
Dibandara dan ditengah keramaian fans
"dimana kak Lili, kok belum kelihatan sih?". Gumamku
Ketika aku sibuk mencari dan menunggu kak Liliana ada salah satu fans menabrakku, dengan reflek aku mengatakan "maaf", meskipun bukan aku yang salah, tetapi fans itu malah marah, dia mengatakan "eh.. mbak kamu ini menghalai jalan kamu tidak tahu apa aku ini ingin bertemu dengan pacarku".
"apa,... pacar ow.. maaf". Ucapku
Si fans tersebut yang menatapku dengan tajam dan langsung pergi melewatiku lalu saat aku melihat kebelakang ternyata yang di maksud fans pacarnya itu Aries.
"susah berhadapan dengan fans fanatik, sekaligus halu". Gumamku
Tiba - tiba suara teriakan yang memanggil namaku terdengar, dan saat aku menoleh ternyata itu Kak Liliana.
"hai... sayang". Sapa kak Liliana menghapiriku dan memelukku
" kak, lama sih?".
"lama, masa ... kamu yang terlalu cepat datangnya".
"iya .. kali ... hehe".
"udah ... ayo pulang, kakak lelah".
" iya .. ayo... kakak eh tunggu pulang kemana kak?".
"ke apartemen Abolius milik kakakmu, kamu sendiri menginap di hotel dari kemarin ?".
" enggak .. aku menginap di Apartemennya kak Ranny".
"wah ... bisa ketemu dengan Rio ya.. eh cieee". Goda Kak Liliana
"enggak aku belum ketemu dengan Rio, eh.. sudah sih tadi pagi.. tapi belum berbincang dengannya".
"kok bisa, sih ketemu tapi enggak berbincang?". Tanya Kak Liliana
"iya kak, tadi dia hanya melewatiku, dia sepertinya tidak mengenaliku.. hehe". Jawabku
"hem... kenapa tidak menyapanya terlebih dahulu?".
" itu... ". Ucapku terputus karena sejenak aku merasa menyesal sekaligus sedih tidak bisa berbincang dengannya.
Kak Liliana menepuk pundakku dan berkata "kamu spesial Itta, kamu pernah cerita jika kamu fans pertamanya, jelas dia tidak akan melupakanmu dan jangan minder dengan fans yang lain".
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan kak Liliana, ditengah perjalan pulang aku memutuskan untuk tidak menginap lagi di apartemen kak Ranny karena aku masih saja tidak berani bertemu atau bertatapan dengan Rio meskipun aku sebenarnya sangat ingin.
_____ _____ _____ _____ _____ _____ _____
Hari Selasa
di Hotel Delux
Jam 10.00
Suara teriakan fans bergemuru di depan Hotel, hotel tersebut ditempati oleh anggota boybandnya Rio. Jelas aku pun disana, Aku hanya ingin bertemu dengan Rio meskipun hanya bisa memandangnya dari jauh. Bahkan aku sudah memesan satu kamar di Hotel tersebut, eittssss.... jangan berfikir aku menjadi fans fanatik, aku hanya tidak suka berdesak - desakan dan menunggu lama didepan hotel, ya ... memang tetap berdesak - desakan tetapi tidak perlu menginap di depan hotel juga sampai pasang tenda.
Aku melihatnya saat berjalan di lobby hotel, benar - benar saat mereka anggota keluar seperti para pangeran yang keluar entah darimana dan saat pintu keluar hotel di buka semua berteriak heboh, Rio ini impianmu menjadi seorang idola, terkenal dan mendapat pujian bahkan sorak - sorak kekaguman dari semua orang khususnya menjadi pujaan dari kalangan perempuan.
Sekarang kamu berhasil meraih impianmu, "selamat" inginku ucapkan kepadamu. Rio yang dulu pernah menangis karena tidak mendapatkan ijin dari ayahnya untuk mengikuti sleksi sebagai idola sekarang dia bisa membuktikan jika dia bisa sangat sukses sebagai idola.
"sepertinya aku percuma datang, apa yang bisa aku bantu, Rio mintalah sesuatu sebelum Peri Capungmu ini benar - benar menghilang" Gumamku
_____ _____ _____ _____ _____ _____ _____
Sewaktu aku ingin kembali aku melihat sekumpulan ibu - ibu sedang bergosip ria dicafe hotel, atau bisa lebih tepatnya tante - tante yang sedang membicarakan laki - laki mudah lebih jelasnya mereka sedang membicarakan Rio.
Aku merasa aneh dengan pembicaraan mereka, aku berbalik arah pergi ke cafe hotel dan duduk didekat meja tante - tante tersebut untuk menguping pembicaraan mereka.
"hai... jeng.. tau tidak tentang dia?". Ucap salah satu tante tersebut sembari menunjukkan foto Rio
"wah.. ganteng ya... ini yang tadikan yang sempat menginap di hotel ini kan?". Ucap dari tante yang lainnya
Sampai akhirnya ketiga tante tersebut berbicara hal yang tidak terduga yaitu, "jeng tau tidak aku sebentar lagi aku akan makan malam dengan dia Rio ini".
"iya, kok bisa apa kamu ingin mengenalkan dengan anakmu itu, wah ... dia adalah artis terkenal mana mungkin kamu bisa makan malam dengannya". Ucap Tante yang lain
"kok, anaku itu sih, aku kan tidak kalah cantik dengan anak itu dan kalian tahu aku istri dari siapa, suamiku memberi kepercayaan kepadaku untuk mengawasi produksi film yang akan tayang tiga bulan lagi itu".
"waoww... jadi suamimu yang mengurus film terbaru yang bahkan belum shooting sudah sangat boming itu".
"iya dan salah satu aktornya itu Ryo, tetapi dia bisa terganti jika dia tidak mau menuruti permintaanku".
Jadi salah satu dari tante ini adalah pemegang saham terbesar dalam pembuatan film terasebut, sungguh mengesalkab sikap tante tersebut tetapi yang jadi pertanyaan siapa tante tersebut dan juga suaminya siapa, aku tidak akan keinginan gila tente tersebut terlaksana. Jika si tante menggunakkan cara licik tersebut, aku juga bisa.
_____ _____ _____ ____ _____ __
Saat di kamar aku menghubungi seseorang, dia yang akan mengurus rencana yang akan aku lakukan untuk menghentikan recana si tante tadi.
"kamu bisa atur tentang hal itu kan?". Ucapku di telepon
"tentu, nona saya akan kirim email tentang data yang anda minta".Jawab seseorang di telepon
"terimakasih".
Tentu tente itu bukan istri orang biasa, tante itu bernama Mona istri dari pengusaha properti terbesar. Pengusaha tersebut salah satu investor terbesar dalam produksi film yang didalamnya ada Rio, dan istri si pengusaha ini benar - benar genit dia minat dengan laki - laki mudah dan targetnya sekarang ialah Rio, tetapi dia salah pilih sasaran, sekarang Rio atau si tante yang akan kena batunya.
_________ _________ _______
Hari Sabtu
Pukul 09.00
Hotel Santa
Hari itu aku mendapatkan informasi jika ada rapat antara rumah produksi dan Manajemen dari tempat Rio dan tentunya Rio pasti disana, hari ini aku akan menolong Rio dari orang - orang macam si tante, istri pengusaha properti tersebut.
Ditengah Rapat si tante Mona tersebut ingin berbicara empat mata dengan Rio, Rio menurutinya di pikirannya si tante Mona hanya ingin berbicara tentang pekerjaan.
"Ryo kamu tahu kenapa kamu saya ingin berbicara denganmu empat mata sekarang?". Tanya Tante Mona
"Tidak nyonya". Ucap Rio
"jangan panggil aku nyonya donk, panggil saja Mona".
"apa, tetapi saya rasa itu tidak sopan".
"kenapa tidak sopan, kan aku yang memintamu?".
"tetapi ... ". Ucap Rio terputus karena jari telunjuk si tante Mona menggentikan pembicaraan Rio
"Aku mengajakmu berbicara bukan untuk, menjadi atasan atau orang yang kamu anggap lebih tua, aku ingin kamu menganggapku sepantaran denganmu". Ucap si Tante Mona
"apa... maksud Nyonya?". Ucap Rio
"Mona Panggil saja Mona".
Ditengah pembicaraan mereka tiba - tiba ada suara ketukan pintu, si tante Mona bergumam "siapa sih mengganggu".
Suara ketukan itu semakin keras hal itu membuat si tante kesal dan berjalan dan membuka pintu.
"apa kamu tidak tahu kalau aku sedang". Ucapan tante tersebut terpotong karena yang datang sewaktu itu ada suaminya Bapak Sudartono si pengusaha properti
"kamu sedang apa berduaan dengan dia?". Tanyanya
"Aku sedang berbicara tentang perkerjaan sayang, lagi pula kenapa kamu disini?". Tanya si tante dengan gugup
" oh .. begitu bagaimana kamu bisa menjelaskan ini juga?". Tanya Pak Sudartono dengan memberikan hasil foto yang menunjukan bukti jika si tante sudah sering memanfaatkan artis - artis yang berkerja sama dengan perusahaannya untuk keperluan pribadinya.
"So tante sekarang apa yang akan kamu lakukan?". Gumamku di kejahuan yang menyaksikan keributan tersebut.