My Idol My Love

My Idol My Love
Orang Misterius



Doaku terkabul, aku tidak tahu harus bahagia atau sedih. Aku hanya terdiam menatapnya, Ryo terlihat sedih dia menceritakan alasan kenapa Moci menolaknya ternyata Ryo di tolak karena Moci menyukai orang lain.


Tiba - tiba Rio bersemangat mengatakan "suatu saat aku akan menjadi orang yang sangat keren membuat semua perempuan mengakui sebagai pacarnya meskipun aku tidak mengenalnya, bahkan sampai Moci mengatakan aku pernah berpacaran dengaku tetapi semuanya tidak akan percaya karena terlalu banyak yang mengungkapkan kalau para perempuan itu mengakui dan berhayal juga kalau pernah berpacaran denganku".


Aku masih terdiam dengan mendengarkan ungkapan konyol dari Ryo, satu hari dengan ucapan - ucapan konyol yang hanya bertujuan meluapkan emosinya tentang Moci yang menghianatinya. Aku mengatakan kepada Ryo saat Ryo mulai berhenti berbicara "Aku Benci Moci".


Ryo mendengarnya dan mengatakan "kenapa kamu membenci Moci juga?".


"Iya karena ide konyolnya tentang origami itu membuatku tidak bisa menonton kartun kesukaanku, tambah lagi waktu itu episode spesialnya dan aku semakin marah dan benci denganmu kenapa kamu tidak sadar kalau dia hanya berusaha untuk melepasmu dia sengaja memberikan permintaan konyol tersebut". Ucapku dan aku meninggalkan Ryo


---------- di Cafe -------


Hal itu salah satu kenanganku dengan Ryo dan pohon besar ini yang sekarang menjadi cafe ini.


Aku masih melihat kertas kosong yang aku genggam, Aku memutuskan untuk menulisakan "Aku Benci Moci" dan menempelkan ke papan tersebut.


"kapan ya, aku bisa bertemu dengannya, bertatap muka lagi berbincang banyak dengannya". Gumamku


Telepon berbunyi, dan telepon terebut dari kakak Jio, dia adalah kakak sekaligus dokter pribadiku, kakak menyuruhku untuk datang kerumah sakit.


"Aku harus kerumah sakit lagi". Gumamku


Aku bergegas kerumah sakit, dan menemui kakakku atau lebih tepatnya saat di rumah sakit semua orang memanggilnya Pak Dokter Jio.


-------"------


Dirumah sakit


pukul 12.00


"ada apa kak?". Tanyaku saat bertemu kak Jio


"aku mau memberikan hasil cek upmu".


"semakin parah, atau semakin ... semakin". Candaku kepada kak Jio


"berhentilan bercanda aku mau bertanyaku kepadamu". Ucapnya dengan ekspesi serius


"iya.. maaf .. memang mau bertanya apa?".


"kemarin kamu menghubungi "dia" untuk apa?".


"dia?".


"sepertinya tidak perlu aku jabarkan dengan jelaskan pasti kamu tahu".


"ah .. iya ..iya ... aku cuma minta tolong sedikit".


"minta tolong apa?"


"ada pokoknya, kakak tidak perlu kawatir itu hal yang sepele kok".


Aku berusaha untuk berkelit dan kabur dari pertanyaan kakak Jio, itu masalahku aku tidak ingin kakak ikut campur, tentunya aku berhasil kabur.


_____________________


disisi lain Ryo di tempat latihan


Ryo berlatih dengan serius dari menari, menyanyi bahkan berakting, setelah itu semua selesai Ryo terduduk di pinggir ruangan latihannya, sembari menghela nafas dia menatap langit.


"aku lelah, lelah sekali". Gumamnya


Seseorang menghampirinya dan mengatakan "Ryo". Panggilnya ternyata itu pak Managernya bernama Pak Doni


Ryo menoleh dan menatapnya


"pak Manager, ada apa?".


"Direktur memanggilmu".


"aku?". Tanyanya


"iya, segera datang keruangan direktur".


Ryo mengusap wajahnya dan bergumam " direktur itu ... apa lagi yang dia minta dariku".


>>> Diruangan Direktur


"Ada apa anda memanggil saya ?". tanya Ryo


"halo Ryo sayang lama tidak bertemu dengamu". Ucap direktur yang bernaman Cindy Micleon, ia berjalan kearah Ryo dan mencoba membelai pipi Ryo namun Ryo menepisnya. Ryo menanyakan pertanyaan yang sama dengan direktur tersebut.


"kenapa kamu selalu serius, rilex sayang".


"maaf nyonya, saya sibuk jadi bisa pada intinya saja". Ucap Ryo


"kenapa kamu selalu dingin denganku, padahal kamu mendapat kesuksesan ini semua karena bantuanku kan".


Ryo hanya diam dengan ucapan direktur tersebut, dia seolah mengiyakan ucapan direktur tersebut.


"oleh sebab itu kamu sebaiknya menurut dan tidak beraikap sedingin itu denganku".


"saya mencoba menuruti perintah anda tetapi saya tidak bisa mengubah sikap saya terhadap anda". Jawab Ryo


"kamu benar - benar sombong, ya... itu lah yang menarik darimu yang membuatku penasaran dan semakin menginginkanmu".


Ryo hanya diam, di dalam hatinya hanya bisa berkata "seandainya aku bisa memutar waktu, maka aku tidak ingin berurusan dengamu".


"sebenarnya aku ingin bertanya denganmu tentang kejadian kemarin tentang debut filmmu yang tertunda penanyangannya". Ucap direktur tersebut sembari berjalan ketempat duduknya


"itu ... saya sendiri tidak tahu".


"tertunda karena berita si pemilik saham yang terbesar dalam film itu sedang sibuk dengan perceraiannya, dan skandal dari sang istri yang tertarik dan memanfaatkan statusnya untuk mendapatkan kepuasan dari idola - idola muda dan tampan, dan... kamu hampir jadi salah satunya bukan?".


"hampir... sepertinya". Jawab Ryo


"apa kamu tahu, kenapa bisa "hampir" ?".


"apa maksud anda, bukannya anda yang meminta suami orang itu datang ke lokasi?". Tanya Ryo


"Jujur saja Ryo suami orang tersebut, tidak sebanding denganku dia terlalu tinggi kastanya dan hartanya tidak semuda itu aku memancing dia untuk membatalkan rapatnya dan kembali jauh - jauh dari jepang".


"Jadi.. maksud anda ada orang lain yang jauh lebih tinggi dari anda yang berusaha membongkar rahasia tersebut?".


"bukan lebih tepatnya ada seseorang yang jauh lebih tinggi yang menyelamatkanmu, karena dalam berita semua idola - idola yang bersangkutan dengan istri dari orang itu terungkap kecuali dirimu, apa lagi si suaminya tidak menyebut namamu sama sekali bahkan dia menepis jika ada pertanyaan yang mengarah kepadamu".


" Apa .. siapa orang yang menyelamatkanku?". Tanya Rio


"apa kamu tidak tahu siapa orangnya, atau kamu sengaja merahasiakannya dariku karena kamu ingin pergi dariku Ryo?".


"apa, aku bahkan tidak tahu siapa orang yang membantuku".


"ingat Ryo aku tidak akan melepaskanmu meskipun aku harus melawan pengusa dunia ini". Ucap Bu direktur dengan nada mengancam


"apa hanya itu yang ingin anda bicarakan?". Tanya Ryo


Bu direktur menghela nafasnya mencoba menenangkan diri agar dia tidak terbawa emosi dengan apa yang sedang dia selidiki tentang orang yang dia curigai ingin mengambil Ryo darinya.


"iya kamu boleh pergi"


"baik, nyonya permisi". Ucap Ryo dan bergegas keluar dari ruangan direktu tersebut


Ryo penasaran jika benar ucapan Nyonya Cindy, siapa yang menolongku dan seperti apa orangnya, Ryo kawatir jika orang asing tersebut tidak ada bedanya dengan direktur Cindy tersebut.


--------------


Bu Cindy memanggil Pak Doni manager Ryo, dia meminta Pak Doni untuk terus mengawasi Ryo, sembari dia mencari tahu siapa orang yang menolong Ryo.


"Aku tidak ingin kehilangan Ryo, dia aset sekaliagus aku menyukainya jadi tidak akan ada yang boleh mengambilnya dariku atau pun memilikinya, seandainya Ryo tahu orang tersebut dan tidak ada kemungkinan untuk aku memilikinya maka tidak ada seorang pun yang bisa memilikinya juga, sama seperti dulu hanya bedanya aku dulu menghancurkan si mengambil apa yang aku miliki dan sekarang aku juga bisa melakukan hal yang sama". Ucap Cindy


---------


terima kasih telah membaca


maaf kalau ada typo🙏