My Ideal Wife

My Ideal Wife
On The Way To Fansign_



pagi yang cerah ini telah membangunkan Arvia dari tidur nyenyaknya. sebuah cahaya menusuk jendela kaca yang ada dikamar Arvia, sebuah cahaya itu terpancar dari sinar matahari dan menyelusup kekelopak mata Arvia.


ia bangun seketika, dan mulai merenggangkan otot2 tangannya, tak lama menguap dan mulai bangkit dari tidurnya. ia memakai sendal yang ada dibawah kasurnya, dan mulai pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


tak lama ia teringat akan suatu hal, ya, hari ini, siang ini Arvia akan pergi keFansign.


.


.


ia mulai memakai handuk untuk menutupi tubuh sucinya itu dan keluar kamar mandi. ia mencari bajunya yang akan ia kenakan untuk sekarang dan nanti siang.


Tok.. Tokk.. Tok


" masuk.. " pintanya.


" eh, Ar.. kamu nanti kapan jadwal kefansignnya? " ucap Soyaa.


"  jam satu-an.. kamu? " tanya arvia.


" aku jam 2, oh ya nanti aku anterin kamu ya? "


" ga usah ngerepotin! kan kamu harus dandan dlu.. "


" ihh, enggak kok! aku juga sekalian pengen liat.. " balas Soyaa dengan senyumannya.


" Arrasso.. "


Soyaapun langsung tersenyum dengan lebarnya, Arvia yang melihatnya tersenyumpun langsung membalas senyumannya. Soyaa juga langsung pergi meninggal kan kamar arvia dan menunggu arvia diruang tamu untuk mengajaknya sarapan. sekarang sudah pukul 10.00 AM.


Arvia sudah selesai dengan berdandan dan memakai bajunya. iapun turun kebawah untuk menemui Soyaa.


Soyaa yang melihatnya datang langsung mengajaknya kecafe favorit mereka berdua untuk sarapan, karena bibi (pembantunya) sedang pulang kerumah aslinya sebentar. merekapun masuk kemobil Soyaa. dan Soyaapun segera menginjak pedal gas mobilnya.


 


" oh ya, gimana kemarin? apakau senang? " tanya Soyaa ditengah perjalanan yang mereka tempuh.


" hm, sangat senang! tapi aku merasa klo konser kemarin itu rasanya, em.. gimana yah? "


" gimana apanya? "


" ya, malah bikin aku nangis... "


" loh kok gitu? apa Jimin punya kesalahan? semacam Insiden? " 


" maksudnya kamu apasih? sumpah deh ga ngerti aku!! "


Arvia mempoutkan bibirnya kesal, karena Soyaa tak bisa mengerti dengan ucapannya.


( author juga ga ngerti Arvia!! )


Perjalanan menempuh 5 menit itu sudah sampai ketujuan Cafe Favorit mereka berdua. Arvia dan Soyaapun turun dari mobil yang tadi mereka kendarai. mereka mulai memesan makanan mereka dan menunggu pesanannya datang.


seperti biasa mereka sibuk dengan HandPhonenya masing2, melihat bias, melihat Idola mereka, dan pastinya membuka situs Social Media mereka masing2.


" Pesanan nomor 13.. " 


panggilan samar yang diuacapkan oleh pegawai restaurant itu membuyarkan mereka dari ponselnya. Soyaa menyuruh Arvia untuk mengambilnya dan Arviapun mengambilnya.


Merekapun keluar dari Cafe itu dan kembali kemobilnya, aslinya mereka ingin makan makanan itu dicafe itu tapi mereka mengurungkan niatnya karena sekarang sudah pukul 12.00 siang dan Arvia harus siap2 untuk mendatangi fansign itu.


.


.


.


Mereka makan-makanan itu dengan lahapnya, apalagi Arvia yang makan dengan terburu-buru karena takut terlambat kefansign itu.


akhirnya Makanan mereka sudah habis. arviapun langsung pergi kedapur untuk mencuci piring yang bekas mereka gunakan. dengan kecepatan Flash, dalan jangka waktu 10 detik ia selesai dengan cuciannya dan langsung lari terbirit-birit kekamarnya untuk mengganti bajunya


Niat Arvia mengganti bajunya terurungkan, ia malah berniat mandi lagi dan akhirnya hanya 20 menit ia selesai dengan mandinya yang untuk ke2 kalinya. ia cepat2 memakai bajunya yang sudah ia siapkan sejak tadi dan mulai bermake up.


.


.


Ia sekarang sudah tiba di tempat Fansign itu, dan akhirnya juga tidak terlambat. waktu jam 13.00 itupun juga sudah lewat dari 10 detik yang lalu yang mengartikan arvia tepat waktu.


saat ia berjalan melawati koridor2 ruangan itu, ada suara samar yang memanggilnya dari kejauhan.


" Arvia? " 


Sorry typo gesss, dukung and Vote author yaa...


Khamsahamnida:)