
Takdir membawaku kedalam keadaan yang rumit, saat tujuanku hanya untuk menyelamatkan teman sekaligus idolaku. Semakin ingin ku menolong Ryo semakin banyak misteri yang aku temui. Tetapi hal itu tidak akan menghentikanku untuk menolongnya, aku akan menolongnya secepat mungkin sebelum aku menghilang.
--------------"""------------
Satu hari setelahnya
pukul 07.00
"Ryo mengirim pesan kepadaku, aku harus membalasnya enaknya kapan ya? ".
Aku memutuskan untuk membalasnya dengan menuliskan " kalau ada waktu nanti malam, mungkin jika kamu memiliki waktu".
tidak lama kemudian Ryo membalas pesanmu "ok nanti malam di cafetaria mau? ".
" di cafe Blue mau? ". Balas ku
" ok aku tunggu pukul 19.00 ya.. Itta ". Balasnya
" iya Ryo".
Jam 19.00 adalah dimana aku pertama kali bertatap muka dan akan berbincang banyak dengan dia teman sekaligus idolaku.
------------- """------------------
Pukul 10.00
di Cafetaria
" bapak itu jadi datang kah? ". Gumamku
Tidak lama kemudian bapak itu datang, " maaf atas keterlambatku ". Ucap bapak itu kepadaku
" oh.. tidak apa - apa Pak, silakan duduk Pak". Jawabku
Aku memberikan menu makanan dan minuman kepada bapak tersebut lalu mempersilakan bapak itu memesan makanan atau minuman.
"maaf Pak, sebelumnya kita bertemu tanpa saling berkenalan, saya Itta dari jurnalis dan saya berbicara dengan bapak siapa ? ".
" saya bapak Budianto".
"salam kenal Pak, sekarang kita langsung saja Pak, bapak bisa jelaskan ucapan bapak kemarin?".
" anak saya bernama Rosalia Carlota, dia penyanyi tetapi bukan dari agensi orang itu tetapi dari agensi pesaingnya, tetapi aku sendiri tidak tahu kenapa bisa anak saya memiliki masalah dengan direktur tersebut".
"Apa anak bapak tidak menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan direktur itu, misal kerjasamanya antara mereka berdua atau kedua agensi tersebut". Tanya Itta
" Tidak, sama sekali dia selalu mengatakan kalau dia bahagia dan menunjukan kepadaku kalau dia tidak memiliki masalah apapun ".
Aku terdiam sejenak, banyak kemungkinan yang dalam masalah mereka dari persaingan bisnis, atau popularitas.
" Pak, lalu kenapa bapak bisa memperkirakan kalau direktur itu adalah yang menyebabkan kematian anak bapak? ".
Ucap Pak Budianto
Ketika Yura ingin melanjutkan pertanyaannya seorang waiter mengantarkan minuman kami, aku terhenti tidak melanjutkan pembicaraan ku dengan pak Budianto, setelah waiter itu pergi aku melanjutkan pembicaraan kami.
"Tunggu pak, tadi bapak bilang dia ingin memperkenalkan kekasihnya? ". Tanyaku
Terbesit dibenakku apa ini ada hubungannya dengan kekasihnya tersebut, tetapi bapak ini membenci direktur tersebut bahkan bapak ini mengutuk direktur Cindy itu.
" Iya, meskipun Rosalia hanya mengatakan dari telepon tetapi kami belum sempat bertemu, bahkan saat pemakaman Rosalia aku tidak melihatnya, mungkin dia tidak ingin dituduh penyebab meninggalnya Rosalia, bagaimanapun waktu itu karir Rosalia sedang menanjak".
"Ok, kenapa bapak tidak mencurigai kekasihnya kenapa langsung menuduh direktur itu? ".
" itu karena aku sempat membaca pesan di handphone Rosalia sebelum diambil sebagai bukti untuk penyelidikan kepolisian, dia sedang berdebat dengan nomor yang bertuliskan direktur Cindy, Isi pesan itu ancama dan teror yang diberikan oleh direktur tersebut".
"apa bapak yakin itu direktur Cindy yang dimaksud direktur agensi terbesar di Indonesia ini atau direktur yang lain? ". Ucap dengan penasaran Itta
" Tadinya aku juga berfikir seperti itu tetapi, aku pernah mencari informasi nomor tersebut dan benar saja nomor itu adalah milik direktur Cindy ".
Jujur saja aku merasa jika ucapan pak Budianto ada yang ditutupi, apa hanya karena pesan, bapak ini bisa langsung menentukan penyebab meninggalnya Rosalia itu adalah direktur tersebut, teror dan ucapan kasar dijadikan bukti hal itu tidaklah terlalu kuat, karena jika hanya itu bagaimana dengan haters dari Rosalia, apa bapak ini akan mengira jika penyebabnya adalah para haters tersebut. Aku harus mencari informasi lebih dalam dari bapak ini, tetapi aku masih belum bisa berbicara banyak, nanti bapak ini pasti curiga, lagi pula aku masih kurang percaya dengan bapak ini dan tambah lagi aku masih belum mengenal benar dengan bapak ini. Rasanya aku ingin mencari informasi dengan caraku tetapi batasan - batasan yang diberikan kakek menghalangiku, jika aku memaksakan diri justru bukannya menyelamatkan justru aku yang akan menghilang sebelum waktunya.
Untuk kali ini aku butuh "dia" untuk mendapat informasi lebih dan lebih banyak lagi, kapan "dia" datang, untuk pertama kali aku merasa dia sangat lama datangnya.
"Seperti itu ya pak, saya akan berusaha mengerti, pak apa ada hal lain yang bapak ingin ceritakan tentang Rosalia anak bapak, siapa tahu saya bisa membantu dengan menerbitkan cerita dari Rosalia ini pak, mungkin dengan begitu bisa mengungkap kebenarannya? ".
" Rosalia kecil di sebuah desa dia berangkat ke Jakarta untuk mewujudkan impiannya, dia tidak pernah bercerita tentang kesedihannya atau beban hidupnya dia selalu bercerita tentang kebahagiaannya dan keberhasilannya, mungkin karena dia tidak ingin ayahnya yang membesarkan satu - satunya ini sedih, karena ibu Rosalia meninggal saat melahirkan Rosalia, namun saya tahu tentang, kesedihan, beban Rosalia saat aku menjenguk dia ke Jakarta, aku menyesal kenapa aku begitu percaya dengan ucapannya kalau dia bahagia padahal dia sangat terbebani dengan kehidupannya ". Cerita Pak Budianto
" Lalu pak? ".
" Maaf hanya itu yang bisa aku ceritakan". Jawab Pak Budianto
" Sampai situ saja". Ucap dalam hati Itta
Itta tersenyum kepada bapak Budianto, dan memberikan secarik kertas yang berisikan nomor handphone Itta.
"Baiklah pak, saya akan membantu bapak sekaligus membuat informasi yang bapak berikan kepada saya bisa membuat teman saya selamat dari direktur Cindy tersebut, Lalu ini nomor handphone saya pak, mungkin bapak ingat sesuatu tentang Rosalia yang berhubungan dengan direktur Cindy saya berharap bapak bisa memberitahu saya". Ucap Itta
"Baiklah, kamu bilang temanmu berurusan dengan direktur tersebut, memang dia siapa? ". Tanya Bapak Budianto
" dia temanku sedari kecil, aku menolong dia sebagai menepati janjiku kepadanya pak jadi saya tidak bisa mengatakan kepada bapak siapa teman saya, saya akan beritahu bapak jika bapak juga mempercayai saya". Ucap Itta
Aku berbicara seperti itu untuk memberi kode kepada bapak tersebut jika saya masih tidak percaya dengan ucapannya, dan menunjukan jika aku sadar kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu tentang kematian anaknya.
Pertemuan dengan Bapak Budianto selesai dengan informasi yang sangat tipis, tetapi cukuplah untuk membuat penasaran tentang kehidupan direktur Cindy tersebut.
Lalu dengan Ryo apa dia mengalami hal buruk, sama seperti Rosalia, yang terlihat bahagia di depan sedih dibaliknya. Aku ingin memastikan kalau Ryo memang dalam keadaan baik sebelum aku menghilang dari dunia ini.
-------""------
selamat membaca ya...