My Life In Pesantren

My Life In Pesantren
Sang Peserta pertama



Di Halaman pesantren..


Sang undian satu telah di panggil oleh sang pemandu..


"Undian pertama ,, mari kita panggil Rahmat" ucap sang pemandu


Semua yang di bawah panggung bersorak sorak memeriahkan dan menyemangati sang peserta yang tampil...


Dan kali ini yang tampil dari santri putra,,


sang peserta pertana pun mulai menaiki tangga yang berada di dekat panggung di sebelah kiri.. yang mana itu tempat santri laki laki dan sebelah kanan tempat santriwati untuk naik panggung..


Dengan mengenakan baju putih,, kopeah putih dan sarung berpola cap wadimor karna saat itu sarung si santri laki laki itu cap nya terlihat di bagian depan,, sepertinya saat berjamaah magrib tadi ia tak sempat merapihkan sarung nya karna buru buru,, dan mungkin saja kelupaan sampai tampil.. Namun itu tidak menghalangi atau membuat malu.. karna mungkin sudah biasa atau gak tahu gimana,, ya begitulah...


Dan juri kali ini di hadiri oleh salah satu santriah yang sudah berpangkat pengurus,, dan sudah lama di pondok ini..


Sang juri terdiri dari tiga orang,, dan tak pernah kurang atau lebih dari tiga orang,,


Dan di atas meja juri itu juga sudah di siapkan satu Qur'an satu orang,, dan tak lupa para peserta lain nya membawa al quran untuk mengamati yang tampil,, dan tak lupa pula di atas meja juri ada sepiring makanan atau susuguh yang telah di siap kan dan itu perkara wajib..


"Baiklah saudara rahmat ,, Coba buka halaman 221 .." ucap dari slah satu juri


sang peserta pun mencari halaman tersebut.. saat halaman itu sudah ketemu sang juri melanjutkan tantangan bagi peserta tersebut..


Sang peserta pun mencari yang di maksud sang juri,, dan mulai membaca nya saat sudah menemukan yang di maksud oleh sang juri,,


saat sang peserta itu membaca,, maka al Quran setiap yang memegang mencoba memperhatikan bacaan nya.. Begitupun para juri harus lebih teliti karna untuk bahan penilaian,, Biasa nya yang di nilai oleh juri dari murotal al quran,,


pertama,, cara membaca Makhroj ,, atau cara membaca huruf huruf hijaiyyah dalam al quran tersebut


ke dua,, cara membaca tajwid nya tepat dan rapi..


dan ke tiga,, dari segi lagam nya,, atau bagai mana cara kita membaca suara nya sebisa mungkin harus merdu se madu merdunya yang kita bisa..


Akan tetapi yang terpenting no satu dan dua.. itu lebih penting dan bagian ke tiga tidak terlalu penting .. Namun hanya untuk menambah keindahan membaca dan keindahan suara bagi siapa saja yang mendengar kan nya..


Dan posisi sang peserta di atas panggung itu ,, duduk dipanggung tepat nya tidak mengenakan kursi dan meja duduk di lantai,, lagi pula lantai panggung tersebut sudah di lapisi oleh karpet atau tikar yang sudah di siapkan sehingga sewaktu duduk di lantai panggung tidak kotor...


Dan di kasih lah meja se ukuran setengah meter atau kurang ya tepat nya meja yang sering di gunakan oleh tk atau paud untuk belajar,, dan juga sering di gunakan oleh kami saat pasaran tiba atau saat bulan ramadhan tiba...


Setelah membaca nya dengan merdu dan selesai sampai ayat akhir yang di tentukan,, setelah pertama kali naik mengucapkan salam barulah di akhiri dengan salam pula,,


Dan turun deh dari panggung,, setelah itu bebas deh dari perlombaan ini,, maka memikirkan atau menghafal perlombaan lain yang akan datang setelah semua perlombaan yang berlangsung berakhir..