My Idol My Love

My Idol My Love
Informasi



Kenapa bisa begini, dua orang idola yang sedang naik daun ini menghubungiku bukan untuk perkerjaan tetapi iseng, atau mereka penasaran denganku. Aku harus membalas pesan mereka seperti apa, aku takut salah bicara atau salah ketik.


Aku mencoba membalas satu - persatu pesan dari mereka, aku menjawab pesan dari Ryo dengan tulisan " Ryo , ini kamu? ". Dan untuk Aries "Kenapa kamu bisa tertarik denganku, padahal kamu sekali melihatku".


-------------------------


Pukul 23.00


Dihari yang sama


Suara pesan masuk, isi pesan itu " iya, ini aku sejak kapan kamu kembali? ". Pesan Ryo


" Sudah cukup lama Ryo". Jawabku


"iya, kenapa kamu tidak menemuiku, apa kakak Ranny tahu? ". Balasnya


" Sudah, kak Ranny justru yang menjemputku di Bandara ".


" oh ya, kenapa kamu tidak langsung menemuiku? ".


" Aku tidak mau mengganggumu".


"aku tidak pernah berfikir jika kedatanganmu untuk menggangguku, justru aku menunggumu kembali".


Antara sedih dan senang membaca pesan Ryo, tetapi seperti awal rencanaku, aku tidak ingin menjadi beban pikiran untukku dan beban hati.


Jadi aku memutuskan untuk tidak membalas pesan dari Ryo meskipun aku masih ingin berbincang banyak dengan Ryo. Bahkan pesan dari Aries pun tidak aku balas lagi.


----------------- """------------


Apa aku benar -benar bisa pergi tanpa meninggalkan luka kepada Ryo, sejak Ryo mengetahui nomor teleponku secara tidak sadar kami sering berkomunikasi, terbesit di kepalaku aku harus menghentikan ini tetapi hati ini selalu senang saat melihat pesan dari Ryo.


-----------""------------


Tanggal 28 November


di Minimarket


"haduh... belanjanya kok banyak aku kan paling malas belanja". Gumamku sembari melihat - lihat jajanan yang tertata di supermarket.


Saat aku berhenti didepan perlengkapan makanan aku mendengar suara perempuan yang sedang berbicara di telepon dengan seseorang, perempuan itu berbicara dengan nada yang tinggi seolah - olah marah, aku penasaran jadi aku mengintip siapa perempuan yang marah, ternyata perempuan itu adalah bu direktur dari agensinya Ryo bukan, "wah... ternyata seorang direktur mau juga ribet belanja seperti ini". Gumamku.


Saat aku ingin pergi untuk mencari barang belanja yang lain tetapi aku terhenti saatendengar ibu direktur tersebut berkata "aku ingin Ryo menjadi milikku dan aku tidak ingin dia pergi".


Perasaanku merasa tidak enak mendengar ucapan bu direktur tersebut, aku mencoba menguping pembicaraan bu direktur tersebut, apabila ada urusan dengan Ryo dan membahayakan Ryo dia akan berurusan panjang denganku.


Aku berpura - pura mencari bahan di sebelah bu direktur itu, dengan berpura - bura menggunakan headset seolah mendengarkan musik, padahal aku ingin menguping pembicaraan dia.


Dia menoleh kearahku "hei kamu menguping pembicaraan ku? ". Tanyanya kepadaku


Aku tidak menghiraukan pertanyaannyan dia seolah tidak mendengarkan, dia menepuk pundakku aku menoleh dan melepas earphone dari telingaku. " iya... ada apa bu?". Tanyaku dengan memasang ekspresi tidak tahu apa - apa.


"oh maaf, aku salah orang". Ucapnya setelah itu dia pergi meninggalkanku


Aku penasaaran dengan dia, kenapa dari pembicaraannya dia seolah terobsesi dengan Ryo.


Sepertinya aku harus menyelidiki bu Cindy itu, dia mencurigakan, kalau di pikirkan bagaimana bisa agensi sebesar itu sampai hampir gagal melindungi artisnya, apa hal itu sengaja untuk bisa meloloskan artisnya untuk debut sebagai aktor atau artisnya.


"Sepertinya aku harus menyuruh " dia " datang dan turun tangan atau aku menyelidikimenyelidikinya sendiri dulu? " Gumamku diperjalan pulang


"Aku punya ide bagus".


------------------"----------------


Keesokan harinya


Rumah Mantan Istri pengusaha properti tentunya pembaca tidak lupa dengan mona si tante genit istri pengusaha properti terbesar dinegara ini.


" halo, bagaimana apa sudah kamu selidiki siapa yang mengadu kepada suamiku masalah kemarin?". Ucap Mona di telepon


"maaf nyonya saya sama sekali tidak bisa mendapatkan informasi tentang hal itu".


" sial... ". Ucap Mona dengan kesalnya lalu menutup telepon


Suara ketukan pintu, Mona yang masih terbakar emosi berteriak kepada pekerja rumahnya " mbok... buka pintunya".


"i.. iya nyonya". Ucap salah satu pekerja disana


-------"""-------


" permisi bu, saya mau mencari ibu Mona".


"apa anda sudah membuat janji sebelumnya? ".


" belum bu".


"maaf mbak, sebelum membuat janji sebelumnya dengan nyonya anda tidak bisa bertemu".


"tetapi bu, saya datang karena saya membawa informasi penting tentang kejadian di hotel yang lalu bu".


Ibu Mona yang sedari tadi mendengar pembicaraan di balik ruangannya, langsung menghampiri dan menanyakan " siapa kamu sebenarnya? ".


" saya, adalah informer yang anda butuhkan sekarang ini ibu, hem... bukan nyonya Mona".


"informer, baiklah silakan masuk dan saya harap kamu bisa memberi informasi yang penting untukku".


" tentu nyonya, anda tidak akan menyesal".


Mereka masuk keruangan dan mulai berbincang.


"informasi apa yang kamu punya".Tanya nyonya Mona


"tunggu sebentar nyonya, sebelum saya memberi informasi anda harus tahu informasi saya tidaklah gratis".


"ow... uang yang anda maksud, hal itu tidak akan jadi masalah untukku, akan aku bayar kamu yang kamu mau dan sesuai informasi yang kamu miliki untukku".


" bukan, cara kerja saya bukan dengan uang, melainkan informasi untuk informasi dan uang hanya bonus semata".


"hem... cukup menarik baiklah, aku setuju info apa yang kamu mau dariku dan berikan aku info tentang kejadian di hotel yang lalu, yang membuatku harus bercerai dengan suamiku".


" baik nona, akan aku beri tahu tentang siapa yang mengadu kepada suami anda tentang skandal anda dengan para aktor - aktor mudah itu".


"oh ya... kamu to the point juga ya .... katakan siapa dan akan aku jawab jujur info apa yang kamu inginkan".


" aku harap anda memberi info yang saya harapkan dan sebanding dengan informasi yang saya berikan".


"tentu, apa yang ingin kamu tahu? ".


" di dalam tas ini ada berkas yang berisi tentang semua bukti siapa yang memberi informasi atau yang mengadu kepada suami anda, berkas yang penuh dengan bukti lengkap bukan hanya sekedar omongan semata".


"bagus mana berikan kepadaku".


" no, tidak semuda itu nyonya saya mau menanyakan sesuatu tentang artis Ryo, kenapa anda berani, maaf menggoda dia apa anda tidak tahu dia dari agensi terbesar di negara ini, jika agensi itu tidak Terima bukannya hal itu akan membuat Anda dalam masalah juga? "


"itu, kenapa kamu menanyakan hal itu? ".


" kenapa anda malah berbalik tanya, cukup jawab saja karena saya menanyakan untuk saya tukar dengan informasi lain juga, saya sering di panggil informer handal dan saya banyak sekali memiliki informasi dari orang - orang besar di negeri ini".


"lalu informasi seperti apa yang ingin kamu cari sehingga kamu mencariku? ".


" itu rahasia, cukup jawab saja pertanyaan - pertanyaan saya dan anda akan dapat berkas ini".


"menarik, kamu orang yang cukup pandai bernegosiasi, aku akan jawab seperti yang kamu ucapanmu tadi, benar sekali jika agensi itu tahu aku menggoda salah satu artisnya bisa - bisa aku juga terancam, tetapi hal itu tidak masalah karena direkturnya sendiri memperbolehkan asalkan Ryo bisa main di dalam proyek drama tersebut".


" apa, maksudmu direktur itu yang bernama Cindy? ".


" iya dia, kamu bilang informer handal tetapi kamu tidak tahu kebusukan dari direktur sekaligus pemilik agensi itu".


"ow begitu, jadi dia secara tidak langsung mereka menjual artis mereka untuk kepopulerannya".


" iya, hal itu sudah biasa di jaman sekarang tanpa orang dalam akan sangat sulit dan lama dan agensi itu tidak mau menunggu lama".


"menarik... Terima kasih nyonya Mona anda sungguh bisa diajak kerja sama, ini adalah berkas yang anda inginkan, semoga hal ini bisa membantu Anda ". sembari memberikan berkas tersebut


" Hanya itu, Terima kasih kembali, tetapi selama kita berbincang aku lupa menanyakan namamu siapa, maaf saja aku terlalu bersemangat untuk mengetahui orang yang mengadu kepada suamiku".


"Nyonya, silakan panggil saya Peri cukup itu yang anda ketahui tentang saya karena jika saya memberi info lengkap tentang diri saya, nyawa taruhannya nyonya".


"baiklah, kalau begitu bawah lah ini, bukankah kamu bilang informasi untuk informasi dan uang hanya bonus, anggap saja ini bonus dan satu hal lagi boleh aku meminta nomormu siapa tahu aku membutuhkan informasi lain darimu". Memberikan amplop coklat berisi uang


" tentu Terima kasih, dan ini adalah nomor saya cukup anda mengirim pesan jangan pernah mengubungi saya melalui telepon nyonya, saya harap anda mengerti".


"tentu, Peri". Ucapan Rosi, meskipun dia sedikit tidak percaya dengan ucapannya tetapi dia tidak tahu untuk mendapat info dari siapa lagi karena orang suruhannya tidak bisa memberi hasil info apa pun.


" siapa, perempuan itu, tinggi, berkulit putih berambut merah kecoklatan dan pendek lalu mata biru menggunakan kotak lensa ". Ucap dalam hari nyonya Rosi tersebut.


-----------"'------------