My Ideal Wife

My Ideal Wife
뺨 키스?



Arvia kini sedang berjalan ditrotoar sembari menenteng sepatu ice skatingnya. karena, tadi jimin sempat menyuruhnya membawa sepatu tersebut untuk bermain bersama. awalnya arvia menolak karena ia tak bisa bermain ice skating. tapi, jimin memaksanya dan berkata akan mengajari arvia. saat kedua orang tua arvia membelikan sepatu ice skating itupun arvia tak bisa".


tibanya ditaman, ia belum melihat jimin dimana-mana. tapi, ia melihat ada sebuah poster yang tertuliskan.


.


\= 당신과 함께 눈을 즐기십시오, itulah tulisannya. tulisan itu mengartikan \= Nikmati salju bersamamu.


Arvia seketika bingung dan berfikir, apa maksudnya? itu untuk siapa? siapa yang buat poster itu?.


dan entah kerasukan apa, tiba2 pikiran halunya arvia muncul. ia berimajinasi bahwa saat ia melihat tulisan itu jimin akan ada didepannya, dan menatapnya, dan sehabis itu mencium bibirnya.


" astaga! pikiran itu knp muncul disaat-saat seperti ini? " guman arvia yang memukul jidatnya.


Arviapun memutuskan untuk duduk dibangku yang ada didekatnya itu. dilihatnya, bangku itu sudah dihiasi dengan pita pink yang ada disenderan bangku itu, dan hiasan salju olaf yang menempel ditangan bangku itu. itu sungguh menarik dan bagus yang alhasil menarik perhatian arvia untuk menduduki bangku itu. arviapun duduk dibangku itu sembari tersenyum melihat hiasan2 yang menghiasi seluruh taman ini. arviapun juga menyadari, tidak ada satupun orang yang ada ditaman ini kecuali ia, dan hiasan2 ini.


PUK..


tiba2 ada sebuah lengan mungil, lembut, dan wangi yang menutup mata arvia seketika. arvia terkejut dan fikirannya langsung negatif. ia berfikir bahwa orang yang menutup matanya itu adalah penculik, atau bisa setan, dan atau juga seorang pemburu berdarah dingin psikopat yang mau membunuhnya.


" saya belum mau mati!! " ucap arvia ketakutan dan berteriak.


" hei, kau kenapa? " ucap seseorang itu dan mulai melepas tangannya yang tadi menutup mata arvia.


Cup..


tiba2 ada sebuah bibir yang lembut dan mungil mendarat dipipi arvia. arvia terkejut, iapun langsung membuka matanya dan menatap orang itu.


Terkejut? mengapa tidak? ternyata yang mencium arvia itu adalah jimin. mereka saling bertatapan satu sama lain. arvia menatap jimin terkejut, dan jimin menatap arvia dengan tatapan godanya dan merasa tak bersalah sedikitpun.


lagian, untung juga park jimin itu, ia bisa mencium pipi yang sangat mulus yang dimiliki oleh seorang gadis yang juga adalah penggemarnya.


Cupp..


lagi2, jimin dengan gemasnya mencium pipi arvia untuk kedua kalinya yang membuat arvia mematung untukkedua kalinya juga.


Cuppp..


lagi2 dan lagi, jimin mencium pipi arvia untuk ketiga kalinya. tapi kali ini ia mencium pipi arvia bukan hanya sekilas ciuman, tapi bibir jimin kali ini terus berada dipipi arvia, sembari menghirup aroma wangi bedak bayi yang arvia pakai. ya, makeup arvia hanyalah bedak bayi yang dicampur dengan bedak padat dan warna Lip Tint naturaly yang melukis bibir mungil arvia. jimin terus menghirup dan mencium pipinya itu.


" aku menyukai wanita yang memakai bedak bayi sepertimu. menurutku, jika wanita yang hanya bermakeup dengan campuran bedak bayi dan bedak padat, dengan ditambah warna naturaly glos Lip Tint yang ada dibibirmu. dia adalah wanita yang imut dan masih kekanak-kanakkan. aku suka itu! kau seperti tipe ideal wanita yang kusuka "


-+--+-


MAAF JIKA TYPO:)