My Life In Pesantren

My Life In Pesantren
pembukaan bagian ll



Bla bla bla,,, semua kata kata dan pepatah di ucap kan sang syaikhuna...


Akhirnya sang syaikuna pun membuka acara muharraman untuk tahun ini...


Dan sebagai sebagai palunya beliau menggunakan spiker dengan cara di ketuk tiga kali.. tuk,, tuk,, tuk... perlombaan pun di buka dan siap untuk di laksanakan setelah ba'da magrib menjelang...


Setelah peresmian pembukaan perlombaan oleh sang syaikhuna,, sang syaikuna lun kembali turun dari panggung dengan di dampingi seorang santri senior sampai ke rumah sang syaikhona yang hanya beberapa langkah dari panggung,, dari mulai turun tangga sampai ke depan rumah,, setelah sang syaikhona masuk ke dalam rumah,, sang santri senior yang mengawal barusan kembali ke tempat..


Dan acara pun mulai di tutup...


"Acara yang ke lima adalah Doa,, mari kita tutup acara peresmian pembukaan perlombaan ini dengan hamdalah.." ucap sang pembawa acara..


"Alhamdulillah hi robbil 'alamin.." ucap semua secara bersamaan...


"Mohon perhatian,,, acara perlombaan akan di mulai dari acara MUROTAL QUR'AN bagi pemula,, atau ibtida,, acara akan di mulai setelah ba'da magrib,, tolong persiapkan se siap siap mungkin,,, setelah nya saya ucapkan terimakasih,," ucap sang pembawa acara memberi tahu kan acara yang akan di gelar pertama saat setelah solat magrib nanti...


Setelah itu santri dan santriah pun bubar kembali ke kobong masing masing persiapan menjelang waktu magrib tiba..


Di dalam Ruangan Kobong...


"Teh,, Undian berapa nanti tampil..?" tanya De ilah..


"Hmmm,,, undian 16,, ucap ku singkat sambil duduk di dekat lemari ku..


"kalau De ilah..?" berbalik tanya pada de ilah..


"eumm,, undian ke 9,,," ucap nya..


"Ya,, mau gimana lagi.." ucap de ilah...


"Kalau bi rahmi..?" tanya ku pada si bibi de ilah itu..


"aku undian ke 26 ,," ucap bi rahmi..


"Wah cukup jauh juga ya,, agak tenang juga.." ucap ku pada bi rahmi..


"Iyah,, begitulah.." ucap bi rahmi..


"Rencang..." ucap seseorang dari bawah tangga,, ternyata ia adalah salah satu patros dewan teh Idah yang menjual rencang ,,,


"Ada rencang,, kita ke bawah beli buat makan.. Mau nitip gak..?" tanya ku pada bibi alo itu..


"Aku satu,, aku juga satu.." ucap bibi alo tersebut..


"Baiklah.. tunggu sebentar ya.." ucap ku sambil keluar dari kobong menuju ke bawah tangga tuk melihat jualan rencang apa yang di jual oleh sang patrol dewan..


Ternyata rencang yang di jual itu adalah bacem tempe,,, dan setiap satu bungkus berisi satu potong tempe dan seharga 1500 per dua bungkus... yang artinya harga persatu bungkus yaitu 750 rupiah,, sungguh murah meriah..


Akan tetapi sang patrol meninggalkan dagangan rencang itu kembali ke rumah dewan,, dan yang tertinggal hanya sebuah buku dan pulpen untuk menuliskan siapa yang mau kasbon dulu,, alias mengambil dulu sebelum membayar,, namun ada juga yang membayar dan di simpan nya di wadah rencang itu... meskipun begitu tak ada yang berani mengambil uang atau apapun meski di tinggalkan oleh pemilik nya..


Setelah membeli rencang aku pun kembali ke ruang kobong,, dengan membawa 3 bungkus rencang yang belum di bayar,, satu bungkus untuk ku dan yang dua lain nya untuk bibi dan alo tersebut...


"Nah udah,, ayo makan.." ucap ku sambil menghampiri bibi alo yang sudah siap untuk menyantap nasi di wadahi oleh plastik kresek bekas jajanan orang...