
Semua mahasiswa dan mahasiswi sibuk dengan deskripsi masing-masing. Sebentar lagi pria itu, Angga Sanders akan masuk ke kelas dan mungkin saja akan mencorat-coret hasil kerja keras setiap individu.
Aku tidak yakin dengan tugasku. Sudah pasti akan langsung dilemparnya di wajah. Mungkin di depan para Mahasiswa dan mahasiswi di sini.
Ini sudah 25 menit, Belum ada tanda-tanda pria itu datang. Dan Kami masih bernapas legah. Masih ada kesempatan hanya untuk sekedar membaca deskripsi.
Jika kalian bertanya kenapa Aku memanggilnya dengan sebutan ' pria itu '?
Mingkin di sini Aku akan bersikap lemah lembut dan juga sesekali cerewet. Tapi saat di rumah, Aku hanya bisa diam dan menahan sakit. Sakit yang melebihi apa pun sakitnya.
sifatnya yang dingin, memperlakukan Aku seperti patung. Ia tidak sedikitpun memberikan cintanya kepada orang lain selain seorang wanita yang telah berhasil menaklukkan hatinya. Seorang wanita yang kadang membuatku iri. Seorang wanita yang terkadang Aku juga ingin dicintai seperti dia.
"Pak Sanders masuk...Pak Sanders masuk."
Ucap seorang laki-laki yang baru saja keluar dari kelas. Sekilas para murid langsung tenang. Tidak ada satupun yang berbicara. Sepi. Mungkin Iya. Seperti kuburan.
Seorang pun tidak akan ada yang berani berbicara sebelum pria itu menyuruhnya.
"Bahan Deskripsi kalian saya minta dan kumpulkan di meja. Sebentar lagi Saya ada urusan dan akan digantikan oleh Asisten Saya."
ada sedikit senyum di bibir mereka. Seperti baru terlepas dari interogasi polisi. Terkecuali Aku. Saat pria itu masuk tadi, Aku tersenyum. Tapi tidak ada satupun niat Dia membalasnya. Dasar pria berhati Es!.
Trinkk....
Aku melihat semua yang ada diruang kelas. Memastikan tidak akan ada satupun yang tahu kalau yang memghubungiku ini adalah Angga Sanders. Dosenku sendiri.
Keluarlah! Aku menunggumu di mobil. Pastikan tidak ada dari mereka yang tahu soal ini. Aku sudah memberi izinmu kepada asistenku dengan alasan sakit. Cepat! karena
Aku tidak punya waktu!!!
Aku menghela napas panjang, beginilah sikapnya padaku. Dingin. Kalian tahu itu. Dan mungkin tanpa sadar akan geleng-geleng kepala jika tahu sifat pria ini yang sebenarnya.
"Ira...Mau kemana?."
"Eh? Itu..."
Bingung...Meski Angga sudah memberikan izin tapi pertanyaan mereka juga bisa membuatku termangu.
"Selamat pagi...."
Dengan ragu Aku duduk kembali di kursiku. Tanpa ada niatan Aku lebih memilih mematikan ponsel. Entah seberapa marahnya nanti Angga padaku.
"Laira Setia Ningrum."
Aku terperanjat ketika namaku dipanggil. Mereka menatapku sinis dan itu membuatku tidak nyaman. Tanpa sadar Angga ini sudah menutup dunia sosialku.
"iya, Bu?."
"Kamu sakit. Kenapa masih di sini? Bukannya saya sudah memberi izin?."
Ayolah...Ini akan membuatku semakin terdesak. Ku lihat arloji di tanganku. Sudah 15 menit Angga menunggu. Bagaimana ini. Lebih baik Aku tidak menemuinya.
"Bu, Saya sudah baikan. Jadi tidak usah khawatir."
Aku berusaha tersemyum walau tidak bisa. Pikiranku rasanya tidak berfungsi sama sekali. Dan hanya aktif untuk memikirkan seorang Angga Sanders.
"Dengar ya! Beberapa hari lagi ujian akan dimulai. Menjaga kesehatan itu baik. Kamu akan rugi jika saat Ujian nanti."
Aku menunduk lalu tersenyum semanis mungkin meski dalam hatiku ada sebuah ketakutan.
"Iya, Bu. Makasih."
Banyak yang menatapku tidak suka. Wajar saja. Mereka pastinya tertekan dengan pelajaran perkuliahan yang jauh lebih melelahkan dari pada bekerja.
Aku tersenyum kepada Asisten Dosen dan sedikit berlari keluar kelas. Sepanjang koridor Aku hanya fokus pada Ponselku. Biasanya kan seseorang menghubungi jika saat-saat seperti ini. Tapi Angga... satu pesan pun tidak Ia kirim. Apa sekarang Ia masih menungguku?.
Bayangkan saja.
Waktu bulan madu Kami beberapa bulan yang lalu. Dia meninggalkanku di hotel sendirian, alasannya hanya Aku yang mandi terlalu lama.
Dan itu tidak sampai 10 menit. Tapi saat ini 25 menit....
Mustahil dia menungguku. Sangat tidak mungkin Pria yang selalu buru-buru menyita waktunya hanya untuk menunggu seorang Mahasiswi.
Tuhan...Semoga Aku selamat dari kemarahannya hari ini....
Ucapku sedikit berlari menuju parkiran Perkuliahan.