My Life In Pesantren

My Life In Pesantren
Lega sementara



Akhir nya selesai pula,, aku berhasil tampil ,,


Aku pun menghela nafas lega,,


"Hhuuuhhhhhhh" sambil merasa tenang kembali..


Aku pun kembali duduk di tempat ku duduk di dekat de ilah,,


"Gimana dek,, ada yang salah..?" tanya ku pada nya,,


Karna saat aku maju ke depan aku menyuruh de ilah buat mengamati ku supaya aku tahu kalau aku salah nya di mana..


"Gak kok teh,, semua nya baik.. teteh emang jago.." ucap de ilah memujiku..


Jujur saja .. Bukan aku so atau apa lah,, atau so pintar gimana,, akan tetapi kalau soal al Qur'an aku merasa sudah benar membaca nya,, makhraj nya,,, panjang pendek nya,, karna itu terbukti saat aku sering di awasi oleh sang dewan dan tak pernah mengeritik ku atau membenarkan ku,, berarti mungkin aku sudah benar,, namun entah lah hanya saja aku selalu mencoba membaca nya dengan baik dan teliti..


Karna sewaktu aku kecil pun di kampung ku aku sudah di ajarkan dengan baik oleh ibu dan guru ngaji ku,, jadi sudah melekat di fikiranku dengan benar dan baik,, hanya saja tinggal menelusuri wawasan yang lebih dalam tentang al Qur'an,, seperti huruf huruf yang keluar dari tenggorokan dan semacam nya,, semua masih banyak yang belum aku ketahui,, hanya saja dasar nya aku sudah paham sehingga cukup bagiku supaya baik dalam membacanya..


"Ah de,, Aku masih belum dikatakan baik dan jago masih banyak kekurangan dalam pemahaman nya. " ucap ku


"Tapi teh,, memang begitu,, memang tak ada yang salah.." ucap nya kembali memuji..


"Alhamdulillah,, terimakasih pujian nya. " ucap ku pada de ilah..


De ilah hanya tersenyum...


"Tinggal mempersiapkan yang lain.." ucap ku sambil duduk dan melihat penampilan peserta yang lain..


"Oh ya de,, kapan tampil..?" tanya ku kembali


"Dua orang lagi setelah ini..." jawab nya sambil memegang al Quran..


"Oh,, semangat ya.." ucap ku menyemangati nya..


"Oh ya teh,, nanti jika aku tampil tolong amati cara ku membaca al Quran ya..? karna aku belum lancar benar membacanya,, teteh juga tahu,,!" ucap nya..


"Iyah,, nanti aku amati,, kalau boleh juga kamu bertanya saja jika ada yang tak tahu cara membacanya.." ucap ku..


Kemudian de ilah pun mulai mencoba bertanya padaku ,, dan aku pun menjawab nya setahu dan sebisa ku..


Memang,, de ilah ini masih kurang bagus dalam membaca huruf nya,, kalau panjang pendek itu sih dah lancar,, dan juga cara membaca nya juga masih banyak yang salah.. bukan aku so pintar akan tetapi setiap dia mau setor di awasi oleh dewan dia sering meminta ku mengawasinya dulu meminta supaya aku membenarkan nya,, dan juga ia sering di kritik dalam membacanya karna pemahaman nya yang kurang baik...


Akhir nya saat nya de ilah tampil dan aku pun mengamati dia membaca al Quran nya sampai selesai..


setelah de ilah turun aku pun masih memiliki uang jajan yang tersisa tadi ...


Dan aku membeli satu buah es untuk menghilangkan rasa tenggang ku saat tampil tadi