
Ryo penasaran dengan siapa yang membantunya, dan Bu Cindy masih mencari tahu dan berhati - hati dengan orang yang membantu Ryo.
Dan untukku, aku masih ingin melindungi Ryo, karena aku baru sadar jika dunia artis berbeda tidak seindah yang terlihat, banyak hal - hal buruk yang tertata rapi sampai terkadang tidak ada yang sadar akan hal tersebut.
Aku akan membantunya untuk tidak terjerumus jauh dengan hal - hal buruk tersebut sebelum aku benar - benar menghilang. Menolong tanpa harus di ketahui oleh Ryo, agar aku tidak berat hati saat menghilang dari dunia ini, menepati janji sebagai peri penolongnya.
--------------""--------------
Konser Amal
hari Pahlawan
Dihari itu aku bersiap untuk pergi ke konser tersebut karena di konser itu ada grup Ryo tampil, jadi aku bersemangat dan mencari tempat duduk yang paling terdepan.
Aku bisa melihat Ryo tampil untuk pertama kalinya, sudah sangat aku nantikan. Ditengah konser aku melihat seorang perempuan, sepertinya dia bukan orang biasa hal itu karena ada banyak bodyguard yang mengelilinginya.
"apa itu artis, atau penjabat tinggi atau juga pengusaha". Gumamku
tiba - tiba ada yang menyahuti gumamku "bukan mbak, perempuan itu direktur dari agensinya Ryo si suamiku".
"ow... gitu .. eh .. apa Suami?". Jawbaku
"iya .. lah kenapa tidak terima ! "
"enggak .. iya.. iya suaminya situ". Jawabku
Aku tidak ingin cari masalah dengan fans yang sangat terobsesi dengan Ryo, bisa - bisa nanti jadi keributan.
Ternyata itu direkturnya, cantik bisa di bilang sangat cantik tetapi kalau di perkirakan umurnya sepertinya seumuran dengan kakak Jio.
- - - ---
Saat konser aku sempat bertatapan dengan Ryo, dalam benakku ingin sekali teriak "Ryo ini aku Itta, teman masa kecilmu". Tetapi tidak mungkin karena awal kedatanganku aku hanya ingin melihatnya saja, aku datang untuk pergi dan tidak akan kembali lagi.
Sebelum aku pergi aku akan menolongnya atau lebih tepatnya membawanya kejalan lurus untuk mencapai impiannya. Di tengah konser Aries yang satu grup dengan Ryo memberiku bunga, aku sempat terkejut tetapi lebih terkejutnya lagi dia meminta ponselku, hal itu biasa ditengah konser sang idola meminta ponsel untuk foto selfie dirinya sendiri atau bersama personil lainnya. Tentunya aku memberinya dengan tujuan siapa tahu si Aries berfoto berdua dengan Ryo, nanti tinggal aku crop dan aku ambil foto Ryo, "maaf Aries bukan karena aku jahat tapi aku fans pertama Ryo".
Lalu benar saja setelah Aries berselfie ria dengan ponselku dia memanggil Ryo dan mereka berfoto selfie berdua, yeeee... hatiku besorak gembira. Tetapi entah apa yang dilihat Ryo di ponselku dia berekspresi kaget, dia melihat kearah penonton seolah mencari seseorang tidak lama dia berbisik ke Aries. Aries pun menunjukku, aku sedikit heran ada apa sebenarnya. Ryo mengambil ponselku dari Aries dan berjalan kearahku, aku sama sekali tidak bisa kabur atau mundur berlahan karena semua fans maju kedepan dan mendorongku membuat semakin kedepan.
Ryo memberikan ponselku aku hanya diam mematung, bukannya Ryo langsung melepas ponselku justru dia menarik tanganku dan membisikkan "Itta apa kabar?".
"Dia tahu, bagaimana bisa?".Ucapku dalam hati
Aku masih terdiam tanpa membalas sapaannya, saat dia Ryo ingin melepas tanganku aku menggengamnya kembali dan menjawab "aku Rindu dan aku masih membenci Moci".
Awalnya dia hanya tersenyum tetapi saat melihat ekspresiku dia tertawa, disaat itu aku melepaskan tangannya dia pergi sambil tertawa terbahak - bahak. Apanya yang lucu, aku sedari dulu ingin mengatakan itu kepadanya.
Hari itu untuk pertama kalinya aku bertatapmuka dan berbincang dengannya meskipun hanya sebentar dan hanya satu baris kalimat, tetapi itu sudah mewakili keinginanku. Sekarang aku bisa pergi, meskipun aku masih ingin melihatnya andai saja waktu bisa aku hentikan aku ingin berhenti ketika aku masih bersamanya.
------
"Pantesan dia langsung tahu, dan ekspresinya kaget begitu, dasar tulalit kamu Itta". Ucapku.sembari menepuk jidatku.
Sesampainya ditempat tidur ponselku berbunyi, ada telepon dari nomor yang tidak aku kenal, aku mencoba mengangkatnya.
"Halo?" Ucapku
"halo". Jawab suara yang berat terdengar suara laki - laki.
"ini siapa?". Tanyaku
"Aries". Jawabnya
Tidak lucu sama sekali, bercandanya orang ini.
"oh ya... aku Xiulo(salah satu personil eclif juga)". Jawabku dengan ketus
"wah .. sejak kapan Xiulo berubah jadi berempuan, aku tahu dia memang imut tetapi dia bukan perempuan hehehe". Ucapnya
"ini siapa, tidak lucu tahu". Ucapku setelah itu mematikan teleponnya
Lalu tidak lama kemudian ada yang mengirimiku foto selfie, ternyata itu nomor asing tersebut dia mengirimiku foto Aries, aku membalas pesan itu dengan mengatakan "aku juga bisa cari foto Aries yang seperti itu di mbah google"
Lalu dia membalas dengan tulisan " ok kalau kamu tidak percaya, kata - kata apa yang ingin kamu dengar dari mulut Aries ini, aku akan memvideokannya kepadamu, sehingga membuatmu percaya jika aku Aries?"
Aku juga penasaran dengan orang ini jadi aku membalas pesannya "Ok, aku mau kamu bilang Itta Cantik dan baik hati.. I love You".
Aku tahu itu sedikit narsis tapi dia tidak akan bisa mengatakan itu jika dia palsu, namun tidak lama kemudian dia mengirim sebuah video benar saja itu adalah Aries dia benar - benar mengatakan apa yang aku minta, dia mengatakan " Hei... itta cantik dan baik hati .. I love You (dengan ekspresi imut) maaf , ya aku mengambil nomormu tanpa ijin karena jika aku minta terangan - terangan saat itu bisa jadi berita, jadi maaf sekali lagi, dan sekarang kamu sudah percayakan kalau aku Aries".
Aku sangat terkejut, yang awalnya aku merebahkan diri dikasur langsung terbangun setelah melihat video tersebut, ternyata yang menelpon aku tadi benar - benar Aries. Aku panik dan bingung mau menjawab apa, ya... bagaimana ya... perempuan mana yang tidak tersipu malu bahkan bahagia dipuji seperti itu, seperti di drama korea.
Aku membalas pesannya dengan menuliskan " maaf, aku kira kamu berbohong.. iya aku percaya tetapi kenapa kamu meminta nomorku?".
"aku hanya ingin mengenalmu, apa itu tidak boleh?". Balasnya
"tidak apa - apa hanya saja, aneh saja kalau seorang idola sepertimu meminta nomor telepon dari seorang sepertiku".
"hahaha aku tertarik denganmu semenjak aku melihatmu dibandara".
Tunggu apa yang dia maksud waktu aku menjemput kakak Liliana, kenapa bisa dia tertarik padaku padahal hanya sekali berpapasan dan sekali bertatapa.
Satu pesan, masuk tetapi itu dari nomor asing lainnya, isi pesannya "Itta Masih rindu, dan masih benci dengan Moci?".
" Ryo?". Balasku
----------------------------