My Idol My Love

My Idol My Love
Rosalia Carlota



Aku akan menyelamatkan dia, tidak peduli dia mau aku menyelamatkannya atau tidak aku akan mengeluarkannya dari jeratan wanita iblis berwajah malaikat tersebut. Aku tidak ingin dia menggapai impiannya dengan cara seperti itu, aku sahabat kecilmu sekaligus penggemar pertamamu.


---------------"""""--------------


Minggu 24 Juni


di taman dekat apartemen


Itta yang sedang berjalan - jalan ditaman sekaligus sedang ber telepon ria dengan seseorang.


"Hanya itu info yang kamu bisa dapat, kenapa tidak memintaku turun tangan nona, aku akan mencari info lebih lengkap tentang direktur Cindy tersebut".


" Info ini mungkin tidak banyak tetapi, aku juga tidak sebodoh itu, aku sudah memasang bom waktu atau bisa di bilang pasukan penghancur". Ucap Itta sembari berjalan di taman


"Nona apa anda pikir ini permainan, ini hal yang serius nona, anda akan berhadapan dengan orang - orang yang memiliki kekuasaan di negara ".


" Iya tidak usah lebay kali, aku masih bisa mengurus hal ini". Ucap Itta


"Biarkan aku membantu, aku akan segera datang ke Indonesia".


" Iya sebenarnya aku akan memintamu datang kesini aku ingin kamu melakukan sesuatu juga".


"Baik aku akan segera datang, hari ini aku akan memesan tiket pesawat nona".


" aku tunggu".


Setelah menutup telepon itu, Aku berfikir untuk menghubungi Ryo aku ingin menanyakan keadaanya mungkin juga bertemu. Aku harus bertemu untuk menolongnya sekali saja bertemu untuk memastikan sesuatu.


"baiklah aku akan menulis pesan kepadanya saja, hatiku belum siap untuk berbicara dengannya".Ucapku dalam hati


"Ryo maaf mengganggu, apa kamu punya waktu aku ingin bertemu" isi pesan yang aku kirim kepada Ryo.


Lama tidak di balas, " mungkin dia sibuk".Gumamku


------------------""""""""--------------


Karena bosan hanya jalan - jalan di taman, aku memutuskan untuk keluar jalan ke cafetaria. Namun di perjalan aku bertemu dengan seorang bapak - bapak yang berdiri di depan televisi yang dipajang depan toko, aku berhenti di sebelah bapak itu antara penasaran apa yang dilihat bapak itu dan juga aku melihat siaran televisi yang menayangkan wawancara dengan cindy direktur sekaligus pemilik artis agensi terbesar tersebut.


Bapak itu tiba - tiba bergumam dengan mengatakan "iblis... dia yang membuat anakku meninggal".


Aku yang mendengarnya menoleh seketika, dengan herannya apa maksud ucapan bapak tersebut. Saat aku ingin menanyakan tentang maksud ucapan bapak tersebut bapak tersebut lebih dulu pergi menggunakan taksi, aku mengejarnya, lebih tepat aku mengikutinya sampai aku sampai tempat pemakaman, aku masih mengikutinya berjalan menuju satu makam.


" Apa itu makam anaknya yang dia bilang tadi?". Bisikku pada diriku sendiri.


Aku menghampirinya dan mencoba menyapa bapak tersebut "maaf Pak, permisi? ".


Bapak itu menoleh kearahku, dan berkata " kamu bukannya kamu tadi yang di depan toko, kenapa kamu mengikuti saya? ".


" iya Pak, maaf sebelumnya saya mengikuti bapak saya hanya bermaksud menanyakan sesuatu tentang ucapan bapak tadi".


"ucapan apa?".


" saat bapak tadi melihat siaran televisi kenapa bapak berkata bahwa direktur agensi itu pembunuh anak bapak, seperti itu? ".


" eh.. iya Pak". Ucap Itta dengan ragu


"memangnya kamu siapa sampai tertarik dengan ucapanku tadi, kamu pesuruh dari si perempuan iblis itu? ".


"bukan Pak... saya hanya jurnalis, lebih tepatnya saya pencari berita saja Pak". Jawab Itta, dia sengaja berbohong supaya bapak itu percaya dan tidak mencurigaiku.


" ow... pantas kamu sangat penasaran dengan ucapanku, saat kamu dapat keterangan dariku kamu akan tukar dengan uang begitu maksudmu, memeras si iblis itu sehingga kamu bisa kaya dengan instan".


"apa.. tidak Pak, saya tidak serakah yang bapak kira, saya hanya mencari berita jika berita itu nyata apa adanya dan juga tanpa settingan saya akan berusaha menerbitkannya bahkan saya akan membantu cari kebenarannya".


"hahaha...apa masih ada pencari berita seperti apa yang kamu ucapkan itu, sewaktu anakku hidup semua jurnalis atau yang kamu sebut pencari berita memeras anakku sehingga dia depresi dan bunuh diri, lalu sekarang kamu mengatakan seolah akan membantu, hei ... nak jika kamu mencari uang dengan cara seperti itu lawanmu itu iblis kamu tidak akan mendapatkan apa pun dari dia justru, kamu yang akan hancur sendiri". Ucap si bapak tersebut dan ingin pergi namun terhenti saat aku mengatakan sesuatu.


"Pak saya berminat dengan ucapan bapak atau info yang bapak miliki tentang direktur Cindy itu bukan untuk saya tukar dengan uang, melainkan untuk menyelamatkan seseorang dari jeratan orang yang bapak maksud atau lebih jelasnya direktur Cindy tersebut, teman saya sepertinya terbelenggu oleh orang itu dan sangat sulit untuk keluar dari bekenggu direktur tersebut, saya sekarang ingin sekali menolongnya, saya harap bapak bisa memberi informasi sekecil apapun tentang orang itu, mungkin bapak tidak percaya atau merasa saya tidak akan bisa melakukan sesuatu melawan orang itu atau bahkan menolong teman saya, tetapi jalan satu - satunya membalas dendam bapak sekarang hanya percaya dengan saya Pak, karena yang terlihat lemah itu jauh lebih berbahaya dan jauh lebih iblis dibandingkan dengan orang yang bapak katakan iblis tersebut". Ucap Itta dengan ekspresi serius dia meyakinkan si bapak untuk memberikan penjelasan dengan ucapannya tadi.


Bapak asing tersebut yang tadinya meremehkanku terlihat tertegun saat melihat ekspresi serius ku, bapak itu mengatakan "baiklah aku kan menceritakan semuanya kepadamu besok temui aku di cafetaria yang ada didepan toko tadi saat kita berdiri di depan televisi tersebut jam 10.00 pagi".


Itta menghampiri bapak tersebut dan mengatakan " baik Pak saya akan datang, Terima kasih sebelumnya".


Itta pergi dari makam tersebut tetapi sebelum itta pergi dia sempat melihat nama makan yang di datangi bapak tersebut, nama di makam tersebut ialah Rosalia Carlota.


"nama yang bagus tetapi malang nasibnya". Ucap dalam hati Itta


disisi lain bapak itu mengatakan dalam hatinya " siapa anak itu, dia lebih iblis dari Cindy itu apa benar, ekspresinya tadi benar - benar meyakinkan dan lagi ucapab terakhirnya".


----------""""-----------


Itta pulang ke apartemen dia mencari tahu tentang Rosalia Carlota di internet benar saja berita itu muncul berita skandal tentang artis bernama Rosalia Carlota sampai berita kematian karena bunuh dirinya.


"tragis, dia berbakat tetapi kenapa dia bisa berurusan dengan Cindy padahal dia tidak bernaung di agensi milik Cindy itu" Ucap Itta


karena terlalu asik mencari info tentang Rosalia Carlota membuat Aku tertidur di meja belajarnya, saat itu Kakaknya Jio datang untuk memeriksa keadaanku.


"dia sudah tidur, kenapa tidur disini? ". Bisik kak Jio


dan saat itu dia melihat foto di laptop kakak Jio berkata dengan pelan supaya aku tidak terbangun" ternyata kamu sudah sejauh ini menyelidiki hal ini Itta, maaf aku harus menggunakanmu untuk membalas dendam, tetapi aku tidak akan menempatkanmu dalam bahaya bagaimanapun aku tetap kakakmu, aku hanya ingin membuat pancingan dan membuat dia ketakutan dengan perbuatannya dimasa lalu ".


Ekspresi kakak Jio berubah sendu saat menyentuh layar monitor laptop yang menampilkan foto dari Rosalia Carlota tersebut.


____________"""""____________


satu pesan masuk di handphone Itta dari Ryo


"maaf aku tadi ada fans meeting jadi lama membalas pesanmu, tentu Itta, kita bisa bertemu jadi, kapan kamu ingin bertemu denganku".


" aku rindu denganmu Itta ". Ucap Ryo saat usai membalas pesan dari Itta


_____""""------------


maaf ya kalau ada typo dan lama tidak update 🙏