My Ideal Wife

My Ideal Wife
Fansign Part 2



" Byee.."


Itulah kata terakhir yang Jungkook katakan pada arvia saat arvia mulai bergeser kemember terakhir. yaitu, sang bias Park Jimin.


Arvia yang mengetahui bahwa ia sudah ada didepan biasnya, iapun menunduk seketika dan tak berani menatapnya.


" Arvia? " panggil Jimin yang bingung dengan sikapnya.


Arvia mencoba untuk melirik jimin dari tundukkannya tapi dia malah salting yang membuat jimin tertawa terbahak-bahak.


" aihhss,, matilah aku! " ucap arvia yang sudah benar-benar malu.


Jimin mulai meraih dagumu dan menariknya agar wajah arvia bisa menatapnya. Jimin mulai mendekatkan wajahnya kewajah arvia dan berbisik.


" aku akan menemuimu.. " ucap jimin yang mulai mengambil handphone arvia yang sedang arvia pegang ditangannya.


" A-Apa? Apa maksud Jimin? " batin arvia yang bingung.


Jimin mengambil handphone arvia yang sedang arvia pegang dan ia tersenyum seketika saat melihat cassing hp chimmy dan wallpaper wajahnya dihp arvia. iapun langsung mencari-cari sesuatu dihp arvia dan mulai mengetik-ngetik dihp arvia. Arvia yang awalnya melihat jimin sedikit tersenyum karena melihat hpnya langsung malu abis, pipinya benar2 merah merona.


" Aigooo, pipimu merahh!! lucu sekali.. " ucap jimin yang sudah mengetik dihp arvia.


lagi2 arvia dibuat malu oleh sang pujaan hati itu. ia terus menahan senyumnya dan menggigit bibir bawahnya dengan keras.


" aku ingin bicara denganmu secara jelas dan bebas dari halangan waktu, jika disini itu akan menghabiskan banyak waktu!! " ucapnya yang kembali berbisik pada arvia dan memberikan hp arvia yang tadi ia pinjam.


Arvia hanya tersenyum malu, ia sebenarnya memang bingung karena apa yang jimin katakan memang ia tak dengar, saking gugup dan malunya pada si Mochi Sexy itu. apalagi tadi ia memakai baju yang ala blood sweat and tears itu. rambutnya yang terlihat membentuk itu dan bajunya yang bagian dada terbuka, aishhhh rasanya ingin jungkir balik saja dah.


Arviapun pergi dari tempatnya tadi dan duduk kembali dibangkunya saat menunggu tadi juga. sekalian menunggu Yoona yang masih berada didepan jungkook. jimin yang masih menunggu ARMY yang lain tetap masih memperhatikan arvia dengan tatapan penasarannya. lelaki itu memang katanya sih klo ga didepan fans cuek, gampang kesel, pemarah, pokoknya itulah. cuma klo misalnya dia suka sama cewek itu, dia bakal cari tau mulu tentang cewek itu.


(sekedar informasi yang ada diimajinasi yah)


5 menit menunggu Yoonapun sudah berlalu, Arvia yang sejak tadi terus memikirkan maksud dari perkataan jimin sembari tersenyum-senyum sendiri. ingin rasanya ia berteriak disaat-saat ia sedang berada tepat di depan jimin tadi. melihat nya dengan tatapan khas godanya dan melihat smirk yang begitu, beghhhhhh uisshhhhh gila sumpah.


Dilihatnya, Yoona sedang asik mengobrol dengan jimin entah membicarakan apa sampai mereka tertawa-tawa bersama. cemburu? tentu. terkadang saat mereka tertawa jimin langsung melirik arvia yang kesal dan cemburu melihatnya tertawa dengan sahabatnya sendiri. saat jimin melirik arvia, dengan sigap arvia langsung menoleh kearah lain agar tak terlihat cemburu didepan jimin. kelakuan arvia membuat jimin tertawa kecil dan seakan-akan tawa jimin pada arvia hanya tawanya dengan Yoona.


Dilihatnya pula, Yoona sudah selesai berbincang-bincang dengan jimin dan mulai berjalan menghampiri arvia yang terduduk dengan hati yang penasaran dengan apa yang mereka bincang tadi. Yoona melihat arvia yang sudah terbakar cemburu dengannya, seketika Yoona langsung menoleh kembali kearah jimin dan berkata sesuatu yang membuat arvia semakin cemburu berat. arvia melihat jimin yang tertawa atas perkataan yoona berbisik padanya itupun kehabisan kesabaran dan langsung pergi dari tempat itu. Yoona yang menyadari arvia pergipun langsung mengejarnya.


 


" ***staff, boleh aku meminta bantuan***? "


" **Nee oppa? "


" *tolong ikuti kedua yeoja itu, dan videokan apa yang mereka lakukan.. " ucapnya memberikan hpnya pada staff tersebut***.


 


MAAF JIKA TYPO... 🔥🔥