My Idol My Love

My Idol My Love
Perkenalan



Apa kalian percaya jika aku mengenal dia, seseorang yang sekarang menjadi pria idaman hampir semua perempuan.


ini dia Rio nama panggilan sayangku dia. Aku tahu kalian pasti tidak terima, baiklah aku ralat, Ryo panggilan kecilnya atau nama aslinya dan nama panggungnya sekarang Romeo tetapi orang - orang lebih mengenalnya dengan nama Ryo anggota boyband dari Eclif.


Pasti kalian tidak percaya, karena begitu banyak perempuan yang mengaku kalau dia adalah pacarnya, calonnya, bahkan mantannya. Para perempuan itu berhalu ria dengan imajinasi mereka tentang Romeo ini.


Tahun 2020 ini aku ingin menemuinya, bertatap muka dengannya, berbincang dengannya tetapi aku takut, bukan karena dia akan sombong atau tidak ingat dengan diriku. hem... itu sedikit. Tetapi aku takut tidak bisa meninggalkannya, karena waktuku hanya sebentar, sangat sebentar untuk bisa menatap dunia ini. Tetapi aku ingin bertemu dengannya, hanya ingin melihatnya dari kejauhan. Mungkin aku tidak ada bedanya dengan fansnya yang lain, tidak apa - apa itu sudah membuatku bahagia.


----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- -----


Januari 2020


Aku sampai di bandara, sesampainya aku sengaja menghubungi Kak Ranny dia adalah kakak Ryo, meskipun selama ini aku tinggal di Jepang aku tetap saling berkomunikasi dengan Kak Ranny dari media sosial, Jangan berfikir jika aku modus, hem... sedikit sih.


Kakak Ranny dia itu selain kakak dari Ryo dia juga sahabat dari kakak ipar perempuanku bernama Liliana, sebenarnya kakak Liliana adalah istri dari kakak sepupuku dia berkerja sebagai Polwan, dia bertemu dengan kakak sepupuku karena ada misi khusus. eh.. tunggu kenapa jadi cerita kakak Liliana, kembali ke topik cerita.


----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- -----


Setelah di jemput oleh kakak Ranny, aku sementara tinggal di apartemennya. Ketika aku sedang serius menonton acara televisi tiba - tiba suara ponsel berbunyi tentunya bukan ponselku, ternyata itu ada ponsel dari kak Ranny. Awalnya aku membiarkannya tetapi aku melihat siapa yang menghubungi kakak Ranny ternyata itu adalah Ryo, aku berteriak memanggil Kakak Ranny yang sedang di kamar mandi dan kakak hanya menyahuti untuk aku mengangkat ponsel tersebut, aku menurutinya karena ponsel kakak tidak berhenti berbunyi.


Ketika aku mengangkat dan mengatakan "hallo". Ryo langsung menjawab tanpa mengetahui kalau yang mengakat telepon tersebut bukan kakaknya.


"kakak, besok jadi kan kamu lihat gaun pernikahanmu, kalau iya aku bakalan datang besok pagi untuk mengatarmu". Ucap Rio


"eh... itu... ". Ucapku dengan ragu


"kak, kamu masih disana kan?". Ucap Rio


" iya... eh bukan, maksudnya kakak Ranny sedang di kamar mandi, jadi dia tidak bisa mengangkat teleponnya". Ucapku , Jujur saja aku agak nervous berbicara dengan Ryo meskipun itu dari telepon.


" Apa, kok kamu lancang berani mengakat telepon seseorang tanpa ijin?". Jawab Rio dengan nada yang meninggi.


"enggak, aku sudah ijin bahkan kak Ranny yang nenyuruhku mengangkat telepon ini". Jawabku


"Bohong !!". Jawab Ryo dengan ketus dan langsung menutup teleponnya.


Aku bingung kenapa Ryo berubah sangat kasar, aku sudah menjawab jujur tapi jawabannya seolah dia tidak percaya kepadaku. Sedih yang aku rasakan dan terbesit di pikiranku apa Ryo tetap Ryo yang aku kenal, jika dia berubah, apa dia akan mengenaliku atau dia bahkan sudah melupakkanku.


----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- -----


Jam 23.00


Aku dan kak Ranny sedang tidur nyenyak tiba -tiba terganggu dengan suara ponsel yang berdering, aku terbangun tetapi kakak Ranny hanya berpindah posisi tidurnya sembari menutup telinganya dengan bantal.


"kak itu ponsel kakak yang bunyi". Ucapku


Kak Ranny hanya berguman "Itta kamu saja ya yang angkat,... tolong".


Aku hanya menghela nafas, setelah aku lihat ternyata itu Ryo, dia menelepon tengah malam begini.


"kak yakin ini Ryo loh". Ucapku


"iya itta". Jawab kak Ranny


Aku mengangkat telepon tersebut dan mengatakan kalau kakak Ranny sedang tidur, respon Ryo mengejutkan bukannya mengucapkan terima kasih atau apalah justru dia menuduhku jika aku memanfaatkan kakak Ranny untuk bisa mendekati dia, aku langsung menutup teleponnya.


Keesokan harinya aku berpamitan kepada kak Ranny untuk berangkat ke bandara menjemput kakak Liliana, tetapi sebelum itu aku sudah berpesan kepada kak Ranny Kalau jangan mengatakan pada Ryo aku kembali. Sewaktu aku keluar apartemen aku melihat seseorang yang keluar dari mobil dengan menggunakan baju tertutup pakai masker topi dan jaket yang sangat tertutup.


Dilihat dari manapun Ryo memang tampan pantas saja kalau para perempuan menggilainya, dia berjalan kearahku entah kenapa aku membeku tidak bisa bergerak sama sekali. Ryo menatapku dan hanya melewatiku, sepertinya dia tidak mengenaliku.


Untung aku sudah keluar dari tempat kak Ranny, aku hanya ingin melihatnya dan itu sudah terjadi, apa ini saatnya aku akan pergi, karena keinginanku sudah terkabul.


----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- -----


Aku berangkat kebandara namun sesampainya disana sangat ramai, sebenarnya ada apa, aku melewati kerumunan dan ternyata ada artis yang baru pulang dari luar negeri dan juga yang membuat sesak bandara itu fansnya.


Artis itu Aries ternyata satu grup dengan Ryo, pantes aja ramai. Aku sempat menatapnya namun aku langsung memalingkan muka dan pergi menjauh.


Disisi lain .... Aries yang melihat Itta dia bergumam dalam hati, "siapa dia, kenapa dia begitu cuek tetapi manis".


----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- -----


Butik Teresa


"kak, masih lama pilih - pilihnya?". Tanya Ryo ke kak Ranny


"sebentar lagi ya ... kenapa sih terburu - buru katanya lagi longgar jadwalmu". Ucap kak Ranny sembari memilih gaunnya


"oh ya kak, kemarin siapa yang mengakat telponmu?".


"hem. . mau tau apa mau tau banget". Ucap Ranny sembari menggoda Ryo


"kak, aku hanya kawatir jangan sampai kamu di manfaatkan oleh orang untuk mendekatiku".


"apa sih, yo enggak akan, dan kalau kamu tahu yang mengangkat telepon kemarin pasti kamu akan senang".


"benarkah memang siapa?".


"ada deh?".


ditengah perbincangan kak Ranny dan Ryo suara ponsel berbunyi, tentunya itu ponsel kak Ranny dan dari aku tentunya. Aku menghubungi kakak Ranny untuk memberi kabar jika aku memutuskan untuk tinggal dengan kak Liliana.


Ryo tidak sengana menguping pembicaraan kami dan yang sempat dia dengar dari pembicaraan kami berdua ialah disaat kakak Ranny mengatakan "baiklah Itta hati - hati ya... trus jangan lupa kirim alamatmu aku juga ingin ketemu sama Liliana"


Rio yang penasaran bertanya kepada kak Ranny, "kak itu tadi sapa?".


"Itta....". Ucap kakak yang lupa dengan janjinya dengaku


"Itta , maksud kakak Itta, siapa?".


"ow... Itta temanku". Jawab Kak Ranny dengan ragu


"yakin". Ucapan Ryo dengan menunjukan ekspresi serius


"iya lah... ". Ucap Kak Ranny sambil memalingkan wajah


"kak, Itta sekarang bagaimana kabarnya". Guman Ryo


"Itta?".


"iya Itta, teman kecilku". Ucap Rio


----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- ----- ----- ----- ---- -----