
"Morning Bunda" Sapa Arga dia mencium pipi Monic kemudian ikut duduk bersama di ruang makan.
"Morning juga sayang" balas Monic yang sedang mengoleskan selai coklat pada roti yang akan di sajikan kepada Arga.
"Papah mana Bun?"Tanya Arga bingung karena tidak melihat keberadaan Papahnya.
"Papah udah pergi pagi-pagi sekali, katanya ada meeting pagi ini" Monic menyodorkan piring yang berisi roti kepada Arga.
Mendengar itu Arga mengangguk mengerti dan melahap roti yang di berikan bundanya.
****
Bel istirahat telah berbunyi semua murid beramai-ramai berhamburan keluar kelas, meskipun tidak sedikit juga dari mereka yang memilih untuk berdiam di dalam kelas.
Seperti biasa Arga dan kedua teman nya yaitu Abi dan Sadnan pergi menuju kantin, di sana terlihat suasana kantin yang sangat ramai meskipun begitu bangku yang biasa mereka tempati Masi terlihat kosong, ya karena tidak ada satupun dari mereka yang berani untuk menempati bangku itu bisa habis mereka jika berurusan dengan ketiga remaja itu.
"Pakde Bakso 3 teh manisnya 1" Ucap Sadnan yang dibalas ancungan jempol oleh Pakde Jarwo, karena tempat duduk mereka berada paling depan jadi ketika ingin memesan tidak perlu berjalan lagi.
"Haii" Ucap Ara yang baru saja datang
"Dari mana aja lo Ra?"Tanya Sadnan karena baru melihat Ara di sana.
"Gue dari perpustakaan abis balikin buku yang kemarin gue pinjam" Ungkap Ara yang di balas anggukan oleh ketiganya.
"Bakso nya sudah siap" Ujar Pakde Jarwo sambil beriama, dia menghantarkan pesanan yang tadi sudah mereka pesan.
"Makasih Pak" Ucap Arga dan kedua temannya.
"Iya sama-sama Mas Arga" balas Pakde Jarwo
"Wah mantap ni" Abi Tidak sabar lagi ingin mencicipi Kuah Bakso yang masi panas dan terlihat segar.
"Ra lo mau, nanti biar gue pesanin" Tawar Arga
"Ga usah Ga" Tolak Ara
"Tumben Lo Ra biasanya langsung mau Lo" Tanya Arga heran.
"Gue lagi ga selera, oh ya gue kesana dulu ya" Pamit Ara kepada Arga dan kedua temannya.
Arga mengerutkan keningnya Mau kemana tu anak _Batin Arga
Mata Arga mengekori kepergian Ara dia penasaran ke arah mana Ara akan pergi, Arga terkejut ketika tahu siapa yang di temui Ara sekarang.
"Saga" Sebut nya kepada pria itu, dia menatapnya dengan sorot mata tajam.
Ara ngapain nyamperin si tikus Curut itu_batin Arga Tak suka
"Haii Saga" Sapa Ara sedikit gugup, sebenarnya dia sedikit canggung untuk berbicara dengan Saga.
"Iya kenapa?" Tanya Saga to the point
"Aku cuma mau balikin jaket kamu" Ara menyodorkan Jaket yang sedari tadi dia bawa di tangan nya.
"Oh iya" Saga mengambil jaket di tangan Ara lalu meletakkan di sebelahnya.
Sementara dari kejauhan terlihat Arga yang masi setia memata-matai pergerakan mereka berdua, Arga mencoba mendengar pembicaraan apa saja yang tengah mereka bicarakan, tapi hasilnya nihil dia sama sekali tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.
Mereka ngomongin apaan si_Batin Arga dia meresa kesal karena tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Lo kenapa Ga?" Ucap Abi dia melihat Arga yang sama sekali belum menyentuh makanannya.
Arga tidak menggubris perkataan Abi dia masi dengan hikmat melihat ke arah Saga dan Ara dia begitu tertarik tentang pembicaraan apa yang sedang mereka bicarakan.
Sadnan yang merasa perkataan nya tidak di gubris sama sekali menjadi penasaran apa yang sejak tadi mengalihkan perhatian temannya itu, dia melihat ke arah yang juga Arga lihat sekarang, seakan mengerti dengan gelagat temannya itu Sadnan mengangguk dan tertawa kecil.
"Ekhemm" Sadnan berdehem keras
"Kayaknya ada yang cemburu nih" Goda Sadnan yang sukses membuat Arga mengalihkan pandangannya.
"Siapa yang cemburu?" Abi langsung menghentikan makannya, dia penasaran siapa orang yang di sebutkan Sadnan tadi.
"Itu" Sadnan menunjuk Arga dengan mulutnya.
"Argaaa?, Emang Arga cemburu sama siapa?" Abi semakin penasaran.
"Tu liat aja sendiri" Abi melihat ke arah Ara dan Saga sekarang, setelah mengetahui itu dia langsung ikut menggoda Arga.
"Ohhh, jadi yang katanya cuma temen sekarang cemburu nihh" Goda Abi, dia menyenggol pundak Arga yang duduk di sebelahnya.
"Ngaco lo pada, gue sama Ara cuma temenan jadi mana mungkin gue cemburu" Tegas Arga yang kini semakin kesal karena ulahkedua temannya itu.
"Udah lah kita tau kalau Lo itu cemburu, Ya ga" Goda Abi lagi.
"Yoi brother" Jawab Sadnan
"Lo berdua mau gue tonjok?" Arga mengangkat tangannya dan bersiap menonjok kedua temannya yang menyebalkan itu.
"Yaelah si babang ganteng baperan amat" Ucap Abi menggoda Arga.
"Lagian kalau Lo emang ga cemburu ya udah santai aja kali, tu makan keburu dingin tu bakso" Ucap Sadnan yang berhasil meredahkan emosi Arga.
Tapi tidak bisa di pungkiri ada yang berbeda dari dirinya dada nya begitu sesak melihat Ara bersama Saga.
Apa mungkin gue beneran cemburu, masa iya gue suka beneran sama Ara_Batin Arga dia berperang dengan pikirkanya sendiri.
"Sagaa" Panggil Ara
"Iya kenapa Ra?"
"Maafin sikap Arga kemarin ya, Arga sebenernya orang nya ga gitu kok dia itu baik tapi kadang aja emang suka nyebelin" Cerocos Ara.
Arga tertawa kecil "Iya ga papa gue maafin kok" Ujarnya.
"Makasih ya" Ucap Ara tersenyum yang di balas anggukan oleh Saga.
"Iya sama-sama" Saga mengelus pucuk rambut Ara dengan lembut sampai membuat kedua pipi Ara merah merona.
Arga yang dari tadi Masi setia memantau dari kejauhan jengah melihat Saga mengelus puncak rambut Ara.
Berani banget tu anak ngelus puncak rambut Ara, yang boleh ngelus puncak rambut Ara itu cuman gue_ Upatnya dalam hati.
Arga merasa sangat tidak nyaman melihat pemandangan itu di depan matanya, rasanya ingin sekali dia mengubur hidup-hidup lelaki itu, tapi dengan dasar apa dia harus melakukan hal itu karena Ara bukan pacarnya jadi dia tidak berhak melakukan nya.
Saga mendekatkan wajahnya dengan Ara sehingga kini Ara bisa merasakan langsung hembusan nafas Saga, jantungnya kini berdetak tak semestinya di tambah lagi kedua pipinya yang kini semakin merah merona, Ara memejamkan matanya dan memonyongkan bibirnya.
"Bibir Lo kenapa Ra?" Ucapan Saga membuat Ara membukak matanya lebar dan mengulum bibirnya dalam-dalam.
"Emang tadi kamu mau ngapain?" Ara balik bertanya
Ara merasa sangat malu sekarang dia tidak tahu harus berbuat apa karena dirinya benar-benar kehilangan wajah di depan Saga.
Ngarep banget Lo Ra bisa di cium sama Saga_Upatnya yang bisa di dengar oleh Saga.
"Apa Ra?" Tanya Saga
"E-ngga bukan apa apa hehe" Ucapnya gugup sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal, mana mungkin dia mengulang kembali perkataan yang akan membuat malu dirinya sendiri, bisa-bisa turun harga dirinya sebagai wanita.
"Lo yakin?" Tanya Saga meyakinkan
"Iya yakin" Balas Ara dengan sedikit Anggukan.
Saga menganggukan kepalanya seolah tidak terjadi apa-apa, padahal tadi dia mendengar sangat jelas perkataan Ara.
Mau taruh di mana nih muka gue_batin Ara sambil memanyunkan bibirnya dia menatap Saga malu.
Sementara dari kejauhan Terlihat Arga yang meninggalkan Kantin dengan rasa emosi yang membakar hatinya.
.
.
.
Sekarang Arga dan seluruh teman sekelas nya sedang menikmati pelajaran olahraga, saat itu semua siswa laki-laki tengah asyik bertanding bola basket, sementara semua siswi perempuan duduk di pinggir lapangan sambil menyemangati.
"Argaaa semngattttt"
"Ya Ampun Arga ganteng bangett ga ada obat"Pekik histeris dari para siswi yang menyemangati Arga
"Sagaa semangatt" Teriak Araa yang sukses memperlihatkan senyum di wajah Saga, sementara Argaa yang mendengar itu terlihat kesal, di saat semua siswi lain berteriak histeris menyebutkan namanya tapi Ara malah menyebutkan nama Saga.
"Argaa ayo sayang kamu pasti menang, permaisuri mu ini akan selalu mendukung mu" Pekik histeris dari Rena sukses membuat semua orang yang berada disana terasa ingin muntah.
"Idihh Permaisuri dari hongkong" Ejek Dinar sambil tertawa menohok.
"Kenapa lo ga terima" Ungkapnya kesal.
"Lo tu ngaca, Mana mungkin Arga suka sama nenek sihir centil kayak Lo, dia itu pasti sukanya sama gue dan udah pastinya cocok" Ucap Dinar dengan pedenya.
"Hello, Lo ga ada kaca di rumah ya mana mungkin Arga suka sama Mak lampir jadi jadian kayak Lo" Rena mendorong Dinar sampai jatuh ketanah.
"Eh Lo biasa aja ga usah dorong-dorong " Dinar bangkit dan mendrong balik Reyna.
"Apa Lo"
"Apa Lo" Mereka saling dorong mendorong dan kemudian berakhir dengan saling berjambak-jambakan
Melihat kejadian itu murid lainnya langsung memisahkan keduanya, dan tentu saja kegaduhan yang mereka perbuat sudah langsung terdengar di ruang BK, tidak butuh waktu lama mereka berdua langsung di beri hukuman membersihkan toilet selama seminggu.
"Apes bangett si, masa permaisuri nya Argaa di suruh bersihin toilet kayak gini bisa-bisa kasar ni tangan gue kalau seminggu bersihin toilet terus" Ucap Rena yang terus meratapi nasibnya dia memanyunkan bibirnya dan mengepel asal-asalan.
"Lo bisa diem ga si" Kesal Dinar yang tidak tahan lagi mendengar celotehan dari Rena.
"Eh ini semua gara-gara Lo ya Mak Lampir" Tunjuk Rena
"Apa Lo bilang gara-gara gue, ga sadar diri Lo Dasar nenek sihir" Cibir Dinar yang tidak terima dengan perkataan Rena tadi.
"Maksud Lo ga sadar diri apa, Lo mau nyalahin gue" Rena melepaskan kain pel yang dia pegang dengan kasar.
"Kalau iya kenapa, Lo ga terima" Dinar mendekati Rena dan mendorong nya sampai terhuyung ke belakang.
"Bener-benerr Lo Ya" Rena yang tidak terima langsung menjambak Rambut Dinar, dan sekali lagi mereka saling berjambakan.
Ara yang kebetulan lewat sana langsung menghentikan Aksi mereka setelah mendengar keributan dari dalam Toilet.
"Sudah hentikan" Ara mencoba memisahkan mereka berdua tapi sangat sulit untuknya sendiri memisahkan keduanya, bahkan tadi siku Rena sempat mengenai kening Ara dengan kuat.
Tak Lama Saga datang dan langsung membantu melerai keduanya, Saga menarik Dinar Dari cengkraman Rena, sementara Ara menarik Rena dari cengkraman Dinar.
"Awas lo ya" Ancam Rena yang Menunjuk Dinar.
"Lo tu yang awas" Balas Dinar tak mau kalah.
Penampilan Mereka tampak amburadul bahkan rambut keduanya terlihat acak-acakan karena saling berjambakan tadi.
"Ada apa ini?" Tanya Pak Agus yang Baru saja datang bersamaan dengan Arga, Sadnan dan Abi.
"Ini Pak Rena sama Dinar berantem lagi" Saga memberi tahu, mendengar itu Pak Agus langsung menatap kedua nya dia benar-benar di buat kesal dengan kelakuan kedua muridnya ini.
"Ga ada kapoknya kalian ini, ikut keruangan saya sekarang !" Perintah Pak Agus dengan tegas.
Rena dan Dinar yang melihat Pak Agus sudah sangat marah hanya menundukkan kepala dan mengekori Pak Agus dari belakang menuju ruangannya, tapi Reyna sempat berhenti ketika melintas didepan Arga, dia menatap Arga dengan senyum merona lalu memberikan sarangheo yang dia buat dari tangannya kepada Arga,
Arga yang melihat itu bergidik ngeri, dia tidak menyangka jika gadis seperti itu ada di bumi ini.
"Ra itu kening Lo bengkak" Ujar Saga yang melihat kening Ara.
Arga yang mendengar itu langsung mendekati Ara, wajahnya terlihat begitu cemas ketika melihat kening Ara yang bengkak.
"Ya Ampun Ra Lo ga papa?" Tanya Agra yang begitu mencemaskan Ara.
"Cuma sedikit pusing aja si tapi aman kok" Ara meyakinkan Arga agar tidak begitu cemas.
"Aman gimana itu harus di kompres Ra biar mendingan" Timpal Saga yang ikut cemas dengan keadaan Ara, hal itu membuat Arga menatap Saga Tak suka.
Apa-apaan ni anak, sok perhatian banget sama Ara_Batin Arga entah kenapa akhir-akhir ini dia begitu sensi melihat Perlakuan Saga kepada Ara, sepertinya dia benar-benar cemburu.
"Ayo Ra Gue bawa lo ke UKS" Ajak Saga dia memegang tangan mulus Ara yang membuat Ara tersenyum merona Karena perhatian dari Saga.
Ya Ampun ternyata gini ya rasanya di pegang sama Saga_batin Ara senang, dia tersenyum sem-sem melihat tangan Saga yang memegang tangan nya.
Tapi kesenangan itu tidak berlangsung lama, Arga langsung melepaskan pegangan tangan Saga kini beralih Arga yang memegang tangan Ara dia tidak rela jika Saga memegang tangan Ara apa lagi sampai berduaan di dalam UKS.
"Biar gue yang bawa Ara ke UKS" Tegas Saga, dia menggandeng Ara lalu pergi menuju UKS.
Saga menatap Kepergian Arga dan Ara dengan kesal kini berganti Saga yang cemburu melihat Ara bersama Arga.
"Nan kayaknya ada yang terbakar api cemburu ni" Ucap Abi kepada Sadnan dia menyindir Saga sambil terkekeh.
"Iya ni, mending kita pergi aja sebelum Suasana di sini semakin panas karena api cemburu" Timpal Sadnan yang ikut terkekeh, sementara Saga hanya menatap tajam kepergian mereka.
Sementara di UKS Arga dengan serius nya mengompres kening Ara, dia memeras kain kompres lalu menempelkan di kening Ara yang bengkak.
"Auww"