya.
" Baiklah kalau begitu. Paman temani kalian sampai ke depan ya. "
" Okey paman " sesampai di depan icha dan rey memberi salam dan naik ke mobil.
" Baiklah kalau begitu kalian hati-hati ya di jalan " kata bibi icha sambil berpelukan dengan icha.
" Siap bibi. Karena yang membawa kendaraannya itu seorang pembalap " melihat rey dan mengangkat keningnya, rey yang melihat itu hanya bisa menggelangkan kepalanya.
" Kalau begitu kami pergi dulu ya bibi, paman jangan lupa sering ajak bibi jalan-jalan ke kota 'M' ya " icha melambaikan tangan kepada paman dan bibinya.
" Kami pergi dulu ya paman, bibi " kata rey sambil menundukan kepalanya.
" Baiklah. Hati-hati di jalan " teriak bibinya icha.
>Tunggu lanjutanya....